Selasa, 6 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Pemkot Tangerang Perkuat Penanggulangan Penyakit Tidak Menular

Oleh Made Nusantara
Selasa, 6 Okt 2026 18:50 WIB
Rubrik Kota Tangerang
Pemkot Tangerang Perkuat Penanggulangan Penyakit Tidak Menular
FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Pemerintah Kota Tangerang memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P), khususnya penyakit tidak menular (PTM), melalui kerja sama dengan Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) se-Indonesia.

Kerja sama tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang salah satu fokusnya meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan dan tindak lanjut terhadap penyakit yang ditemukan melalui skrining kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Dini Anggraeni mengatakan, kerja sama dengan Adinkes akan mencakup pelatihan dan monitoring untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Dengan harapan tentunya ada peningkatan kompetensi, peningkatan kemampuan dari nakes, sehingga bisa memberikan pelayanan kesehatan, khususnya kaitan dengan penyakit tidak menular, dengan baik,” ujar Dini.

Menurut Dini, hipertensi menjadi salah satu temuan dalam skrining kesehatan yang perlu mendapat perhatian dan tindak lanjut. Tekanan darah tinggi yang tidak terkendali dapat meningkatkan risiko penyakit yang lebih serius, seperti stroke dan penyakit jantung.

Karena itu, penanganan hipertensi tidak cukup hanya dengan mengetahui seseorang memiliki tekanan darah tinggi. Petugas kesehatan perlu memastikan pasien memperoleh pengobatan, mengonsumsi obat secara teratur, serta memantau apakah tekanan darahnya terkendali. “Kalau sudah minum obat, terkontrol enggak minum obatnya, terpantau enggak? Kemudian apakah dari minum obat itu tekanan darahnya terkendali atau enggak. Itu yang kita upayakan,” katanya.

Dini menambahkan, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan juga penting untuk memastikan proses pemeriksaan dilakukan secara tepat. Salah satunya dalam pengukuran tekanan darah. Menurutnya, kesalahan dalam prosedur pengukuran maupun penggunaan alat yang belum terkalibrasi dapat memengaruhi hasil pemeriksaan. Kondisi tersebut berpotensi membuat seseorang dinyatakan hipertensi padahal tidak, atau sebaliknya.

Baca Juga: Abu Gunung Anak Krakatau, Warga Kota Tangerang Diminta Waspada

“Kalau kita ada kesalahan dalam pengukuran tekanan darah, bisa jadi sebenarnya bukan hipertensi. Atau sebenarnya ini sudah hipertensi tapi kita salah mengukurnya, atau alatnya misalnya belum terkalibrasi,” jelasnya. Melalui kerja sama tersebut, Dinkes Kota Tangerang akan mendorong peningkatan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan, terutama dalam pengukuran serta tata laksana hipertensi.

Dini menjelaskan, MoU dengan Adinkes saat ini masih menjadi payung kerja sama. Adapun program teknis dan bentuk kegiatan turunannya akan disesuaikan dengan kebutuhan serta kesepakatan kedua pihak. “Ini kan baru MoU. Artinya nanti tergantung dari apa yang ingin dikerjasamakan. Turunannya misalnya, kalau ke depan kita fokus kepada tindak lanjut dari temuan terbesar, salah satunya adalah hipertensi,” ujarnya.

BeritaTerbaru

RDP Makam Galeong Berujung Damai

RDP Makam Galeong Berujung Damai

Selasa, 6 Okt 2026 18:22 WIB
UMT Resmi Buka Fakultas Kedokteran

UMT Resmi Buka Fakultas Kedokteran, Kuota Awal Maksimal 50 Mahasiswa

Selasa, 6 Okt 2026 14:40 WIB
SIM Keliling Kota Tangerang Senin 7 September, Cek Lokasinya

Layanan SIM Keliling Kota Tangerang Selasa 6 Oktober, Cek Lokasinya

Selasa, 6 Okt 2026 07:35 WIB
BPBD Tangerang Ingatkan Warga Waspada Bencana, Tak Perlu Panik

BPBD Tangerang Ingatkan Warga Waspada Bencana, Tak Perlu Panik

Senin, 5 Okt 2026 15:47 WIB

Selain hipertensi, hasil skrining kesehatan di Kota Tangerang menunjukkan adanya sejumlah persoalan kesehatan pada berbagai kelompok usia. Pada kelompok balita, salah satu temuan yang cukup banyak adalah karies gigi. Sementara pada usia sekolah, ditemukan persoalan kurangnya aktivitas fisik anak.

Pada kelompok dewasa, dislipidemia, seperti kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi, menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian. Kondisi tersebut merupakan salah satu faktor risiko penyakit tidak menular. Sedangkan pada kelompok lanjut usia, gangguan mobilitas menjadi salah satu temuan yang perlu ditindaklanjuti.

Dini menegaskan, skrining kesehatan tidak boleh berhenti pada pemeriksaan dan pencatatan hasil. Setiap temuan harus diikuti dengan intervensi dan penanganan agar skrining memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Bukan cuma cek kesehatan, tetapi apa yang kita temukan mau diapain? Nah itu kira-kira,” katanya.

Di sisi lain, Pemkot Tangerang masih menghadapi sejumlah pekerjaan rumah dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat menjelang akhir 2026. Penanggulangan tuberkulosis (TBC) dan perluasan cakupan imunisasi menjadi dua hal yang masih membutuhkan perhatian. “Masih ada beberapa PR. Kalau dari penanggulangan TBC ini tinggal dua bulan lagi. Kemudian imunisasi yang masih menjadi PR bersama karena tidak mudah melakukan imunisasi hampir di seluruh wilayah,” tuturnya.

Baca Juga: Anggaran Rp1,1 Miliar untuk Videotron Dinkes Kota Tangerang Dibatalkan

Penguatan upaya P2P tersebut juga menjadi perhatian Wakil Wali Kota Tangerang Maryono. Ia meminta seluruh jajaran pemerintahan dan fasilitas kesehatan mengubah pola pelayanan dari menunggu masyarakat sakit menjadi lebih mengedepankan pencegahan dan deteksi dini.

Di hadapan para camat, lurah, dan kepala Puskesmas se-Kota Tangerang, Maryono menekankan pentingnya intervensi kesehatan berbasis data. Menurutnya, setiap wilayah memiliki kondisi dan tantangan kesehatan yang berbeda sehingga penanganannya tidak dapat dilakukan dengan pendekatan yang sama. “Kita perlu mengubah pola, dari menunggu menjadi mencegah, dari sekadar mengobati menjadi mendeteksi sejak dini. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati,” ujar Maryono.

Ia meminta data kesehatan yang dimiliki pemerintah tidak sekadar menjadi angka atau bahan pelaporan. Data tersebut harus digunakan untuk memetakan persoalan, menentukan prioritas intervensi, serta memastikan program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Data jangan hanya menjadi angka. Data harus membantu kita melihat dan mengatasi persoalan, menentukan prioritas, dan memastikan langkah yang kita lakukan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.

Menurut Maryono, upaya pencegahan dan pengendalian penyakit juga membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Kecamatan, kelurahan, Puskesmas, kader, sekolah, dan masyarakat perlu mengambil peran sesuai dengan kewenangannya. Ia menegaskan, koordinasi tidak boleh berhenti pada pertemuan. Setiap jajaran diminta menindaklanjuti hasil koordinasi dengan langkah konkret di wilayah masing-masing. “Yang penting bukan hanya apa yang kita bicarakan hari ini, tetapi apa yang kita lakukan setelah kembali ke wilayah masing-masing. Harus ada langkah nyata dan tindak lanjut,” tegasnya.

Maryono berharap penguatan P2P dapat mendorong pelayanan kesehatan yang lebih responsif sekaligus memperkuat upaya pencegahan sejak tingkat masyarakat. “​​Mari kita bangun budaya sehat, bukan hanya mengobati saat sakit. Namun bergerak lebih awal, bekerja bersama, dan hadir untuk masyarakat,” pungkasnya. (made)

 

Tags: Adinkesdinkes kota tangerangPemkot Tangerang Perkuat Penanggulangan Penyakit Tidak Menular
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Wakil Ketua II DPRD Kota Tangerang Dorong Pengawasan MBG Diperkuat
Kota Tangerang

Wakil Ketua II DPRD Kota Tangerang Dorong Pengawasan MBG Diperkuat

Senin, 5 Okt 2026 14:55 WIB
DPD RI Dorong Penguatan Anggaran CKG dan Peran Puskesmas
Headline

DPD RI Dorong Penguatan Anggaran CKG dan Kapasitas Puskesmas

Senin, 5 Okt 2026 14:24 WIB
Kepala DPMPTSP Kota Tangerang Dr. Ir. R. Sugihharto Achmad Bagdja. M.Si. menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). (ISTIMEWA)
Kota Tangerang

Pemkot Tangerang Perkuat Pendampingan Pelaku Usaha Lewat Bimtek LKPM

Senin, 5 Okt 2026 13:41 WIB
Hadapi Kemarau Ekstrem, Sachrudin Minta Aparat Kewilayahan Perkuat Respons Cepat
Headline

BGN Minta Kepala Daerah Sidak MBG, Begini Respons Wali kota Tangerang

Senin, 5 Okt 2026 09:01 WIB
SIM Keliling Kota Tangerang Senin 7 September, Cek Lokasinya
Kota Tangerang

Layanan SIM Keliling Kota Tangerang Senin 5 Oktober, Cek Lokasinya

Senin, 5 Okt 2026 07:47 WIB
Polresta Bandara Soekarno-Hatta Tangkap 14 Tersangka Jaringan Narkotika Internasional
Headline

Polresta Bandara Soekarno-Hatta Tangkap 14 Tersangka Jaringan Narkotika Internasional

Sabtu, 3 Okt 2026 13:51 WIB
Selamat Hari Jadi Ke 26 Provinsi Banten DPD HKTI Prov. Banten
Selamat dan Sukses Wisudawan wisudawati Universitas Muhammadiyah Tangerang
Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni
Pajak Daerah BAPENDA Tangerang Selatan
Selamat Memperingati HARHUBNAS 2026 DinHub Kab Tangerang

Berita Pilihan

26 Tahun Banten, RS Sari Asih Group Jadi Bagian Perjalanan Melayani Kesehatan Warga

26 Tahun Banten, RS Sari Asih Group Jadi Bagian Perjalanan Melayani Kesehatan Warga

Sabtu, 3 Okt 2026 12:38 WIB
SATELITNEWS.COM, TANGERANG--Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang mengamankan 13 warga negara asing (WNA) asal China yang melanggar aturan keimigrasian. Mereka bekerja secara ilegal bahkan ada yang menjadi buruh kasar atau kuli bangunan proyek. Para WNA tersebut dikenakan Pasal 122 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, yaitu orang asing yang dengan sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian izin tinggal yang diberikan dengan sanksi penangkalan dan deportasi. Belasan WNA tersebut diamankan saat Operasi Timpora yang digelar di tiga titik wilayah Kabupaten Tangerang. Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Imigrasi Banten Barron Ichsan menuturkan, dalam operasi Timpora pihaknya menyasar tiga lokasi, yakni dua perusahaan di wilayah Cikupa dan satu proyek konstruksi di Legok. Dalam penyisiran tersebut, didapati 13 WNA yang melakukan pelanggaran. Mereka merupakan para pekerja proyek yang berprofesi sebagai buruh kasar, mandor, dan manajer fondasi. "Kami menyasar tiga lokasi, ada 40 WNA yang kami cek dokumen keimigrasiannya dan hasilnya ada 13 WNA yang tidak sesuai dokumennya, mereka ini merupakan pekerja di proyek konstruksi dengan jabatan buruh kasar, mandor dan manajer fondasi," katanya, Jumat (2/10). Belasan WNA tersebut memiliki dokumen C20 atau izin tinggal, tetapi saat dilakukan pengecekan tidak sesuai dengan peruntukannya. Hasil pemeriksaan, mereka tinggal dalam satu mess atau asrama dan sudah bekerja selama 1 hingga 3 bulan. Di lain pihak, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang, Hasanin, menuturkan, para WNA yang diamankan saat ini sudah tidak lagi bekerja di proyek tersebut. "Mereka sudah dilarang berkegiatan dilokasi tersebut. Sementara untuk para WNA yang mematuhi aturan keimigrasian, hanya kami ingatkan saja untuk tetap mengikuti aturan dan menjamin kepatuhan mereka," ungkapnya. (gatot)

Belasan WN China Langgar Izin Kerja di Kabupaten Tangerang, Bekerja Jadi Mandor Hingga Kuli

Sabtu, 3 Okt 2026 11:55 WIB
Polsek Pagedangan Ungkap Kasus Kepemilikan Senjata Tajam Untuk Tawuran

Polsek Pagedangan Ungkap Kasus Kepemilikan Senjata Tajam Untuk Tawuran

Minggu, 4 Okt 2026 14:52 WIB
BPOM RI Gerebek Gudang di Pakuhaji, Obat dan Kosmetik Ilegal Rp25 M Disita

BPOM RI Gerebek Gudang di Pakuhaji, Obat dan Kosmetik Ilegal Rp25 M Disita

Kamis, 1 Okt 2026 17:35 WIB
Bupati Tangerang Dorong Bahasa Sunda, Jawa, dan Betawi Jadi Warisan Generasi Muda

Bupati Tangerang Dorong Bahasa Sunda, Jawa, dan Betawi Jadi Warisan Generasi Muda

Minggu, 4 Okt 2026 15:50 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.