Sabtu, 24 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Promo Oktober Honda Wahana Artha

Regulasi Apotek Desa, Harapan Baru Atau Angan-angan Baru?

Oleh Mardiana Tirtalaksana
Minggu, 20 Jul 2025 11:45 WIB
Rubrik Kolom
Regulasi Apotek Desa, Harapan Baru Atau Angan-angan Baru?
FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

Oleh : apt.Irwandi Suherman, S.Far*

KESENJANGAN pelayanan kesehatan antara kota dan desa di Indonesia terutama di Provinsi Banten, masih terjadi sampai hari ini, realitas di banyak desa hari ini menunjukkan bahwa akses terhadap obat yang bermutu dan terjangkau masih menjadi persoalan serius.

Masyarakat desa sering kali harus menempuh jarak puluhan kilometer, hanya untuk menebus resep. Di sisi lain, penggunaan obat secara tidak rasional—seperti konsumsi antibiotik tanpa resep—masih marak, akibat rendahnya literasi kesehatan.

Keberadaan Apotek Desa, menjadi angin segar yang menjanjikan. Program ini diklaim, dapat mendekatkan akses obat-obatan yang berkualitas kepada masyarakat pedesaan, yang selama ini kerap menghadapi kendala jarak, keterbatasan tenaga medis, dan minimnya infrastruktur kesehatan. Namun, implementasinya tidak lepas dari berbagai tantangan, yang memerlukan solusi konkret.

Dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/737/2025 ini, pemerintah melalui penyelenggaraan Klinik Desa/Kelurahan dan Apotek Desa/Kelurahan Percontohan, ini mengklaim jadi sarana mempertegas komitmen memperkuat pelayanan kesehatan dasar di tingkat akar rumput.

Langkah ini juga, menjadi bagian penting dari strategi pemerataan pelayanan kesehatan, terutama di wilayah provinsi Banten, yang sebagian besar wilayahnya adalah pedesaan, dimana sebagiannya selama ini terpinggirkan dalam akses obat-obatan berkualitas dan pelayanan kefarmasian.

Baca Juga: Soal Penetapan Idulfitri 2026, Ketua DPW Gema MA Banten: Jadikan Perbedaan sebagai Anugerah

Benarkah semua akan sesuai ekspektasi?, atau hanya angan-angan belaka. Artinya, keberhasilan kebijakan ini sangat ditentukan oleh bagaimana implementasi teknisnya mampu menjawab realitas tantangan di lapangan.

Karena jika kita telaah lagi lebih dalam, Apotek Desa bukan hanya soal keberadaan bangunan dan obat, tapi tentang sistem, sumber daya manusia, tata kelola, dan partisipasi masyarakat.

BeritaTerbaru

Putusan Terbuka, Identitas Terlindungi: Mencari Batas Anonimisasi di Peradilan Kita

Putusan Terbuka, Identitas Terlindungi: Mencari Batas Anonimisasi di Peradilan Kita

Sabtu, 19 Sep 2026 17:46 WIB
Budi Luhur di Kalangan Anggota Dewan dalam Perspektif Psikologis

Budi Luhur di Kalangan Anggota Dewan dalam Perspektif Psikologis

Sabtu, 15 Agu 2026 05:26 WIB
Salah Paham tentang Wakaf Saham

Salah Paham tentang Wakaf Saham

Rabu, 12 Agu 2026 15:21 WIB
Hari Pertama Palang Parkir Otomatis, Pengunjung Stadion Benteng Reborn Terjebak Antrean

Hari Pertama Palang Parkir Otomatis, Pengunjung Stadion Benteng Reborn Terjebak Antrean

Minggu, 2 Agu 2026 20:06 WIB

Apotek Desa sebagaimana diatur dalam KMK No. 737/2025, diharapkan menjadi pusat pelayanan kefarmasian yang terintegrasi dengan Klinik Desa/Kelurahan dan mendukung program Indonesia Sehat melalui pendekatan promotif dan preventif.

Tidak hanya menjual obat, apotek ini juga berperan dalam edukasi masyarakat tentang penggunaan obat rasional, pelaporan efek samping obat, hingga pemantauan terapi pasien kronis seperti hipertensi dan diabetes.

Dalam konteks desa, Apotek Desa juga bisa menjadi simpul penting dalam rantai distribusi logistik kesehatan yang efisien, terutama jika didukung teknologi informasi dan keterlibatan komunitas lokal.

Empat Tantangan Utama Apotek Desa:

Baca Juga: Ketua Gema MA Banten Sebut Pasangan Zakiyah – Najib Pemimpin yang Dinanti Rakyat

Pertama, Kekurangan Tenaga Farmasi. Kenapa penulis menempatkan kekurangan SDM Kefarmasian, jadi faktor penentu pertama, karena seperti yang kita ketahui bersama, bahwa saat ini masih banyak desa belum memiliki apoteker atau tenaga teknis kefarmasian.

Menurut data Kementerian Kesehatan melalui SISDMK per 31 Desember 2024, jumlah apoteker di seluruh Indonesia mencapai 61.450 orang, dan 58 % (sekitar 38.854 orang) berada di Pulau Jawa — yang mencakup provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta.

Jika dibandingkan dengan jumlah desa seluruh indonesia, maka ini masih jauh, tidak seimbang, belum lagi jika bicara pemerataan wilayah, inilah tantangan pertama yang penulis maksud.

Jika kita tarik data berdasarkan profil kesehatan Provinsi Banten tahun 2023, jumlah tenaga kefarmasian di provinsi Banten hanya 1405, yang terdiri dari ahli madya farmasi, asisten apoteker, dan sarjana farmasi, sedangkan jumlah apoteker di provinsi Banten 2023 hanya 1034 orang, ini tantangan besar untuk pemerintah dan organisasi profesi itu sendiri.

Kedua, Distribusi Obat yang Tidak Merata Akses transportasi yang terbatas, membuat pasokan obat ke apotek desa sering terlambat. Selain itu, sistem distribusi yang belum efisien menyebabkan beberapa jenis obat esensial sulit ditemukan.

Yang ketiga, kurangnya Edukasi Masyarakat desa kerap mengandalkan obat warung atau bahkan pengobatan tradisional tanpa pemahaman yang cukup. Tantangan besar ketiga ini yakni bagaimana peran apotek desa menjadi tempat konsultasi masyarakat yang dimanfaatkan secara optimal.

Terakhir, yang keempat, adalah regulasi dan pengawasan, saat ini masih terbilang lemah, minimnya pengawasan pengelolaan obat berisiko tinggi, jumlah SDM Pengawas juga belum seimbang, masih banyak pelanggaran misalnya penjualan obat antibiotik tanpa resep, penyalahgunaan obat-obat tertentu (OOT), ini jadi tantangan yang sangat perlu perhatian khusus, terutama stakeholder yang berkaitan.

Empat Langkah Solusi dan Strategi

Pertama, Selain penguatan SDM Kefarmasian melalui metode rekrutmen dan pemberian insentif, Pemerintah juga perlu mendorong program penempatan apoteker atau tenaga teknis kefarmasian di desa, dengan strategi membangun kemitraan strategis antara pemerintah dan institusi pendidikan farmasi untuk program beasiswa bagi masyarakat desa, dan program magang atau pengabdian tenaga farmasi di desa.

Kedua adalah, Digitalisasi dan Integrasi Logistik Obat Mengintegrasikan Apotek Desa dengan sistem digital distribusi obat berbasis Cloud, e-catalogue, e-Apotek, dan e-Klinik yang bisa mempermudah pemantauan stok dan pengiriman obat. Hal ini juga meminimalisir keterlambatan dan kekurangan.

Yang ketiga, Edukasi dan Kampanye Kesehatan Masyarakat Apotek desa harus difungsikan bukan hanya sebagai tempat penjualan obat, tetapi juga sebagai pusat edukasi. Kolaborasi dengan kader kesehatan, guru, dan tokoh desa dapat membantu menyebarkan informasi tentang penggunaan obat yang rasional.

Ke Empat, Penguatan Regulasi dan Monitoring Dinas kesehatan daerah harus memperketat pengawasan dan pembinaan terhadap pengelolaan Apotek Desa. Pendampingan rutin akan mendorong praktik yang sesuai standar.

Menatap Masa Depan Apotek Desa

Keputusan Menteri ini menjadi pijakan awal yang menjanjikan, namun juga menuntut keseriusan dalam pengawasan dan replikasi model percontohan ke seluruh Indonesia. Dalam jangka panjang, Apotek Desa harus menjadi standar pelayanan kefarmasian nasional di tingkat desa/kelurahan, bukan sekadar proyek percontohan.

Karena jika kita baca secara seksama, regulasi tentang Apotek Desa ini akan menjadi faktor penentu dalam mewujudkan pelayanan kesehatan primer yang merata. Jika dikelola dengan tepat, program ini bisa menjadi ujung tombak dalam menurunkan angka kesakitan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. Namun, peran aktif semua pihak—pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat—sangat krusial dalam mengatasi tantangan yang ada.

Dengan komitmen yang kuat dan solusi yang terarah, Apotek Desa bisa menjadi lebih dari sekadar tempat menjual obat. Ia bisa menjadi pusat kesehatan komunitas yang membawa harapan baru bagi desa-desa di seluruh Indonesia, wabil khusus daerah yang kita cintai Provinsi Banten. (*)

*Penulis Berprofesi Sebagai Apoteker, Ketua GEMA Mathla’ul Anwar Provinsi Banten.

Tags: apotekerIrwandi SuhermanKetua GEMA Mathla'ul Anwar Banten
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

144 Tahun Peradilan Agama: Dari Serambi Masjid Menuju Penjaga Keadilan Modern
Kolom

144 Tahun Peradilan Agama: Dari Serambi Masjid Menuju Penjaga Keadilan Modern

Sabtu, 1 Agu 2026 16:36 WIB
Menakar Peta Jalan Operasional: Jembatani Disparitas Ketahanan Pangan Banten Unggul Berdaulat
Kolom

Menakar Peta Jalan Operasional: Jembatani Disparitas Ketahanan Pangan Banten Unggul Berdaulat

Jumat, 17 Jul 2026 13:10 WIB
Nasib Malang Rupiah
Kolom

Nasib Malang Rupiah

Senin, 13 Jul 2026 20:32 WIB
Membangun Prestasi Olahraga melalui Budaya Evaluasi di Lingkungan KONI
Kolom

Membangun Prestasi Olahraga melalui Budaya Evaluasi di Lingkungan KONI

Rabu, 17 Jun 2026 18:56 WIB
“Revitalisasi Puskesmas dan Posyandu:  Dari Tempat Berobat Menjadi Pusat Pencegahan Penyakit”
Kolom

“Revitalisasi Puskesmas dan Posyandu: Dari Tempat Berobat Menjadi Pusat Pencegahan Penyakit”

Minggu, 14 Jun 2026 08:52 WIB
Krisis Keamanan Obat dan Self-Medication Remaja:  Pembelajaran dari Kasus GGAPA terhadap Risiko Penyakit Pernapasan Urban
Kolom

Krisis Keamanan Obat dan Self-Medication Remaja: Pembelajaran dari Kasus GGAPA terhadap Risiko Penyakit Pernapasan Urban

Jumat, 5 Jun 2026 16:35 WIB
Promo Oktober Honda Wahana Artha Promo Oktober Honda Wahana Artha
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Bank Kerta PT. BPR Kerta Raharja Gemilang Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Bank Kerta PT. BPR Kerta Raharja Gemilang Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Bank Kerta PT. BPR Kerta Raharja Gemilang
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Pendidikan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Pendidikan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Pendidikan
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perhubungan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perhubungan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perhubungan
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perindustrian dan Perdagangan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perindustrian dan Perdagangan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perpustakaan dan Arsip Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perpustakaan dan Arsip Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perpustakaan dan Arsip
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang LKM Artha Kertaraharja Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang LKM Artha Kertaraharja Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang LKM Artha Kertaraharja
500 th Kabupaten Serang Ahmad Muhibbin DPC Gerindra Kab Serang
Selamat Hari Jadi Ke 26 Provinsi Banten DPD HKTI Prov. Banten
Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni

Berita Pilihan

Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Terbitkan Edaran Cegah Pelajar Ikut Demo ke Jakarta

Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Terbitkan Edaran Cegah Pelajar Ikut Demo ke Jakarta

Senin, 19 Okt 2026 20:06 WIB
PEMBUKAAN -- Wagub Banten Achmad Dimyati Natakusumah, membuka kegiatan Kejurnas Catur ke 51, Jumat (23/10/2026). (ISTIMEWA)

Provinsi Banten Tuan Rumah Kejurnas Catur 2026, Diikuti 963 Peserta dari 32 Provinsi

Sabtu, 24 Okt 2026 09:52 WIB
Dua orang ASN Pemkab Serang, menunjukkan seragam Aslinmas. (ISTIMEWA)

Pemkab Serang Siapkan 1.000 Aslinmas Untuk Apel Akbar

Selasa, 20 Okt 2026 14:57 WIB
Gaji ASN Lewat Kopdes, BPKAD Kabupaten Tangerang Tunggu Arahan Pusat

Gaji ASN Lewat Kopdes, BPKAD Kabupaten Tangerang Tunggu Arahan Pusat

Rabu, 21 Okt 2026 16:35 WIB
Turidi Sebut Gedung DPRD Kota Tangerang Bakal Pindah, Ini Tempatnya

Turidi Sebut Gedung DPRD Kota Tangerang Bakal Pindah, Ini Tempatnya

Rabu, 21 Okt 2026 18:25 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.