SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Sebagian korban banjir di Perumahan Taman Cikande Kecamatan Jayanti Kabupaten Tangerang mulai kembali ke kediaman masing-masing setelah sempat mengungsi sejak Jumat (23/1) lalu. Warga mulai membersihkan lumpur yang tersisa dari banjir setinggi 4 meter yang merendam rumah mereka.
Salah satu warga Perumahan Taman Cikande Desa Cikande Kecamatan Jayanti, Yayah mengatakan, bahwa air yang merendam rumahnya perlahan mulai surut sejak Senin (26/1) pagi. Dia mulai melakukan bersih-bersih terhadap barang-barang atau perabotan rumah tangga yang kotor akibat tergenang lumpur yang terbawa saat banjir.
“Sejak pagi tadi mulai surut, saat ini saya bersama warga lainnya juga mulai membersihkan perabotan rumah seperti lemari, kasur, sofa dan barang elektronik yang rusak terkena banjir. Baju yang basah semua paling nanti dicuci lagi,” kata Yayah, Senin (26/1).
Yayah mengaku, saat ini dirinya dan warga Perumahan Taman Cikande membutuhkan tenaga bantuan untuk membersihkan rumah dan lingkungan pasca banjir. Menurut Yayah, meski banjir wilayah di Perumahan Taman Cikande sudah mulai berangsur surut, tetapi masih ada beberapa warga lainnya yang masih tergenang air dengan ketinggian air mencapai 30 cm hingga 1 meter.
“Saat ini masih terdapat sebanyak 80 kepala keluarga (KK) di Perumahan Taman Cikande yang masih terdampak banjir mulai ketinggian 30 sentimeter hingga 1 meter. Untuk, saat ini kami membutuhkan bantuan tenaga untuk bantu-bantu dalam membersihkan rumah pasca banjir, ” katanya.
Di tempat yang sama, Ketua RW 03 Perumahan Taman Cikande Desa Cikande Victor Silaen mengatakan, debit air banjir yang merendam RT 04 dan 05 itu berangsur surut sejak Minggu (25/1) malam. Kata Victor, sebagian besar korban banjir di Perumahan Taman, Cikande telah kembali ke rumahnya masing-masing untuk membersihkan rumahnya masing-masing dari kotoran lumpur. Sementara warga lainnya, sekitar 80 KK masih bertahan di posko pengungsian yang terletak di Balai Warga RW 03, karena memang ke 80 KK ini rumahnya masih tergenang air dengan ketinggian air mencapai 1 meter.
Baca Juga: Jalan Pisangan Pakuhaji Dibongkar Lagi, Tak Sesuai Spesifikasi
“Aktivitas sebagian warga saat ini sibuk bersih-bersih rumah, perabot-perabotnya dibersihin, saat ini titik banjir terdalam itu berada di RT 04 dengan ketinggian berkisar 1 meter. Di kawasan itu, seluruh penghuninya masih mengungsi” katanya.
Victor berharap, banjir yang disebabkan luapan Sungai Cidurian itu tak kembali meluas dan meninggi. Sebab, bencana banjir yang melanda sejak dua pekan lalu itu sangat mengganggu aktivitas warga terdampak.
“Semoga, curah hujan tidak kembali tinggi, dan air sungai tidak kembali meluap, ” katanya.
Di tempat terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan, saat ini masih terdapat tiga wilayah kecamatan lagi yang masih terdampak banjir cukup tinggi. Diantaranya, Gunung Kaler, Kronjo dan Kresek.
“Total keseluruhan, warga yang masih terdampak banjir hingga saat ini sebanyak 2.500 KK, dan mereka semua masih mengungsi, baik di Posko ataupun di rumah kerabat atau saudaranya masing-masing, ” katanya.
Lanjut Taufik, dari ketiga wilayah kecamatan itu yang terdampak banjir berada di enam desa, diantaranya Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo, lalu Desa Pasir Ampo, Patrasana, Koper, Kecamatan Kresek. Desa Kandawati, serta Kedung Kecamatan Gunung Kaler.
Baca Juga: Ambil Motor yang Tertinggal di Cikupa, Anggota Gangster Ditangkap Warga
Menurut Taufik, dapur umum yang didirikan BPBD, PMI, Dinsos, Dinas Kesehatan, TNI, dan Polri masih bertahan di titik-titik yang dimana masyarakat masih membutuhkan. Khususnya, lokasi-lokasi yang masih terdampak banjir, seperti di Jayanti, Kronjo, Kresek, dan Mekar Baru.
“Saat ini, dapur umum dan posko masih berdiri di 15 titik lokasi banjir, hal itu untuk terus memantau logistik dan kesehatan masyarakat yang terdampak banjir” ucapnya.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid meninjau lokasi banjir di Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo. Kata Bupati Tangerang, semua pihak telah terlibat dan turun tangan membantu masyarakat yang terdampak banjir, khusunya Desa Cirumpak yang saat ini masih terendam banjir setinggi betis orang dewasa.
“Kami sudah mendapatkan bantuan dari Pemprov Banten, tenda, juga dari Dansatradar, dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dari Kodim, dari Dinsos sudah kita bawa ke sini,” imbuhnya.
Lebih lanjut, dia juga menjelaskan bahwa selain tenda dan lokasi pengungsian, pihaknya bersama pihak terkait sudah merumuskan bantuan logistik selama warga berada di pengungsian dan posko kesehatan.
“Selama di pengungsian, tadi sudah kita rancang dan rumuskan untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Kebutuhan sehari-hari mereka untuk makannya sudah juga kita bagi tugas dan nanti yang bertanggung jawab adalah Pak Camatnya,”ujarnya
Dia juga sudah menginstruksikan langsung kepada Dinas kesehatan dan jajarannya untuk segera mendirikan posko-posko kesehatan dan jemput bola kepada warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Yang berikutnya, Dinkes sudah saya minta juga supaya Puskesmas standby. Puskesmas di Kronjo ini standby di sini untuk jemput bola dan memeriksa kesehatan masyarakat di sini,” tandasnya. (alfian)
























