Jumat, 3 Juli 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

80 Tahun Merdeka: Saatnya Madrasah, Guru, dan Pendidikan Agama Nonformal Menjadi Prioritas Negara

Oleh: Yana Karyana*

Oleh Deddy Maqsudi
Kamis, 14 Agu 2025 15:07 WIB
Rubrik Kolom
80 Tahun Merdeka: Saatnya Madrasah, Guru, dan Pendidikan Agama Nonformal Menjadi Prioritas Negara

HUT KEMERDEKAAN: Yana Karyana, Pemerhati Pendidikan Banten/ Sekretaris Komisi Pendidikan dan Pesantren DPP PK-Tren Indonesia. (DOK PRIBADI)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

INDONESIA segera memasuki usia 80 tahun kemerdekaan pada 17 Agustus 2025. Delapan dekade adalah usia yang matang bagi sebuah bangsa, namun kematangan itu belum sepenuhnya tercermin di sektor pendidikan-terutama pada madrasah dan lembaga pendidikan agama nonformal. Jika kemerdekaan diukur dari kualitas pendidikan mereka, jawabannya pahit: kemerdekaan itu belum sepenuhnya hadir.

Di balik gegap gempita perayaan kemerdekaan, kita masih menemukan guru honorer madrasah yang dibayar di bawah UMR, ruang kelas yang rapuh, laboratorium yang tak pernah ada, dan madrasah diniyah, TPQ, serta pondok pesantren yang hanya mendapat perhatian ketika musim politik tiba.

Madrasah: Pilar Karakter yang Diabaikan
Madrasah tidak lahir untuk menjadi pendidikan kelas dua. Ia memadukan pengetahuan umum dan nilai-nilai agama, membentuk generasi yang cerdas sekaligus berakhlak. Namun realitasnya, madrasah kerap diposisikan sekadar pelengkap dalam sistem pendidikan nasional.

Kurikulum berbasis cinta yang mulai diterapkan di sebagian madrasah adalah langkah maju. Tetapi cinta yang tidak diiringi dukungan kebijakan dan anggaran hanya akan menjadi slogan indah, tanpa kaki untuk berjalan.

Pendidikan Agama Nonformal: Penjaga Moral Bangsa
Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), TPQ, dan Pesantren adalah garda sunyi pendidikan bangsa. Mereka mengajarkan akhlak, disiplin, dan rasa cinta tanah air di luar jam sekolah formal. Namun, sebagian besar berjalan dengan dana swadaya, fasilitas seadanya, dan pengajar yang bekerja tanpa jaminan kesejahteraan.

Jika negara terus meminggirkan mereka, maka yang dipertaruhkan bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi salah satu benteng moral bangsa.

Baca Juga: Pemkab Tangerang Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan Kota Gwangmyeong Korsel

Guru: Pejuang di Garis Depan
Tak akan ada pendidikan berkualitas tanpa guru yang sejahtera. Sayangnya, masih banyak guru madrasah dan pengajar nonformal yang hidup di bawah garis kemiskinan. Mereka diminta mencetak generasi emas, namun harus bergulat dengan kesulitan hidup sehari-hari. Guru yang mengabdi demi membentuk karakter bangsa tidak seharusnya menjadi “pejuang miskin penghargaan”.

Meningkatkan Posisi Tawar Madrasah
Madrasah dan pendidikan agama nonformal kerap memiliki posisi tawar yang lemah di hadapan negara. Perhatian dan dukungan pemerintah sering kali bersifat musiman, menguat menjelang pemilu lalu meredup setelahnya.

BeritaTerbaru

Pola Pikir Ini Diduga Menjadi Penyebab Tingginya Pasutri di Lebak Tak Punya Buku Nikah

Pola Pikir Ini Diduga Menjadi Penyebab Tingginya Pasutri di Lebak Tak Punya Buku Nikah

Minggu, 14 Des 2025 14:16 WIB
Perbedaan Prioritas Budgeting Gen Z: Traveling atau Wedding Dream?

Perbedaan Prioritas Budgeting Gen Z: Traveling atau Wedding Dream?

Senin, 8 Des 2025 21:02 WIB
Di Balik Senyum Guru, Ada Luka yang Kita Biarkan

Di Balik Senyum Guru, Ada Luka yang Kita Biarkan

Jumat, 21 Nov 2025 14:02 WIB
Tanpa Pesantren, Tak Akan Ada Hari Pahlawan

Tanpa Pesantren, Tak Akan Ada Hari Pahlawan

Senin, 10 Nov 2025 15:47 WIB

Sudah saatnya madrasah menjadi subjek utama kebijakan pendidikan nasional, bukan sekadar objek politisasi.

Lima Langkah Konkret Menuju Kemerdekaan Pendidikan
Pertama, pendanaan yang setara dan berkelanjutan. BOS untuk madrasah harus disamakan dengan sekolah umum. Pemerintah juga perlu menyediakan dana operasional khusus untuk madrasah Diniyah, TPQ, dan Pesantren secara rutin, bukan hanya hibah sementara.

Kedua, modernisasi infrastruktur. Anak-anak madrasah berhak mendapatkan fasilitas yang layak: laboratorium, perpustakaan, akses internet, dan sarana digital yang memadai. Digitalisasi di madrasah adalah kebutuhan, bukan kemewahan.

Ketiga, kesejahteraan guru yang manusiawi. Semua guru, baik formal maupun nonformal, harus menerima gaji minimal setara UMR. Guru di wilayah 3T layak mendapat insentif khusus, jaminan kesehatan, dan fasilitas perumahan agar dapat mengajar dengan tenang.

Baca Juga: Gubernur Banten Tegaskan Pelanggar SPMB Ditindak

Keempat, legalitas dan pengakuan resmi. Madrasah Diniyah, TPQ, dan pesantren harus diakui setara dalam sistem pendidikan nasional. Guru dan ustaz perlu mendapatkan pelatihan dan sertifikasi sebagai bentuk penghargaan atas perannya.

Kelima, kebijakan yang bebas dari politisasi. Pendidikan tidak boleh dijadikan komoditas politik. Bantuan dan dukungan harus berbasis pada kebutuhan riil, bukan agenda elektoral.

Penutup: Kemerdekaan yang Menyentuh Kehidupan Nyata
Kemerdekaan sejati bukan sekadar parade atau pidato. Ia nyata ketika guru tidak lagi khawatir soal makan besok, ketika madrasah memiliki fasilitas setara dengan sekolah negeri, dan ketika madrasah diniyah serta pesantren dihargai sama pentingnya dalam membangun bangsa.

Jika kita menunggu hingga usia 100 tahun untuk memperbaiki pendidikan agama nonformal, berarti kita dengan sadar mengorbankan generasi emas yang ada di depan mata. Kemerdekaan pendidikan harus dimulai sekarang dengan keberanian politik, keseriusan kebijakan, dan komitmen moral yang tidak tergoyahkan. (*)

*(Pemerhati Pendidikan Banten/ Sekretaris Komisi Pendidikan dan Pesantren DPP PK-Tren Indonesia)

Tags: hut kemerdekaanmadrasahPENDIDIKAN
Share1TweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Lahirnya Dirjen Pesantren: Akhir Penantian Panjang Dunia Pesantren
Headline

Lahirnya Dirjen Pesantren: Akhir Penantian Panjang Dunia Pesantren

Kamis, 23 Okt 2025 14:14 WIB
Menyulam Kolaborasi untuk Kesejahteraan: Refleksi 393 Tahun Kabupaten Tangerang
Kolom

Menyulam Kolaborasi untuk Kesejahteraan: Refleksi 393 Tahun Kabupaten Tangerang

Selasa, 14 Okt 2025 20:02 WIB
Kolom

Inklusi Layanan Disabilitas Bukan Ilusi

Jumat, 12 Sep 2025 14:51 WIB
Kolom

Pengaruh Media Audio Visual untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Berhitung Permulaan (1–10) Anak Usia 4–5 Tahun di PAUD HI Tunas Mandiri

Kamis, 11 Sep 2025 19:12 WIB
Kolom

80 Tahun Indonesia Merdeka Ala Kampung Santri; Napak Tilas Kemerdekaan Belajar Mengajar, Menjadikan Pesantren sebagai Kluster Ketahanan Pangan Nasional dan Dunia

Selasa, 19 Agu 2025 11:28 WIB
Perempuan Banten di Persimpangan Jalan
Headline

Perempuan Banten di Persimpangan Jalan

Jumat, 1 Agu 2025 13:27 WIB
UMN HUT Satelit News 2026
SARI ASIH Tangerang HUT Satelit News 2026
PARTAI DEMOKRAT DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
FRAKSI PDI P DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPORABUDPAR Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPERINDAG Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISHUB TANGSEL HUT Satelit News 2026
DINSOS Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
Dinas PERKIM Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
BPBD Kota Tangerang HUT Satelit News 2026
PORDA XII PEPARPEDA IX Kota Cilegon
PT LKM WTP KAB TANGERANG
WTP Kab Tangerang

Berita Pilihan

Bupati Tangerang Pastikan Pengungsi Korban Asap TPA Jatiwaringin Terlayani

Bupati Tangerang Pastikan Pengungsi Korban Asap TPA Jatiwaringin Terlayani

Rabu, 1 Jul 2026 15:37 WIB
Pemkab Tangerang Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan Kota Gwangmyeong Korsel

Pemkab Tangerang Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan Kota Gwangmyeong Korsel

Kamis, 2 Jul 2026 20:47 WIB
Di Medan, Wali kota Tangerang Tanam Pohon Duku

Di Medan, Wali kota Tangerang Tanam Pohon Duku

Kamis, 2 Jul 2026 13:02 WIB
Komite MTsN 1 Tangsel Minta Sumbangan Rp2,95 Juta

Komite MTsN 1 Tangsel Minta Sumbangan Rp2,95 Juta

Selasa, 30 Jun 2026 19:07 WIB
Budi Prasetyo Pimpin Golkar Kecamatan Tangerang 2026-2031

Budi Prasetyo Pimpin Golkar Kecamatan Tangerang Periode 2026-2031

Minggu, 28 Jun 2026 17:57 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.