SATELITNEWS.COM, SERANG–Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten mencatat hampir 600 kasus gigitan hewan sepanjang 2026. Meski demikian, seluruh hasil pemeriksaan terhadap kasus gigitan tersebut dinyatakan negatif rabies.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Distan Provinsi Banten, Ari Mardiana, mengatakan jumlah kasus gigitan hewan tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 700 kasus.
Menurut Ari, gigitan hewan tidak selalu berkaitan dengan rabies. Hewan dapat menggigit atau mencakar sebagai bentuk pertahanan ketika merasa terancam.
“Karena memang hewan dan hewan kesayangan itu kan sistem pertahanannya dengan menggigit dan mencakar,” ujarnya, Minggu (11/10).
Distan Banten mencatat kasus rabies pada hewan terakhir terjadi pada 2010. Sejak saat itu, belum ditemukan kembali kasus rabies pada hewan di wilayah Banten.
“Kasus rabies pada hewan di Provinsi Banten terakhir kali terjadi pada tahun 2010. Sampai saat ini belum ada lagi dan kita berharap tidak akan pernah ada lagi. Oleh karena itu, kami selalu mengajak para pemilik hewan kesayangan untuk rutin melakukan vaksinasi, sebab vaksin adalah langkah utama mencegah rabies,” katanya.
Baca Juga: Kasus Kekerasan Anak di Lebak Tembus 77, Kebanyakan Muncul dari Medsos
Meski belum menemukan kasus rabies selama 16 tahun terakhir, pemerintah tetap melakukan pemantauan terhadap potensi penularan. Pemantauan dilakukan melalui dua skema pelayanan, yakni passive service dan active service.
Passive service dilakukan melalui pelayanan di Rumah Sakit Hewan Provinsi Banten. Sedangkan active service dilakukan dengan mendatangi lapangan untuk mengambil sampel dan melakukan pengujian di laboratorium.
Pemprov Banten juga mendorong pemilik hewan melakukan vaksinasi secara rutin. Dalam kegiatan pelayanan kesehatan hewan gratis tersebut, Distan Banten menyediakan sekitar 250 dosis vaksin rabies untuk hewan.
Selain vaksin rabies, Distan juga menyediakan vaksin F3, F4, dan Vanguard serta layanan sterilisasi gratis untuk kucing dan anjing. Ari mengatakan pendaftaran layanan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
“Peserta yang daftar kita buka secara online, dan alhamdulillah melihat antusiasmenya sangat tinggi, yang terdaftar waktu itu khusus untuk steril, F3, F4, dan Vanguard itu setengah jam langsung habis,” ungkapnya.
Upaya pencegahan juga menyasar petugas kesehatan hewan. Sebanyak 104 dosis Vaksin Anti-Rabies (VAR) disiapkan bagi petugas kesehatan hewan. Pemilik hewan juga dapat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis.
Baca Juga: Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Tangsel Meningkat
Ari mengimbau masyarakat membawa hewan peliharaan ke Rumah Sakit Hewan Provinsi Banten untuk mendapatkan pemeriksaan dan vaksinasi. Rumah sakit tersebut telah dilengkapi sejumlah fasilitas medis, termasuk rontgen dan USG.
“Fasilitas kita cukup lengkap, Dan semua tarif yang ada di sini sudah ada Perda-nya, jadi silakan datang ke sini. Dan mungkin dari harga juga sudah jauh di bawah harga pasaran yang ada di Kota Serang,” katanya. (mpd/rmg)





















