Senin, 15 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

“Revitalisasi Puskesmas dan Posyandu: Dari Tempat Berobat Menjadi Pusat Pencegahan Penyakit”

Oleh Made Nusantara
Minggu, 14 Jun 2026 08:52 WIB
Rubrik Kolom
IMG_20260614_084630
FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

Oleh: Siti Nurbaiti | Mahasiswa Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Di tengah beban penyakit yang makin berat, puskesmas dan posyandu tidak boleh lagi dipandang sebagai tempat datang ketika sakit saja. Keduanya harus naik kelas menjadi pusat deteksi dini, edukasi, imunisasi, skrining, dan perlindungan kesehatan keluarga sejak dari lingkungan terdekat.

Tidak semua krisis kesehatan dimulai dari ruang gawat darurat. Banyak di antaranya justru tumbuh perlahan dari rumah-rumah warga: tekanan darah yang tidak pernah diperiksa, gula darah yang tidak terpantau, anak yang terlambat imunisasi, ibu hamil yang jarang kontrol, hingga lansia yang baru datang ke fasilitas kesehatan ketika penyakit sudah berat.

Inilah wajah nyata pelayanan kesehatan primer yang hari ini perlu diperkuat kembali.

Pelayanan kesehatan primer adalah pintu pertama masyarakat bertemu sistem kesehatan. Di Indonesia, wajah terdekatnya adalah puskesmas, puskesmas pembantu, dan posyandu. Mereka tidak hanya bertugas mengobati, tetapi juga mencegah, mendeteksi, mendampingi, dan memastikan warga tidak jatuh sakit lebih parah.

Dalam naskah akademik yang disusun Siti Nurbaiti, revitalisasi puskesmas dan posyandu diposisikan sebagai strategi penting untuk menggeser layanan kesehatan dari pola kuratif menuju promotif dan preventif.

Baca Juga: Krisis Keamanan Obat dan Self-Medication Remaja: Pembelajaran dari Kasus GGAPA terhadap Risiko Penyakit Pernapasan Urban

Masalahnya, tantangan kesehatan masyarakat hari ini semakin kompleks. Indonesia menghadapi beban ganda penyakit: penyakit menular belum sepenuhnya selesai, sementara penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, kanker, dan gangguan pernapasan kronis terus meningkat.

Dalam kondisi seperti ini, layanan primer tidak boleh lemah. Bila puskesmas dan posyandu tidak aktif melakukan skrining, masyarakat akan terus datang terlambat, ketika penyakit sudah memerlukan biaya besar dan pengobatan panjang.

BeritaTerbaru

Di Balik Senyum Guru, Ada Luka yang Kita Biarkan

Di Balik Senyum Guru, Ada Luka yang Kita Biarkan

Jumat, 21 Nov 2025 14:02 WIB
Tanpa Pesantren, Tak Akan Ada Hari Pahlawan

Tanpa Pesantren, Tak Akan Ada Hari Pahlawan

Senin, 10 Nov 2025 15:47 WIB
Lahirnya Dirjen Pesantren: Akhir Penantian Panjang Dunia Pesantren

Lahirnya Dirjen Pesantren: Akhir Penantian Panjang Dunia Pesantren

Kamis, 23 Okt 2025 14:14 WIB
Menyulam Kolaborasi untuk Kesejahteraan: Refleksi 393 Tahun Kabupaten Tangerang

Menyulam Kolaborasi untuk Kesejahteraan: Refleksi 393 Tahun Kabupaten Tangerang

Selasa, 14 Okt 2025 20:02 WIB

Kementerian Kesehatan juga mulai mendorong Integrasi Layanan Primer (ILP) sebagai bagian dari transformasi kesehatan.

Melalui pendekatan ini, layanan di puskesmas, pustu, dan posyandu disusun berdasarkan siklus hidup: ibu hamil, bayi, balita, anak, remaja, dewasa, hingga lansia. Artinya, setiap warga memiliki jalur layanan yang lebih dekat, lebih terpantau, dan lebih mudah diakses.

Namun transformasi layanan primer tidak cukup hanya dengan perubahan nama program. Ia membutuhkan kepemimpinan yang kuat. Kepala puskesmas tidak lagi cukup menjadi administrator laporan, melainkan harus menjadi pemimpin perubahan.

Ia perlu membaca data wilayah, menggerakkan kader, membangun kerja sama lintas profesi, berkoordinasi dengan kelurahan/desa, sekolah, tokoh masyarakat, hingga memastikan kelompok rentan tidak tertinggal.

Baca Juga: Darurat TBC di Serang: Ketika Anak-Anak Menjadi Korban Pembangunan yang Timpang

Dalam konteks ini, leadership menjadi kunci. Pemimpin layanan primer harus mampu bertanya: wilayah mana yang cakupan imunisasinya rendah? RT mana yang banyak lansianya belum skrining? Keluarga mana yang berisiko stunting? Remaja mana yang belum mendapat edukasi kesehatan reproduksi? Data seperti ini tidak boleh berhenti sebagai angka, tetapi harus berubah menjadi tindakan lapangan.

Selain leadership, advokasi juga menentukan keberhasilan revitalisasi layanan primer. Banyak program kesehatan gagal bukan karena tidak penting, tetapi karena tidak berhasil diperjuangkan dalam ruang kebijakan dan anggaran.

Posyandu membutuhkan kader yang dilatih, alat antropometri yang layak, sistem pencatatan yang rapi, dukungan transportasi, dan insentif yang manusiawi. Puskesmas membutuhkan tenaga kesehatan cukup, sarana pemeriksaan, sistem digital, dan dukungan pemerintah daerah.

Advokasi kesehatan harus mampu menjelaskan kepada pengambil kebijakan bahwa membiayai layanan primer bukan beban, melainkan investasi.

Setiap rupiah untuk imunisasi, skrining hipertensi, pemantauan tumbuh kembang, dan edukasi kesehatan akan jauh lebih murah dibanding membiayai komplikasi stroke, gagal ginjal, penyakit jantung, atau wabah penyakit yang sebenarnya bisa dicegah.

Masyarakat juga perlu dilibatkan. Posyandu tidak boleh hanya ramai ketika ada penimbangan balita, tetapi harus menjadi ruang edukasi keluarga. Remaja perlu masuk dalam layanan kesehatan primer. Lansia perlu dipantau secara berkala. Orang dewasa usia produktif perlu didorong melakukan skrining rutin.

Baca Juga: Retaknya Ruang Aman Bagi Perempuan dan Anak

Keluarga harus memahami bahwa sehat bukan hanya urusan rumah sakit, melainkan kebiasaan yang dibangun sejak rumah dan komunitas.

Digitalisasi layanan juga menjadi peluang besar. Pengiriman hasil skrining PTM melalui aplikasi dan pesan digital, pencatatan imunisasi, serta pemantauan wilayah berbasis data dapat membantu puskesmas bekerja lebih cepat dan akurat.

Tetapi teknologi tidak boleh menggantikan sentuhan manusia. Kader, bidan, perawat, dokter, promotor kesehatan, dan tokoh masyarakat tetap menjadi jembatan utama antara sistem kesehatan dan warga.
Revitalisasi puskesmas dan posyandu pada akhirnya bukan sekadar program teknis.

Ia adalah gerakan untuk mengembalikan kesehatan ke tempat paling dekat dengan masyarakat. Bila layanan primer kuat, maka rumah sakit tidak akan selalu menjadi tujuan pertama. Bila posyandu hidup, keluarga lebih cepat mendapat edukasi. Bila puskesmas responsif, penyakit dapat dicegah sebelum menjadi krisis.

Kesehatan nasional tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan rumah sakit besar, tetapi oleh seberapa kuat layanan dasar bekerja di kampung, desa, kelurahan, gang sempit, sekolah, dan rumah warga.

Karena itu, puskesmas dan posyandu harus dipandang sebagai benteng pertama kesehatan bangsa. Ketika benteng ini kokoh, masyarakat tidak hanya lebih mudah berobat, tetapi lebih mampu mencegah sakit sejak awal.

Baca Juga: Membatasi untuk Melindungi: Pentingnya Aturan Media Sosial bagi Remaja

Dalam konteks pembelajaran Leadership dan Advokasi, Dr. Erniyasih, S.KM., M.K.M. dapat ditempatkan sebagai penguat bahwa revitalisasi layanan primer bukan hanya urusan teknis puskesmas, tetapi agenda kepemimpinan kesehatan.

Pemimpin kesehatan harus mampu mengubah data menjadi keputusan, mengubah program menjadi gerakan, dan mengubah posyandu dari aktivitas rutin menjadi ruang perlindungan kesehatan keluarga.

Catatan ini dapat digunakan sebagai draf validasi akademik yang tetap perlu dimintakan persetujuan sebelum dipublikasikan sebagai kutipan langsung. (*)

Referensi Singkat
Kementerian Kesehatan RI. (2024). -Digitalisasi permudah akses layanan kesehatan primer.
https://kemkes.go.id/id/digitalisasi-permudah-akses-layanan-kesehatan-primer
Kementerian Kesehatan RI. (2024). Memperkuat layanan primer. Mediakom Kemenkes, Oktober 2024.
Kementerian Kesehatan RI. (2023). Integrasi layanan primer melalui posyandu. -https://ayosehat.kemkes.go.id/integrasi-layanan-primer-melalui-posyandu
-World Health Organization. (2020). Operational framework for primary health care: Transforming vision into action. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2018). Declaration of Astana: Global Conference on Primary Health Care. Geneva: WHO.
UNICEF Indonesia. (2023). Indonesia targets low vaccination areas to tackle decline in childhood immunization.

Tags: Dari Pusat Pengobatan Menjadi Pencegahan PenyakitPeran PuskesmasRevitalisasi Posyandu dan Puskesmas
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

IMG_20250912_144908
Kolom

Inklusi Layanan Disabilitas Bukan Ilusi

Jumat, 12 Sep 2025 14:51 WIB
IMG_8130
Kolom

Pengaruh Media Audio Visual untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Berhitung Permulaan (1–10) Anak Usia 4–5 Tahun di PAUD HI Tunas Mandiri

Kamis, 11 Sep 2025 19:12 WIB
IMG-20250818-WA0030
Kolom

80 Tahun Indonesia Merdeka Ala Kampung Santri; Napak Tilas Kemerdekaan Belajar Mengajar, Menjadikan Pesantren sebagai Kluster Ketahanan Pangan Nasional dan Dunia

Selasa, 19 Agu 2025 11:28 WIB
80 Tahun Merdeka: Saatnya Madrasah, Guru, dan Pendidikan Agama Nonformal Menjadi Prioritas Negara
Kolom

80 Tahun Merdeka: Saatnya Madrasah, Guru, dan Pendidikan Agama Nonformal Menjadi Prioritas Negara

Kamis, 14 Agu 2025 15:07 WIB
Perempuan Banten di Persimpangan Jalan
Headline

Perempuan Banten di Persimpangan Jalan

Jumat, 1 Agu 2025 13:27 WIB
IMG-20250722-WA0004
Kolom

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Di Provinsi Banten Setelah Terbentuk Mau Dibawa Kemana ?

Selasa, 22 Jul 2025 09:23 WIB
PORDA XII PEPARPEDA IX Kota Cilegon
PT LKM WTP KAB TANGERANG
WTP Kab Tangerang
Dinkes Tangsel Selamat Idul Adha
DAMKAR Tangsel Selamat Idul Adha
BKPSDM Tangsel Selamat Idul Adha
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Sinar Mas Land Bangun Dairyland BSD City

Sinar Mas Land Bangun Dairyland BSD City

Kamis, 11 Jun 2026 17:11 WIB
Dikabarkan Cerai dengan Didi Mahardika, Begini Tanggapan Cita Rahayu

Dikabarkan Cerai dengan Didi Mahardika, Begini Tanggapan Cita Rahayu

Kamis, 11 Jun 2026 15:15 WIB
Ditangani 7 JPU, Sidang Richard Lee Siap Digelar di PN Tangerang

Ditangani 7 JPU, Sidang Richard Lee Siap Digelar di PN Tangerang

Senin, 8 Jun 2026 13:46 WIB
IMG_20260610_111030

Tinjau Fasilitas Kontingen Popda XII Banten asal Kota Tangerang, Wakil Ketua DPRD: Fasilitas Terbaik

Rabu, 10 Jun 2026 11:13 WIB
Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag Digugat Kader Muhammadiyah ke MK

Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag Digugat Kader Muhammadiyah ke MK

Rabu, 10 Jun 2026 17:45 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.