Senin, 12 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Promo Oktober Honda Wahana Artha

Minim Pengawasan, Komponen Alat Pendeteksi Tsunami di Banten Kerap Hilang

Oleh Mardiana Tirtalaksana
Senin, 12 Okt 2026 15:37 WIB
Rubrik Banten Region, Headline, Pemprov Banten
SIRINE TSUNAMI : Sirine tsunami terpasang di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Senin (12/10/2026). Alat tersebut akan dibunyikan, apabila terjadi tsunami di Selat Sunda. (ISTIMEWA)

SIRINE TSUNAMI : Sirine tsunami terpasang di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Senin (12/10/2026). Alat tersebut akan dibunyikan, apabila terjadi tsunami di Selat Sunda. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, SERANG – Alat pendeteksi tsunami yang dipasang dibeberapa lokasi, kerap dijarah oknum tidak berkepentingan. Akibat hal itu, alat tersebut tidak berfungsi dengan baik karena beberapa komponen hilang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten Lutfi Mujahidin mengakui, banyaknya komponen alat pendeteksi tsunami yang hilang. Komponen yang hilang itu, mulai dari baterai hingga kabel dan aki sirene.

“Kepada masyarakat kami minta agar tidak mengambil bagian dari perangkat peringatan dini atau early warning system (EWS) tersebut karena menyangkut keselamatan warga pesisir,” katanya, Senin (12/10/2026).

Lutfi menerangkan, ada enam baterai perangkat EWS milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di kawasan Gunung Anak Krakatau yang hilang. Selain baterai, komponen berbahan besi pada perangkat yang ditempatkan di laut juga rawan diambil untuk dijual.

“Kami memohon kepada warga, selapar apa pun, sebutuh apapun, tolong alat deteksi-deteksi tsunami, baik yang di laut maupun di pulau, jangan diambil dong. Itu karena menyangkut hajat hidup orang Banten semuanya,” tambahnya.

Lutfi menyampaikan, perangkat EWS tersebar di sejumlah kawasan pesisir Banten, mulai dari Anyer, Pasauran, Labuan, hingga Panimbang. Perangkat tersebut berfungsi mendukung pemantauan ancaman tsunami dan penyampaian peringatan kepada masyarakat.

Baca Juga: Dukung Ekosistem Pangan, PT ABM Perseroda-Dinas Ketapang Banten Jajaki Kemitraan

“Perangkat buoy yang mengapung di laut juga rentan hilang. Selain berpotensi dimanfaatkan untuk menambatkan perahu, bagian berbahan besi pada perangkat tersebut dapat diambil karena memiliki nilai jual,” ujarnya.

Lutfi mengatakan, kehilangan komponen dapat mengganggu fungsi alat pendeteksi tsunami. Jika perangkat tidak berfungsi saat ancaman muncul, proses peringatan kepada masyarakat berpotensi terganggu.

BeritaTerbaru

Layanan Diperluas, Perekaman KTP El Lebak Tembus 98,22 Persen

Layanan Diperluas, Perekaman KTP El Lebak Tembus 98,22 Persen

Senin, 12 Okt 2026 15:20 WIB

Gugatan Eks Pasar Kragilan Dimenangkan Pemkab Serang

Senin, 12 Okt 2026 13:41 WIB

Jadi Ketua DPRD Kota Tangerang, Saiful Milah Janji Tetap Kritis, Tapi…

Senin, 12 Okt 2026 13:35 WIB
Anggota Komisi V DPRD Banten, Yeremia Mendrofa. (ISTIMEWA)

Kinerja Dinsos Banten Dipertanyakan, Yeremia: Keterbatasa Petugas Jangan Dijadikan Alasan

Senin, 12 Okt 2026 13:00 WIB

“Kalau ada itu sampai mati, tsunami nggak terdeteksi, ya, kan rugi kita semua,” ujarnya.

Lutfi menjelaskan, ada sekira 28 unit alat peringatan dini tsunami di wilayah Banten. Sebanyak 22 unit merupakan milik BNPB, sedangkan lima unit lainnya milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Ia tidak merinci kepemilikan satu unit lainnya.

“Semuanya untuk mendeteksi bencana,” tandasnya.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Serang Margiono mengatakan, kehilangan komponen juga terjadi pada sirene peringatan dini tsunami milik BMKG. Komponen yang kerap hilang adalah kabel dan aki, salah satunya pada sirene yang terpasang di dekat menara BTS di Pasauran, Kabupaten Serang.

Baca Juga: Jaga Kebugaran Tubuh, Beni Ismail Akui Rutin Berolahraga

“Yang di Pasauran tuh ada sirene yang di dekat BTS. Itu sering hilang aki, kabel-kabel,” pungkasnya.

Margiono menjelaskan, kehilangan komponen terakhir diketahui sekitar tiga bulan lalu. BMKG telah mengganti kabel yang hilang. Meski nilai komponen tersebut relatif kecil, kehilangan kabel dan aki dapat menyebabkan sirene tidak berfungsi.

“Kalau itu enggak besar. Itu kan enggak besar, cuman kabel-kabel biasa saja. Kan orang yang diambil tembaganya, kadang aki,” ucapnya.

Margiono mengatakan, BMKG memantau kondisi sirene setiap hari dan menguji perangkat tersebut setiap tanggal 26 setiap bulan. Jika sirene terdeteksi tidak aktif, petugas akan memeriksa langsung ke lokasi untuk mengetahui penyebabnya.

Selain sirene, BMKG mengoperasikan dua high frequency radar (HF Radar) di Cinangka dan Tanjung Lesung untuk memantau kondisi gelombang di Selat Sunda. Kedua perangkat tersebut memiliki jangkauan sekitar 100 hingga 200 kilometer.

BMKG juga memiliki alat pengukur ketinggian muka air laut di sepanjang Pantai Labuann untuk memantau kondisi air laut ketika mencapai wilayah pantai. Perangkat pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya kesiapsiagaan menghadapi ancaman tsunami setelah bencana Selat Sunda pada 2018.

“Hilangnya komponen dapat mengganggu fungsi perangkat peringatan dini. Karena kalau diambil komponennya jadi enggak fungsi,” imbuhnya. (adib)

Tags: Alat Deteksi TsunamiMinim PengawasanProvinsi Banten
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Tujuh ASN Dilantik, Bupati Zakiyah : Kerja Jangan Selalu Nunggu Arahan
Banten Region

Tujuh ASN Dilantik, Bupati Zakiyah : Kerja Jangan Selalu Nunggu Arahan

Senin, 12 Okt 2026 12:25 WIB
PENYERAHAN HADIAH -- Para juara lomba dalam rangka HUT XXVI Provinsi Banten, menerima hadiah dari Bupati Pandeglang, Senin (12/10/2026). (ISTIMEWA)
Banten Region

Pandeglang Boyong Berbagai Juara Lomba pada HUT XXVI Provinsi Banten

Senin, 12 Okt 2026 10:41 WIB
MENINJAU : Kepala Dinas Ketapang Nasir M Daud, meninjau pasar murah pada program Gerakan Pangan Murah. (ADIB FAHRI/SATELITNEWS.COM)
Banten Region

Kendalikan Harga Pangan, Pemprov Banten Gelar Gerakan Pangan Murah

Senin, 12 Okt 2026 10:31 WIB
Tembus 600 Kasus Gigitan Hewan, Distan Banten Perkuat Vaksinasi Rabies
Banten Region

Tembus 600 Kasus Gigitan Hewan, Distan Banten Perkuat Vaksinasi Rabies

Senin, 12 Okt 2026 08:30 WIB
12 Jam Tertimbun Longsor Sumur di Lebak, Korban Dievakuasi Dalam Keadaan Tewas
Banten Region

12 Jam Tertimbun Longsor Sumur di Lebak, Korban Dievakuasi Dalam Keadaan Tewas

Senin, 12 Okt 2026 08:08 WIB
Maling Gasak Mobil, Motor hingga Tiga HP di Pondok Aren
Headline

Maling Gasak Mobil, Motor hingga Tiga HP di Pondok Aren

Senin, 12 Okt 2026 08:06 WIB
Promo Oktober Honda Wahana Artha Promo Oktober Honda Wahana Artha
500 th Kabupaten Serang Ahmad Muhibbin DPC Gerindra Kab Serang
Selamat Hari Jadi Ke 26 Provinsi Banten DPD HKTI Prov. Banten
Selamat dan Sukses Wisudawan wisudawati Universitas Muhammadiyah Tangerang
Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni
Pajak Daerah BAPENDA Tangerang Selatan
Selamat Memperingati HARHUBNAS 2026 DinHub Kab Tangerang

Berita Pilihan

Liverpool vs Manchester City, Hentikan Laju Tim Tamu

Liverpool vs Manchester City, Hentikan Laju Tim Tamu

Kamis, 8 Okt 2026 18:40 WIB
Tak Ada WNI Tewas di Riyadh

Tak Ada WNI Tewas di Riyadh

Senin, 12 Okt 2026 07:57 WIB
Komnas HAM Bongkar Tujuh Masalah MBG

Komnas HAM Bongkar Tujuh Masalah MBG

Kamis, 8 Okt 2026 18:50 WIB
3 Pelajar Ditangkap Buntut Kematian 2 Remaja di Alam Sutera

3 Pelajar Ditangkap Buntut Kematian 2 Remaja di Alam Sutera

Sabtu, 10 Okt 2026 18:24 WIB
Anggota Polda Banten melakukan pengecekan ke lokasi yang diduga menjadi tempat penambangan tanah uruk di Kasemen. (ISTIMEWA)

Polda Banten Selidiki Dugaan Penambangan Tanah Uruk di Kota Serang

Kamis, 8 Okt 2026 11:38 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.