Selasa, 19 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Headline

Lahirnya Dirjen Pesantren: Akhir Penantian Panjang Dunia Pesantren

Oleh Yana Karyana*

Oleh Deddy Maqsudi
Kamis, 23 Okt 2025 14:14 WIB
Rubrik Headline, Kolom
Lahirnya Dirjen Pesantren: Akhir Penantian Panjang Dunia Pesantren

DIRJEN PESANTREN: Yana Karyana, Pegiat Pendidikan/Pendiri Cendekia Humanika Nusantara Institute. (DOK PRIBADI)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

DI tengah gegap gempita peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2025, kabar bahagia datang dari Istana. Setelah lebih dari enam tahun menanti sejak disahkannya Undang Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, negara akhirnya menunaikan janjinya. Melalui Surat Presiden Nomor B-617/M/D-1/HK.03.00/10/2025 tertanggal 21 Oktober 2025, Presiden Prabowo Subianto secara resmi memerintahkan pembentukan. Direktorat Jenderal Pesantren (Ditjen Pesantren) di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia.

Bagi jutaan santri, kiai, dan keluarga besar pesantren, keputusan ini bukan sekadar berita administratif, melainkan kado terindah dari Presiden di hari yang bersejarah. Di saat dunia pesantren sempat didera luka akibat pemberitaan negatif di salah satu stasiun televisi nasional yang mem-framing pesantren secara keliru dan merendahkan martabatnya, keputusan ini datang sebagai peneguhan kehormatan dan penghargaan negara terhadap pesantren.

Lahirnya Ditjen Pesantren menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak tinggal diam atas stigma yang diarahkan kepada lembaga suci ini. Sebaliknya, negara hadir dengan langkah afirmatif, mengukuhkan pesantren sebagai pilar pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat yang diakui secara resmi dalam struktur pemerintahan. Lebih dari sekadar lembaga pendidikan keagamaan, pesantren adalah penjaga peradaban bangsa. Dalam lanskap sejarah, pesantren telah ada jauh sebelum republik berdiri. Catatan sejarah menunjukkan bahwa pesantren tertua berdiri sekitar tahun 899 Masehi di Peureulak, Aceh, pada masa Kerajaan Islam Peureulak menjadikannya salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Asia Tenggara. Sejak saat itu, pesantren memainkan peran vital dalam menanamkan ilmu, adab, dan semangat kebangsaan di tanah air.

Perjalanan Panjang Menuju Dirjen Pesantren
Usulan pembentukan Ditjen Pesantren sejatinya telah berlangsung lama. Gagasan ini pertama kali diajukan pada 2019, di masa Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, tak lama setelah UU Pesantren disahkan. Namun, dinamika birokrasi membuatnya belum terealisasi. Upaya yang sama kembali diajukan pada 2021 dan 2023 di masa Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, kemudian diteruskan pada 2024 di era Menag Nasaruddin Umar, hingga akhirnya mendapat restu Presiden Prabowo Subianto pada 21 Oktober 2025.

Dengan terbentuknya Ditjen Pesantren, pengelolaan lebih dari 42.000 pondok pesantren di seluruh Indonesia kini akan menjadi lebih efektif, terkoordinasi, dan terintegrasi. Selama ini, urusan pesantren tersebar di berbagai direktorat dari pendidikan diniyah, madrasah, hingga pemberdayaan sehingga kebijakan dan pendataan kerap tumpang tindih. Kini, satu pintu kebijakan akan menghadirkan efisiensi, kejelasan arah, dan data nasional yang lebih akurat.
Kehadiran Ditjen Pesantren juga memperkuat fungsi pesantren dalam tiga ranah utama sebagaimana ditegaskan oleh UU Pesantren, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam pendidikan, Ditjen Pesantren diharapkan memperkuat kurikulum yang berpadu antara tradisi dan ilmu modern, memperluas literasi digital santri, dan meningkatkan kompetensi guru serta tenaga kependidikan.

Dalam dakwah, pesantren menjadi mercusuar Islam wasathiyah, menyebarkan nilai-nilai moderasi, toleransi, dan kebangsaan. Sedangkan dalam pemberdayaan masyarakat, pesantren diharapkan mendorong kemandirian ekonomi melalui koperasi, wakaf produktif, dan unit usaha berbasis santri.
Lebih jauh, kehadiran Ditjen Pesantren juga akan memperkuat kontribusi Kementerian Agama dalam menciptakan kerukunan umat, memperkokoh harmoni antaragama, serta membangun generasi santri yang kuat, cerdas, dan berakhlak mulia. Dengan dukungan kelembagaan yang fokus, pesantren akan semakin siap menjadi pusat pembentukan karakter bangsa di era modern.

BeritaTerbaru

Tim aparat setempat, mengevakuasi korban diduga gantung diri, di Kampung Kedaleman, Desa Ketos, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Senin, (18/5/2026). (ISTIMEWA)

Warga Kibin Kabupaten Serang Ditemukan Gantung Diri Di Rumahnya

Senin, 18 Mei 2026 16:51 WIB
TAMBANG ILEGAL : Tambang ilegal masih beroperasi diwilayah selatan selatan Kabupaten Lebak, teparltnya diwilayah perbatasan dengan Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. (ISTIMEWA)

Rencana Kenaikan Pajak MBLB Didukung, Pemprov Banten Diminta Benahi Tata Kelolanya

Senin, 18 Mei 2026 13:59 WIB
Toko Variasi Mobil di Sepatan Hangus, Kerugian Rp800 Juta

Toko Variasi Mobil di Sepatan Hangus, Kerugian Rp800 Juta

Minggu, 17 Mei 2026 20:01 WIB
Sampah Liar Menumpuk di Jalan Rawa Kucing Neglasari

Sampah Liar Menumpuk di Jalan Rawa Kucing Neglasari

Minggu, 17 Mei 2026 19:05 WIB

Makna dan Tantangan
Pembentukan Ditjen Pesantren bukan sekadar restrukturisasi birokrasi, tetapi pengakuan moral dan politik negara terhadap jasa pesantren. Ia adalah simbol kemitraan strategis antara pemerintah dan umat, antara nilai keagamaan dan arah pembangunan nasional. Namun, pekerjaan besar menanti. Ditjen Pesantren harus memastikan dirinya tidak terjebak dalam rutinitas administratif. Ia harus tumbuh menjadi pusat inovasi dan transformasi ekosistem pesantren, mendorong riset dan publikasi, membangun satu data pesantren nasional, serta memperkuat diplomasi santri di tingkat global.
Langkah Presiden Prabowo Subianto layak diapresiasi karena menuntaskan amanat yang telah lama diperjuangkan para kiai dan pegiat pendidikan Islam. Tetapi apresiasi itu harus disertai pengawalan publik, agar Ditjen Pesantren benar-benar menjadi ruang kolaboratif dan bukan sekadar lembaga seremonial.

Pada akhirnya, sejarah Indonesia tidak bisa dipisahkan dari jejak pesantren dan para santrinya. Dari ruang-ruang kecil yang penuh keikhlasan, kobong, surau, dan mushola, lahir para ulama, pejuang, dan pemimpin bangsa yang menyalakan cahaya peradaban. Pesantren bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi jantung moral bangsa dan laboratorium kebudayaan Islam Nusantara yang memadukan ilmu, adab, dan pengabdian. Dari pesantren Tebuireng, Hadrotus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari menanamkan semangat jihad kebangsaan yang menjadi fondasi moral perjuangan kemerdekaan. Dari Yogyakarta, KH. Ahmad Dahlan membangun gerakan pembaruan melalui pendidikan rasional dan amal sosial. Dari Minangkabau, KH. Agus Salim membawa jiwa santri ke panggung diplomasi dunia. Lalu muncul KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), santri yang mengajarkan kemanusiaan lintas agama, dan KH. Ma’ruf Amin, ulama yang mengawal kebijakan negara dengan kearifan pesantren.

Rantai sejarah ini menunjukkan satu hal yang tak terbantahkan, setiap zaman memiliki santrinya, dan setiap perubahan besar di negeri ini selalu melibatkan tangan-tangan pesantren. Peradaban besar tidak selalu lahir dari istana, tetapi sering berawal dari bilik-bilik sederhana yang dipenuhi doa, ilmu, dan pengabdian. Dari tempat kecil itu, lahir kekuatan besar yang mempengaruhi arah dunia. Indonesia lahir karena santri, tumbuh bersama pesantren, dan akan terus bertahan karena keduanya. Selama nilai-nilai pesantren, keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, cinta ilmu, dan cinta tanah air terus hidup dalam jiwa bangsa, maka Indonesia tak akan kehilangan arah bahkan di tengah badai zaman.

Kini, dengan hadirnya Direktorat Jenderal Pesantren, negara bukan hanya menunaikan amanat undang-undang, tetapi juga mengembalikan pesantren ke panggung sejarahnya yang sejati. Negara akhirnya mengakui bahwa dari pesantrenlah peradaban bangsa ini bertumbuh, dan kepada pesantrenlah masa depan harus berpijak. Selama masih ada santri yang belajar dengan tekun, kiai yang mengajar dengan ikhlas, dan pesantren yang hidup dengan nilai, maka cahaya Indonesia tidak akan pernah padam. Sebab, Indonesia lahir karena santri dan akan selalu bersama santri dan pesantren. (*)

*(Pegiat Pendidikan / Pendiri Cendekia Humanika Nusantara Institute)

Tags: dirjen pesantrenkementerian agamapondok pesantren
Share29TweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, saat membuka acara Peringatan Milad ke-20 Persatuan Guru Madrasah Indonesia Raya (PGMI Raya) Kabupaten Serang tahun 2026, di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren (Ponpes) Bai Mahdi Soleh Ma’mun, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Sabtu (16/5/2026). (ISTIMEWA)
Banten Region

Bupati Zakiyah Naikkan 50 Persen Insentif Guru Madrasah dan Guru Ngaji

Minggu, 17 Mei 2026 18:56 WIB
Hormati Jasa Pejuang, Pemkab Tangerang Pugar Makam Ki Mauk
Headline

Hormati Jasa Pejuang, Pemkab Tangerang Pugar Makam Ki Mauk

Minggu, 17 Mei 2026 18:56 WIB
MEMBERIKAN KETERANGAN : Sekda Banten Deden Apriandhi, memberikan keterangan terkait rencana perubahan tarif pajak MBLB. (ISTIMEWA)
Banten Region

Tingkatkan PAD, Pemprov Banten Kaji Kenaikan Pajak MBLB

Minggu, 17 Mei 2026 14:29 WIB
Hujan deras disertai angin kencang, mengakibatkan tanah tebing di Kampung Cikaler Girang RT 005 RW 001, Desa Cikumbueun, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, longsor dan menimpa dua rumah warga setempat, Sabtu (16/5/2026) petang. (ISTIMEWA)
Banten Region

Tanah Longsor Timpa Dua Rumah Warga Mandalawangi Pandeglang

Minggu, 17 Mei 2026 13:49 WIB
IMG_20260516_161314
Banten Region

695 Koperasi Merah Putih di Banten Sudah Beroperasi

Sabtu, 16 Mei 2026 16:19 WIB
IMG_20260516_100325
Banten Region

Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Lebak

Sabtu, 16 Mei 2026 10:10 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Megawati Balik ke Korea, Gabung Hillstate

Megawati Balik ke Korea, Gabung Hillstate

Selasa, 12 Mei 2026 20:23 WIB
Dua Kloter Jemaah Haji Lebak Diberangkatkan, Ini Pesan Wabup Amir

Dua Kloter Jemaah Haji Lebak Diberangkatkan, Ini Pesan Wabup Amir

Minggu, 17 Mei 2026 14:24 WIB
Tim Resmob Satreskrim Polres Serang, ringkus dua spesialis ganjal kartu ATM, yakni AA (30) dan HE (42), warga Dusun Johar Baru, Desa Putih Doh, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. (ISTIMEWA)

Usai Kuras Tabungan Rp139 Juta Milik Korban, Pelaku Ganjal ATM Dibekuk Tim Polres Serang

Minggu, 17 Mei 2026 07:44 WIB
Wakil Bupati (Wabup) Pandeglang, Iing Andri Supriadi. (DOKUMEN/SATELITNEWS.COM)

Wabup Iing Dorong Pemerintahan Kecamatan Aktif Gali Potensi

Selasa, 12 Mei 2026 18:35 WIB
Misa Kenaikan Yesus di Paroki Tangerang Berlangsung Khidmat, Umat Diajak Rawat Alam

Misa Kenaikan Yesus di Paroki Tangerang Berlangsung Khidmat, Umat Diajak Rawat Alam Ciptaan

Kamis, 14 Mei 2026 20:13 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.