Minggu, 13 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

80 Tahun Merdeka: Saatnya Madrasah, Guru, dan Pendidikan Agama Nonformal Menjadi Prioritas Negara

Oleh: Yana Karyana*

Oleh Deddy Maqsudi
Kamis, 14 Agu 2025 15:07 WIB
Rubrik Kolom
80 Tahun Merdeka: Saatnya Madrasah, Guru, dan Pendidikan Agama Nonformal Menjadi Prioritas Negara

HUT KEMERDEKAAN: Yana Karyana, Pemerhati Pendidikan Banten/ Sekretaris Komisi Pendidikan dan Pesantren DPP PK-Tren Indonesia. (DOK PRIBADI)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

INDONESIA segera memasuki usia 80 tahun kemerdekaan pada 17 Agustus 2025. Delapan dekade adalah usia yang matang bagi sebuah bangsa, namun kematangan itu belum sepenuhnya tercermin di sektor pendidikan-terutama pada madrasah dan lembaga pendidikan agama nonformal. Jika kemerdekaan diukur dari kualitas pendidikan mereka, jawabannya pahit: kemerdekaan itu belum sepenuhnya hadir.

Di balik gegap gempita perayaan kemerdekaan, kita masih menemukan guru honorer madrasah yang dibayar di bawah UMR, ruang kelas yang rapuh, laboratorium yang tak pernah ada, dan madrasah diniyah, TPQ, serta pondok pesantren yang hanya mendapat perhatian ketika musim politik tiba.

Madrasah: Pilar Karakter yang Diabaikan
Madrasah tidak lahir untuk menjadi pendidikan kelas dua. Ia memadukan pengetahuan umum dan nilai-nilai agama, membentuk generasi yang cerdas sekaligus berakhlak. Namun realitasnya, madrasah kerap diposisikan sekadar pelengkap dalam sistem pendidikan nasional.

Kurikulum berbasis cinta yang mulai diterapkan di sebagian madrasah adalah langkah maju. Tetapi cinta yang tidak diiringi dukungan kebijakan dan anggaran hanya akan menjadi slogan indah, tanpa kaki untuk berjalan.

Pendidikan Agama Nonformal: Penjaga Moral Bangsa
Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), TPQ, dan Pesantren adalah garda sunyi pendidikan bangsa. Mereka mengajarkan akhlak, disiplin, dan rasa cinta tanah air di luar jam sekolah formal. Namun, sebagian besar berjalan dengan dana swadaya, fasilitas seadanya, dan pengajar yang bekerja tanpa jaminan kesejahteraan.

Jika negara terus meminggirkan mereka, maka yang dipertaruhkan bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi salah satu benteng moral bangsa.

Baca Juga: Perubahan APBD 2026: Pemkot Tangsel Tambah Anggaran Pendidikan, Kesehatan hingga Infrastruktur

Guru: Pejuang di Garis Depan
Tak akan ada pendidikan berkualitas tanpa guru yang sejahtera. Sayangnya, masih banyak guru madrasah dan pengajar nonformal yang hidup di bawah garis kemiskinan. Mereka diminta mencetak generasi emas, namun harus bergulat dengan kesulitan hidup sehari-hari. Guru yang mengabdi demi membentuk karakter bangsa tidak seharusnya menjadi “pejuang miskin penghargaan”.

Meningkatkan Posisi Tawar Madrasah
Madrasah dan pendidikan agama nonformal kerap memiliki posisi tawar yang lemah di hadapan negara. Perhatian dan dukungan pemerintah sering kali bersifat musiman, menguat menjelang pemilu lalu meredup setelahnya.

BeritaTerbaru

Budi Luhur di Kalangan Anggota Dewan dalam Perspektif Psikologis

Budi Luhur di Kalangan Anggota Dewan dalam Perspektif Psikologis

Sabtu, 15 Agu 2026 05:26 WIB
Salah Paham tentang Wakaf Saham

Salah Paham tentang Wakaf Saham

Rabu, 12 Agu 2026 15:21 WIB
Hari Pertama Palang Parkir Otomatis, Pengunjung Stadion Benteng Reborn Terjebak Antrean

Hari Pertama Palang Parkir Otomatis, Pengunjung Stadion Benteng Reborn Terjebak Antrean

Minggu, 2 Agu 2026 20:06 WIB
144 Tahun Peradilan Agama: Dari Serambi Masjid Menuju Penjaga Keadilan Modern

144 Tahun Peradilan Agama: Dari Serambi Masjid Menuju Penjaga Keadilan Modern

Sabtu, 1 Agu 2026 16:36 WIB

Sudah saatnya madrasah menjadi subjek utama kebijakan pendidikan nasional, bukan sekadar objek politisasi.

Lima Langkah Konkret Menuju Kemerdekaan Pendidikan
Pertama, pendanaan yang setara dan berkelanjutan. BOS untuk madrasah harus disamakan dengan sekolah umum. Pemerintah juga perlu menyediakan dana operasional khusus untuk madrasah Diniyah, TPQ, dan Pesantren secara rutin, bukan hanya hibah sementara.

Kedua, modernisasi infrastruktur. Anak-anak madrasah berhak mendapatkan fasilitas yang layak: laboratorium, perpustakaan, akses internet, dan sarana digital yang memadai. Digitalisasi di madrasah adalah kebutuhan, bukan kemewahan.

Ketiga, kesejahteraan guru yang manusiawi. Semua guru, baik formal maupun nonformal, harus menerima gaji minimal setara UMR. Guru di wilayah 3T layak mendapat insentif khusus, jaminan kesehatan, dan fasilitas perumahan agar dapat mengajar dengan tenang.

Baca Juga: Kampung Darling Edukasi Anak Pilah Sampah dan Budi Daya Maggot

Keempat, legalitas dan pengakuan resmi. Madrasah Diniyah, TPQ, dan pesantren harus diakui setara dalam sistem pendidikan nasional. Guru dan ustaz perlu mendapatkan pelatihan dan sertifikasi sebagai bentuk penghargaan atas perannya.

Kelima, kebijakan yang bebas dari politisasi. Pendidikan tidak boleh dijadikan komoditas politik. Bantuan dan dukungan harus berbasis pada kebutuhan riil, bukan agenda elektoral.

Penutup: Kemerdekaan yang Menyentuh Kehidupan Nyata
Kemerdekaan sejati bukan sekadar parade atau pidato. Ia nyata ketika guru tidak lagi khawatir soal makan besok, ketika madrasah memiliki fasilitas setara dengan sekolah negeri, dan ketika madrasah diniyah serta pesantren dihargai sama pentingnya dalam membangun bangsa.

Jika kita menunggu hingga usia 100 tahun untuk memperbaiki pendidikan agama nonformal, berarti kita dengan sadar mengorbankan generasi emas yang ada di depan mata. Kemerdekaan pendidikan harus dimulai sekarang dengan keberanian politik, keseriusan kebijakan, dan komitmen moral yang tidak tergoyahkan. (*)

*(Pemerhati Pendidikan Banten/ Sekretaris Komisi Pendidikan dan Pesantren DPP PK-Tren Indonesia)

Tags: hut kemerdekaanmadrasahPENDIDIKAN
Share1TweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Menakar Peta Jalan Operasional: Jembatani Disparitas Ketahanan Pangan Banten Unggul Berdaulat
Kolom

Menakar Peta Jalan Operasional: Jembatani Disparitas Ketahanan Pangan Banten Unggul Berdaulat

Jumat, 17 Jul 2026 13:10 WIB
Nasib Malang Rupiah
Kolom

Nasib Malang Rupiah

Senin, 13 Jul 2026 20:32 WIB
Membangun Prestasi Olahraga melalui Budaya Evaluasi di Lingkungan KONI
Kolom

Membangun Prestasi Olahraga melalui Budaya Evaluasi di Lingkungan KONI

Rabu, 17 Jun 2026 18:56 WIB
“Revitalisasi Puskesmas dan Posyandu:  Dari Tempat Berobat Menjadi Pusat Pencegahan Penyakit”
Kolom

“Revitalisasi Puskesmas dan Posyandu: Dari Tempat Berobat Menjadi Pusat Pencegahan Penyakit”

Minggu, 14 Jun 2026 08:52 WIB
Krisis Keamanan Obat dan Self-Medication Remaja:  Pembelajaran dari Kasus GGAPA terhadap Risiko Penyakit Pernapasan Urban
Kolom

Krisis Keamanan Obat dan Self-Medication Remaja: Pembelajaran dari Kasus GGAPA terhadap Risiko Penyakit Pernapasan Urban

Jumat, 5 Jun 2026 16:35 WIB
Darurat TBC di Serang: Ketika Anak-Anak Menjadi Korban Pembangunan yang Timpang
Kolom

Darurat TBC di Serang: Ketika Anak-Anak Menjadi Korban Pembangunan yang Timpang

Jumat, 29 Mei 2026 13:19 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

GAK Level III, Abu Vulkanik Terjang 7 Kecamatan di Kabupaten Serang

GAK Level III, Abu Vulkanik Terjang 7 Kecamatan di Kabupaten Serang

Minggu, 6 Sep 2026 16:29 WIB
SIM Keliling Kota Tangerang Senin 7 September, Cek Lokasinya

SIM Keliling Kota Tangerang Selasa 8 September, Cek Lokasinya

Selasa, 8 Sep 2026 07:50 WIB
Abu Gunung Anak Krakatau, Warga Kota Tangerang Diminta Waspada

Abu Gunung Anak Krakatau, Warga Kota Tangerang Diminta Waspada

Minggu, 6 Sep 2026 15:12 WIB
Belum Daftar SLHS, 1.999 Dapur MBG Ditutup Sementara

Belum Daftar SLHS, 1.999 Dapur MBG Ditutup Sementara

Rabu, 9 Sep 2026 07:42 WIB
Bupati Dewi: Purna Tugas Sebagai ASN Bukan Akhir Pengabdian

Bupati Dewi: Purna Tugas Sebagai ASN Bukan Akhir Pengabdian

Senin, 7 Sep 2026 20:01 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.