SATELITNEWS.COM, LEBAK–Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Lebak dalam beberapa hari terakhir tidak hanya memicu banjir dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga berdampak serius terhadap sektor pertanian rakyat. Salah satu komoditas yang terdampak cukup parah adalah tanaman cabai. Petani cabai pun merugi.
Badrudin (58), petani cabai asal Kampung Jatimulya, Desa Bojong Leles, Kecamatan Cibadak, mengaku ribuan tanaman cabai miliknya mengalami pembusukan buah saat hampir memasuki masa panen. Hujan berkepanjangan tanpa jeda membuat hasil panen tidak bisa diselamatkan. “Ini namanya patek, buahnya busuk semua. Kurang hasil, jelas rugi,” ujar Badrudin, Senin (19/1/2026).
Badrudin menyebutkan, sebanyak 1.500 batang tanaman cabai yang ditanam di lahan seluas satu hektare terserang pembusukan. Kondisi tersebut mulai terjadi sekitar satu bulan terakhir, bertepatan dengan tingginya intensitas hujan sejak awal Januari. Menurutnya, perubahan cuaca yang sebelumnya kering kemudian disusul hujan terus-menerus menjadi pemicu utama rusaknya buah cabai. “Awalnya kemarau, hujan terus enggak berhenti. Akhirnya begini semua,” katanya.
Akibat cuaca ekstrem tersebut, sekitar 80 persen tanaman cabai miliknya dipastikan gagal panen. Kerugian yang dialami pun tidak sedikit. Ia memperkirakan total kerugian mencapai sekitar Rp20 juta, yang mencakup biaya pembelian bibit, perawatan, pupuk, hingga tenaga kerja. “Kalau yang begini mah enggak bisa dijual. Paling yang masih bagus sedikit disortir, tapi kebanyakan busuk,” tuturnya.
Badrudin berharap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Hingga kini, ia mengaku belum ada kunjungan atau bantuan dari pihak terkait untuk melihat langsung kondisi petani cabai yang terdampak. “Harapannya ada bantuan dari pemerintah. Soalnya sampai sekarang belum ada yang datang ke sini,” pungkasnya.
Fenomena ini menjadi gambaran rapuhnya sektor pertanian rakyat terhadap perubahan cuaca ekstrem. Tanpa mitigasi dan perlindungan yang memadai, petani kecil menjadi kelompok paling rentan menanggung dampak ekonomi akibat cuaca yang semakin tidak menentu.
Kadis Pertanian Lebak Rahmat Yuniar membenarkan saat ini cuaca ekstrem masih menyelimuti Kabupaten Lebak. Cuaca ekstrem tersebut menurut Rahmat akan berdampak pada hasil pertanian warga. “Kita mengimbau kepada petani yang sudah tanamnya yang sudah layak dipetik untuk segera dipetik karena cuaca tidak menentu, khawatir terjadi pembusukan yang lebih parah terhadap tanaman tersebut,” pungkasnya.(mulyana)