SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, akan melakukan pengawasan ketat terhadap hewan kurban di lapak pedagang, maupun herwan kurban bantuan 1000 ekor kambing dan satu ekor sapi presiden. Hal tersebut dilakukan, untuk memastikan hewan kurban aman dikonsumsi oleh masyarakat.
Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suhardjo mengatakan, bahwa untuk pengawasan hewan kurban di lapak pedagang pihaknya akan mulai keliling pada 18 April hingga H-1 hari raya Idhul adha. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan pengawasan pasca penyembelihan hewan qurban pada hari H.
“Kita kedepankan prinsip ASUH, Aman Sehat, Utuh dan Halal,” kata Suhardjo, saat ditemui di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Serang, Selasa (12/5/2026).
Suhardjo menuturkan, ada beberapa penyakit yang memang perlu di waspadai pada hewan kurban, penyakit tersebut antara lain Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kemudian penyakit pada hati hewan.
“Kalau untuk Antraks di Indonesia sudah tidak ada, tapi memang endemiknya perlu di waspadai, surat keterangan asalnya perlu kita lihat. Sedangkan PMK masih ada, seperti Jawa Barat, tapi sekarang sudah beres,” tuturnya.
Suhardjo mengungkapkan, untuk memastikan hewan kurban aman untuk disembelih dan dikonsumsi, pihaknya akan mewajibkan hewan kurban yang masuk ke Kabupaten Serang sudah divaksin.
“Kita akan periksa dokumennya sudah divaksin atau belum, kemudian kita juga akan ambil sampel darah, kalau terpapar penyakit kita akan isolasi dulu jangan sampai menular ke peternak yang ada di kita,” tuturnya lagi.
Suhardjo menyampaikan, ada tiga lokus yang menjadi target pengawasan, pertama di lapak lapak pedagang, kemudian kedua 1000 ekor hewan kurban bantuan dari PT Kurma Adzwa Farm (KAF) untuk Kabupaten Serang dan 1 ekor sapi bobot satu ton bantuan presiden Prabowo Subianto yang akan disalurkan di Mancak.
“Kita punya personil dokter hewan 4 orang, tapi kita berdayakan teman teman penyuluh, kita penyuluh ada 123 orang, sebagian akan kita berdayakan untuk melakukan pengawasan,” pungkasnya. (sidik)