SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi Banten dan PT Agrobisnis Banten Mandiri (Perseroda) mulai jajaki kemitraan. Keduanya memiliki tujuan yang sama, yakni mendukung ekosistem dan menjaga ketahanan pangan di Provinsi Banten.
Jajaran manajemen baru PT ABM Perseroda yang terdiri atas Asep Kurnia selaku Direktur Utama, Babay Suhendri selaku Direktur Operasional, Roland Azerwin selaku Direktur Keuangan, Nurhalim selaku Komisaris Independen, dan Riyan selaku Komisaris Independen berbincang langsung dengan Kepala Dinas Ketapang Nasir M Daud terkait ketahanan pangan.
Kepala Dinas Ketapang Provinsi Banten Nasir M Daud menjelaskan, pertemuan antara Dinas Ketapang dengan PT ABM menjadi momentum silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi, koordinasi, dan sinergi antara kedua pihak.
Kata Nasir, audiensi yang dilakukan antara pihaknya dengan PT ABM bisa memperkuat peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mendukung ekosistem pangan di Provinsi Banten.
Sinergi antara perangkat daerah dan BUMD pangan perlu diarahkan tidak hanya pada aspek perdagangan, tetapi juga pada upaya memperkuat ketersediaan, akses, distribusi, dan pemanfaatan pangan bagi masyarakat.
“Kami menyambut baik silaturahmi dan audiensi dari jajaran direksi serta komisaris baru PT ABM Perseroda. Ini menjadi momentum yang baik untuk menyamakan persepsi dan melihat ruang-ruang kolaborasi yang dapat kita bangun bersama dalam memperkuat ketahanan pangan Banten,” katanya, Kamis (8/10/2026).
Baca Juga: Jaga Kebugaran Tubuh, Beni Ismail Akui Rutin Berolahraga
Menurut Nasir, PT ABM Perseroda memiliki posisi strategis sebagai BUMD pangan Provinsi Banten. Karena itu, keberadaannya diharapkan dapat menjadi bagian dari ekosistem pangan daerah, khususnya dalam membangun jaringan pengadaan, perdagangan, distribusi, dan pemasaran komoditas pangan strategis.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas peluang sinergi dalam pemenuhan kebutuhan komoditas pangan strategis yang menjadi ruang usaha PT ABM Perseroda, antara lain minyak goreng kemasan, gula konsumsi, serta produk protein hewani seperti daging kerbau, sapi, ayam, dan ikan.
“Kebutuhan tersebut menunjukkan adanya ruang kolaborasi yang cukup luas antara PT ABM Perseroda dengan berbagai pelaku usaha, produsen, peternak, pembudidaya, maupun jaringan distribusi pangan di Banten,” tambahnya.
Direktur Utama PT ABM Perseroda, Asep Kurnia mengatakan, audiensi tersebut merupakan bagian dari langkah awal jajaran manajemen baru untuk membangun komunikasi dan memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten.
“Kami ingin membangun komunikasi yang baik dengan Dinas Ketahanan Pangan. Dengan kepengurusan yang baru, kami ingin memastikan PT ABM dapat semakin responsif terhadap kebutuhan pangan daerah sekaligus mampu menangkap peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Banten,” ujarnya.
Dia berharap sinergi dengan Dinas Ketahanan Pangan dapat berkembang menjadi kerja sama konkret, terutama dalam mendukung penguatan rantai pasok dan distribusi komoditas pangan strategis.
Baca Juga: 26 Tahun Banten, RS Sari Asih Group Jadi Bagian Perjalanan Melayani Kesehatan Warga
Audiensi yang dilakukan menjadi ruang untuk menyelaraskan peran masing-masing pihak. Dinas Ketahanan Pangan sebagai unsur pemerintah daerah memiliki peran dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan ketahanan pangan, sementara PT ABM Perseroda sebagai BUMD pangan diharapkan dapat mengambil peran lebih aktif dalam aspek bisnis, perdagangan, pengadaan, distribusi, dan pengembangan jejaring pangan.
“Melalui sinergi ini, PT ABM Perseroda diharapkan dapat semakin memberikan nilai tambah bagi pembangunan pangan daerah, sekaligus membuka peluang bagi produk dan pelaku usaha pangan lokal untuk masuk ke dalam rantai pasok yang lebih luas,” imbuhnya. (adib)





















