SATELITNEWS.COM, LEBAK — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak bersiap mengoperasikan Unit Penggilingan Padi (UPP) atau Rice Milling Unit modern sebagai salah satu sumber baru Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sebelum beroperasi secara penuh, fasilitas tersebut akan menjalani tahap uji coba untuk memastikan kualitas beras premium yang dihasilkan mampu bersaing di pasar Provinsi Banten.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Lebak, Rahmat, mengatakan uji coba dilakukan untuk menilai secara menyeluruh kinerja mesin, mulai dari proses pengolahan gabah hingga menjadi beras sesuai standar yang telah ditetapkan. “Kami melakukan uji coba terlebih dahulu untuk melihat bagaimana mesin bekerja mengolah gabah hingga menghasilkan beras sesuai kualitas yang diharapkan,” ujar Rahmat, Selasa (6/1/2025).
Menurutnya, guna menjaga mutu dan daya saing produk, UPP hanya akan mengolah gabah dari varietas padi unggulan. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan PAD Kabupaten Lebak.“Tidak semua jenis gabah kami olah. Hanya varietas unggulan seperti Si Denok, Inpari, dan beberapa lainnya. Kami optimistis sektor ini dapat menambah PAD,” katanya.
Optimisme tersebut diperkuat dengan adanya ketertarikan pasar dari sejumlah daerah di Provinsi Banten terhadap beras hasil olahan UPP Lebak. “Dua daerah, yakni Kota Cilegon dan Kota Tangerang Selatan, telah menyatakan minat untuk membeli beras produksi kita,” ungkap Rahmat.
Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Rully Edward, menyebutkan pada tahap awal UPP diproyeksikan mampu mengolah sekitar 70 ton gabah per hari menjadi beras.
“Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Belum dapat menampung gabah dari seluruh wilayah karena keterbatasan sarana dan kebutuhan modal yang cukup besar. Untuk tahap awal, sesuai arahan Dinas Pertanian, pasokan difokuskan dari wilayah terdekat seperti Rangkasbitung,” jelas Rully.
Baca Juga: Calon Jemaah Haji Asal Lebak Diminta Menjaga Kesehatan
Ia menambahkan, pengelolaan UPP akan dijalankan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Lebak Niaga (Perseroda). Saat ini, Pemkab Lebak masih mematangkan skema pemanfaatan aset agar operasional UPP dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi daerah. “Kami mendorong agar UPP segera beroperasi. Karena itu, hari ini kami juga mengecek kesiapan pasokan listrik bersama PLN,” pungkasnya. (mulyana)





















