SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang, mendorong terhadap semua UMKM yang bergerak di bidang olahan pangan untuk membuat sertifikasi halal. Karena sampai Oktober 2026, semua produk UMKM wajib bersertifikasi halal.
Kepala Bidang (Kabid) UMKM Diskoumperindag Kabupaten Serang, Yosi Ekamarsa mengatakan, berdasarkan data, jumlah UMKM di Kabupaten Serang saat ini ada sebanyak 48.000 lebih. Dari jumlah tersebut masih banyak UMKM di Kabupaten Serang, yang memproduksi olahan pangan belum bersertifikasi halal.
Oleh karena itu, kata Yosi, dirinya pun mendorong agar UMKM di Kabupaten Serang bersertifikasi halal dengan melakukan jemput bola.
“Tahun ini kita punya target 10.000 tersertifikasi halal. Mudah mudahan bisa terpenuhi, meskipun kalau melihat kemampuan SDM kita kewalahan,” kata Yosi, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/1/2026).
Kata Yosi, untuk memenuhi target sertifikasi halal bagi UMKM, pihaknya pun coba merangkul dari halal center.
“Alhamdulillah, mereka punya tenaga pendamping untuk sertifikasi halal ini, mudahan mudahan target kita tetap tercapai walaupun agak susah,” tandasnya.
Baca Juga: Jual MinyaKita Diatas HET, Diskoumperindag Beri Peringatan Pedagang Di Pasar Baros
Menurut Yosi, jika produk UMKM yang beredar di masyarakat ini tidak memiliki sertifikasi halal, maka akan ada sanksi mulai dari teguran sampah karangan produk tersebut beredar. Aturan ini mulai berlaku pada Oktober 2026 yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat.
“Jadi fiks di bulan oktober tahun ini semua produk yang beredar di masyarakat wajib bersertifikasi halal. Karena ketika itu tidak dilaksanakan oleh UMKM ada beberapa sanksi yang dikenakan oleh UMKM,” ujarnya.
Terkait pemasaran produk UMKM Kabupaten Serang, Yosi mengungkapkan, produk UMKM di Kabupaten Serang memang ada beberapa yang tidak aktif. Namun disamping itu, ada beberapa yang aktif bahkan hingga tembus mancanegara.
“Contoh produk Chip atau handicraft di Ciruas kwalitasnya sudah ekspor. Kemudian Produk Anyaman Bambu di Tegal Maja juga sudah produksi yang memang kwalitasnya ekspor. Harapan kita untuk kondisi saat ini kita terus berusaha agar UMKM tidak hanya fokus di pasar lokal, melainkan ke pasar luar, karena pasarnya susah jenuh,” pungkasnya. (sidik)
