Oleh: R. Bilqis Bunga Nirwana¹, Beni Junedi², Amat Hidayat³*
ABSTRAK
Periode usia 4–5 tahun, dikenal sebagai masa keemasan perkembangan anak, terutama dalam aspek kognitif. Pada tahap ini, anak mulai mengenal konsep angka dan berhitung sederhana. Namun, masih banyak anak usia dini yang kesulitan memahami konsep berhitung, karena metode pembelajaran yang kurang sesuai.
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh media audio visual terhadap kemampuan berhitung permulaan anak usia 4–5 tahun di PAUD HI Tunas Mandiri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian adalah 8 anak. Data dikumpulkan melalui observasi dan dianalisis dengan uji normalitas serta perhitungan N-Gain.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pretest sebesar 7,88 menjadi 16,75 pada posttest. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,7686 termasuk kategori tinggi.
Temuan ini membuktikan bahwa, media audio visual efektif meningkatkan kemampuan berhitung permulaan anak usia dini. Disarankan, agar guru memanfaatkan media audio visual secara lebih intensif dalam pembelajaran berhitung, serta penelitian selanjutnya mengembangkan variasi media berbasis teknologi interaktif.
Kata kunci: media audio visual, berhitung permulaan, kemampuan kognitif, anak usia dini, PAUD
PENDAHULUAN
Usia 4–5 tahun merupakan masa keemasan (golden age) perkembangan anak. Pada tahap ini, perkembangan kognitif berlangsung pesat sehingga penting diberikan stimulasi yang tepat, salah satunya melalui pengenalan kemampuan berhitung permulaan.
Kemampuan berhitung permulaan mencakup keterampilan mengenal angka, menghubungkan angka dengan jumlah benda, serta melakukan penjumlahan dan pengurangan sederhana. Menurut Clements & Sarama (2020), pengenalan numerasi sejak dini membantu anak mengembangkan pemikiran logis, sistematis, dan menjadi dasar untuk keberhasilan belajar matematika di jenjang berikutnya.
Hasil observasi awal di PAUD HI Tunas Mandiri menunjukkan bahwa 75% anak usia 4–5 tahun mengalami kesulitan dalam berhitung permulaan. Mereka hanya mampu menyebutkan angka secara hafalan, belum memahami maknanya, serta kurang mampu menghubungkan lambang bilangan dengan jumlah benda.
Hal ini terjadi karena metode pembelajaran yang digunakan guru masih bersifat konvensional, seperti ceramah, menulis angka, atau bernyanyi tanpa dukungan media visual yang menarik. Akibatnya, anak menjadi cepat bosan, tidak fokus, dan kurang terlibat aktif dalam kegiatan belajar.
Salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah penggunaan media pembelajaran yang menarik dan sesuai karakteristik anak usia dini.
Media audio visual menggabungkan unsur suara dan gambar yang bergerak sehingga dapat merangsang perhatian, memudahkan anak memahami konsep abstrak, dan membuat pembelajaran lebih menyenangkan. Mayer (2017) dalam teori multimedia learning menyebutkan bahwa penyajian informasi melalui kombinasi audio dan visual mampu meningkatkan pemahaman dan daya ingat peserta didik.
Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh media audio visual dalam meningkatkan kemampuan berhitung permulaan (1–10) pada anak usia 4–5 tahun di PAUD HI Tunas Mandiri.
KAJIAN TEORITIK
A. Pembelajaran Anak Usia Dini (4–5 Tahun)
Pembelajaran pada anak usia dini terutama usia 4–5 tahun harus mencerminkan prinsip kebermaknaan (meaningful learning). Materi yang diberikan bukan sekadar hafalan, tetapi harus relevan dengan pengalaman anak sehari-hari. Piaget menyatakan bahwa anak pada tahap praoperasional (2–7 tahun) belajar paling efektif melalui interaksi langsung dengan objek nyata di lingkungan sekitar.
B. Kemampuan Kognitif Berhitung Permulaan Kemampuan berhitung permulaan adalah, keterampilan mengenal angka, menyebutkan angka secara berurutan, menghubungkan angka dengan jumlah benda, serta melakukan operasi hitung sederhana.
Indikator kemampuan berhitung permulaan yaitu menyebutkan angka 1–10, mencocokkan jumlah benda dengan angka, penjumlahan sederhana, pengurangan sederhana, jarimatika.
C. Media Audio Visual
Media audio visual adalah media yang menyampaikan informasi melalui gabungan suara dan gambar bergerak. Adapun media audio visual yang digunakan dalam penelitian ini adalah video pembelajaran interaktif berhitung permulaan 1–10.
Video ini, menampilkan penjelasan dan instruksi guru secara nyata, dipadukan dengan gambar serta suara. Media ini membantu anak lebih fokus, mempermudah memahami konsep abstrak, serta membuat pembelajaran menjadi lebih menarik. Kelebihan media audio visual antara lain mampu menarik perhatian, mengatasi keterbatasan pengalaman anak, dan membuat pembelajaran lebih kontekstual.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini, menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) desain One Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian adalah 8 anak kelompok A usia 4–5 tahun di PAUD HI Tunas Mandiri.
Instrumen penelitian, berupa lembar observasi kemampuan berhitung permulaan dengan indikator menyebutkan angka 1–10, mencocokkan jumlah benda dengan angka, melakukan penjumlahan dan pengurangan sederhana, serta jarimatika. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas dan perhitungan N-Gain untuk mengetahui hasil dari perlakuan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Rata-rata nilai pretest peserta didik adalah 7,88, sedangkan nilai rata-rata posttest mencapai 16,75. Selain itu, hasil perhitungan N-Gain menunjukkan angka rata-rata 0,7686 atau 76,86%, yang termasuk dalam kategori tinggi.
Temuan ini, menunjukkan bahwa media audio visual memberikan pengaruh terhadap peningkatan kognitif berhitung permulaan.
KESIMPULAN
Penggunaan media audio visual, terbukti berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan berhitung permulaan anak usia 4–5 tahun di PAUD HI Tunas Mandiri.
Hal ini ditunjukkan, melalui peningkatan nilai rata-rata dari hasil pretest ke posttest yang signifikan setelah dilakukan pembelajaran menggunakan media audio visual.
Hasil perhitungan N-gain, menunjukkan peningkatan yang tergolong dalam kategori tinggi, yang berarti media audio visual mampu memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan kognitif berhitung permulaan anak.
Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima, yaitu penerapan media audio visual berpengaruh untuk meningkatkan kemampuan kognitif berhitung permulaan (1–10) pada anak usia 4–5 tahun di PAUD HI Tunas Mandiri. (*)
*Penulis adalah Mahasiswa Universitas Bina Bangsa