SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten malaksanakan kegiatan Gelar Pangan Murah, sebagai bagian dari rangkaian hari jadi Provinsi Banten ke 26. Tujuannya, selain memudahkan masyarakat, juga sebagai upaya mengendalikan harga dipasaran.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi Banten, Nasir M Daud mengatakan, pihaknya sengaja melaksanakan kegiatan tersebut, sebagai upaya memudahkan masyarakat dan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
“Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten dan para UMKM lainnya, ini sebagai upaya memberikan kemudahan bagi masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan, sekaligus menguntungkan para pelaku UMKM,” katanya, Senin (12/10/2026).
Nasir menerangkan, tujuan kegiatan tersebut sepenuhnya untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pasokan sembako, sekaligus memberi ruang bagi para pelaku UMKM untuk menjual produk dengan harga yang sesuai.
“Tujuan Gerakan Pangan Murah adalah, untuk menyiapkan bahan pangan yang dibutuhkan masyarakat dengan harga yang terjangkau, murah dibawah harga pasar, serta untuk mengendalikan harga bahan pokok sesuai regulasi yang berlaku seperti HET dan HAP yang telah ditetapkan pemerintah,” paparnya.
Nasir menerangkan, banyak barang yang diperjual belikan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Pembelian dan Penjualan (HAP). Mulai dari bahan kebutuhan pokok, hingga buah-buahan diperjual belikan dengan harg yang sesuai.
Baca Juga: 40 Ribu Warga Banten Belum Mendapatkan Kejelasan Desil
“Dalam kesempatan ini dijual berbagai komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, berbagai macam sayur-sayuran, berbagai macam buah-buahan, bahan rempah dan bumbu, serta berbagai macam olahan pangan,” ujarnya.
Nasir menyebutkan, Gerakan Pangan Murah melibatkan banyak pihak, seperti Badan Urusan Logistik (Bulog), PT Agro Bisnis Mandiri (ABM), para pelaku UMKM dan belasan perusahaan lainnya. Banyaknya pihak yang dilibatkan itu, kata dia, merupakan upaya Pemprov Banten memudahkan UMKM dan masyarakat.
“Banyak pihak yang terlibat didalamnya, karena memang kita ingin agar akses mendapatkan kebutuhan pokok ini bisa mudah dan terjangkau juga bagi masyarakat,” ujarnya lagi.
Ditanya terkait ketersediaan cadangan pangan, Nasir memastikan, cadangan pangan Provinsi Banten hingga akhir 2026 ini masih dalam kondisi aman dan tidak kekurangan. Oleh karena itu, dia meminta kepada masyarakat agar tidak khawatir terjadi krisis pangan.
“Untuk cadangan pangan kita sangat aman ketersediaannya dan dalam keadaan surplus di pasar. Pasokan melimpah, harga terjangkau, jadi sampai akhir tahun ini aman dan tidak akan terjadi krisis pangan,” pungkasnya.
Wahyu, seorang pelaku UMKM merasa terbantu dengan adanya Gerakan Pangan Murah tersebut. Oleh karena, dirinya dimudahkan untuk menjual produk yang ada tanpa harus menunggu lama, karena dalam waktu singkat banyak barang habis terjual.
Baca Juga: Tenun Baduy Banten Banyak Digandrungi, Siap Menembus Pasar Mancanegara
“Terbantu sekali, karena enggak lama banyak barang yang habis terjual. Kita juga enggak dibebankan dengan biaya sewa sana sini, mudahlah enggak ribet seperti kita jual di pasar-pasar,” tandasnya.
Nani, seorang warga Kota Serang mengaku, dirinya bisa membeli banyak barang dengan harga terjangkau atau dibawah harga yang biasa dibeli di pasaran. Dia berharap, kegiatan tersebut bisa dilakukan secara berkelanjutan, karena banyak warga yang merasa terbantu.
“Kalau bisa sih dilakukan sebulan sekali, karena memang harganya terjangkau dibandingkan kita beli di pasar. Mudah-mudahan, pasar murah ini bisa dilakukan secara rutin,” imbuhnya. (adib)





















