Minggu, 13 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Darurat TBC di Serang: Ketika Anak-Anak Menjadi Korban Pembangunan yang Timpang

Oleh: Theresia Healthy Octafri Saragih Sidabalok*

Oleh Deddy Maqsudi
Jumat, 29 Mei 2026 13:19 WIB
Rubrik Kolom
Darurat TBC di Serang: Ketika Anak-Anak Menjadi Korban Pembangunan yang Timpang

DARURAT TBC: Theresia Healthy Octafri Saragih Sidabalok, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, FISIP UNTIRTA. (DOK PRIBADI)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

KABUPATEN Serang, Banten tengah bergulat dengan darurat tuberkolosis (TBC) yang mengkhawatirkan bagi kesehatan publik. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Serang mencatat sekitar 2.000 warga positif TBC hingga November 2025, menjadikan penyakit ini salah satu beban utama kesehatan masyarakat.

Dari jumlah itu, tercatat 452 anak terinfeksi TBC pada periode Januari hingga September 2025 dan kasus TBC anak menyebar di berbagai kecamatan. Angka tersebut sudah mencapai sekitar 60 persen dari target penemuan kasus tahunan, sehingga menggambarkan penularan yang masif di komunitas. Wilayah padat aktivitas seperti pondok pesantren, sekolah, dan kawasan permukiman padat menjadi titik rawan penularan yang sulit dikendalikan. Situasi ini tidak berhenti pada deretan angka, melainkan memperlihatkan rapuhnya perlindungan negara terhadap kelompok paling rentan, yaitu anak-anak.

Penularan TBC di Serang tidak terjadi di ruang kosong, tetapi sangat dipengaruhi kondisi sosial, ekonomi, dan tata ruang wilayah. Kepadatan penduduk di kecamatan seperti Kramatwatu dan kawasan permukiman kumuh membuat bakteri TBC lebih mudah berpindah dari orang dewasa ke anak-anak melalui kontak sehari-hari.

Di sisi lain, banyak keluarga berpenghasilan rendah tinggal di rumah sempit dengan ventilasi buruk, sehingga udara tidak bersirkulasi dengan baik dan meningkatkan risiko infeksi. Dinkes Kabupaten Serang mencatat capaian terapi pencegahan TBC (TPT) anak baru sekitar 27 persen dari target 9.000 penerima, yang berarti sebagai besar anak berisiko belum terlindung optimal. Padahal, TPT berperan penting memutus rantai penularan di rumah tangga dan lingkungan sekitar. Kondisi ini diperburuk dengan munculnya sekitar 32 kasus TBC resistensi obat yang memerlukan pengobatan lebih lama, rumit, dan mahal. Ketika akses layanan kesehatan berkualitas di desa dan wilayah pinggiran dibanding kawasan kota, anak-anak dari keluarga miskin kembali menjadi pihak yang paling dirugikan.

Pembangunan di Kabupaten Serang selama ini kerap menonjolkan proyek fisik dan kawasan industri, sementara investasi pada kesehatan dasar berjalan lebih lambat. Di banyak desa dan kampung pinggiran, fasilitas kesehatan seperti puskesmas pembantu, posyandu aktif, serta layanan skrining TBC belum tersebar merata dan belum sepenuhnya responsif terhadap kebutuhan warga. Akibatnya, penemuan kasus TBC sering terlambat karena masyarakat lebih dulu mencari pengobatan ke warung obat atau dukun, bukan ke fasilitas kesehatan formal.

Ketimpangan ini memperlihatkan bahwa indikator keberhasilan pembangunan masih terlalu fokus pada infrastruktur, bukan pada kualitas hidup dan kesehatan warga desa-kota. Anak-anak yang tumbuh di lingkungan padat, dekat kawasan industri, dengan akses kesehatan terbatas, menanggung beban ganda: polusi, gizi yang tidak selalu baik, dan paparan TBC dalam jangka panjang. Jika pola pembangunan seperti ini dibiarkan, maka TBC akan terus menjadi penyakit kemiskinan yang diwariskan lintas generasi. Dalam perspektif keadilan sosial, situasi ini jelas bertentangan dengan cita-cita pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga: Nelayan Normalisasi Sungai Pakai Cangkul, Aktivis Serang Raya: Pemerintah Kemana ?

Pemerintah daerah sebenarnya telah menunjukkan komitmen formal melalui berbagai program penanggulangan TBC. Kabupaten Serang menjadi bagian dari upaya Provinsi Banten dalam gerakan eliminasi TBC melalui program seperti Kick Off TOSS TBC yang menekankan temukan, obati, sampai sembuh. Dinkes juga melakukan skrining aktif di lokasi berisiko seperti pesantren, sekolah, dan lingkungan padat penduduk untuk meningkatkan deteksi kasus sedini mungkin. Di tingkat kota, Dinkes Kota Serang bahkan meraih penghargaan nasional untuk program deteksi dini TBC, yang dapat menjadi contoh praktik baik bagi kabupaten sekitar.

Namun, komitmen dan penghargaan tidak boleh berhenti di tataran seremonial atau slogan. Tantangan terbesar justru ada pada konsistensi anggaran, ketersediaan tenaga kesehatan di lapangan, dan pengawasan jangka panjang terhadap pengobatan pasien. Tanpa penguatan ketiga aspek tersebut, target eliminasi TBC pada 2030 hanya akan menjadi janji di atas kertas, bukan perubahan nyata di kampung-kampung Serang.

BeritaTerbaru

Budi Luhur di Kalangan Anggota Dewan dalam Perspektif Psikologis

Budi Luhur di Kalangan Anggota Dewan dalam Perspektif Psikologis

Sabtu, 15 Agu 2026 05:26 WIB
Salah Paham tentang Wakaf Saham

Salah Paham tentang Wakaf Saham

Rabu, 12 Agu 2026 15:21 WIB
Hari Pertama Palang Parkir Otomatis, Pengunjung Stadion Benteng Reborn Terjebak Antrean

Hari Pertama Palang Parkir Otomatis, Pengunjung Stadion Benteng Reborn Terjebak Antrean

Minggu, 2 Agu 2026 20:06 WIB
144 Tahun Peradilan Agama: Dari Serambi Masjid Menuju Penjaga Keadilan Modern

144 Tahun Peradilan Agama: Dari Serambi Masjid Menuju Penjaga Keadilan Modern

Sabtu, 1 Agu 2026 16:36 WIB

Menyikapi darurat TBC di Serang, ada beberapa langkah mendesak yang perlu segera ditempuh secara terpadu. Pertama, pemerintah daerah perlu menaikkan prioritas anggaran kesehatan, khususnya untuk program TBC anak dan perluasan TPT, agar cakupan perlindungan tidak lagi berhenti di angka 27 persen dari target.

Kedua, integrasi dana desa untuk memperkuat posyandu dan kegiatan skrining mandiri sangat penting, sehingga penemuan kasus bisa dilakukan lebih dekat dengan warga dan tidak bergantung pada inisiatif datang ke puskesmas.

Ketiga, sekolah, pesantren, dan tempat ibadah harus dilibatkan sebagai simpul edukasi publik tentang gejala TBC, pentingnya minum obat sampai tuntas, serta pencegahan stigma terhadap pasien.

Keempat, pemanfaatan teknologi sederhana seperti aplikasi pelaporan kasus oleh kader kesehatan bisa membantu mempercepat respons dan pemantauan pasien yang berisiko putus obat.

Baca Juga: 5 Perempuan Diduga PSK Diamankan Dalam Operasi Pekat Gabungan di Kabupaten Serang

Kelima, kolaborasi dengan organisasi masyarakat sipil dan perguruan tinggi dapat memperkuat riset dan advokasi berbasis data agar kebijakan tidak diambil secara spekulatif.

Akhirnya, darurat TBC di Kabupaten Serang harus dilihat sebagai peringatan keras tentang arah pembangunan yang selama ini ditempuh. Ketika anak-anak tetap terinfeksi TBC dalam jumlah ratusan, itu artinya ada yang keliru dalam cara merencanakan dan membagi manfaat pembangunan antara pusat kota dan wilayah pinggiran. Perlindungan kesehatan anak semestinya tidak boleh kalah penting dibanding perluasan kawasan industri, pelebaran jalan, atau proyek fisik lainnya.

Masyarakat, akademisi, dan media mempunyai peran penting untuk terus mengawal isu ini agar tidak tenggelam oleh hiruk-pikuk isu politik jangka pendek. Opini publik yang kuat dan berbasis data dapat mendorong pemerintah mempercepat langkah, memperbaiki tata kelola program, dan memastikan tidak ada lagi anak Serang yang harus kehilangan masa depan karena TBC. Darurat TBC bukan sekadar masalah medis, melainkan ujian moral dan politik bagi semua pemangku kepentingan di Kabupaten Serang. (*)

 

*(Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, FISIP UNTIRTA)

Tags: darurat tbcKabupaten Serangkota serang
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Menakar Peta Jalan Operasional: Jembatani Disparitas Ketahanan Pangan Banten Unggul Berdaulat
Kolom

Menakar Peta Jalan Operasional: Jembatani Disparitas Ketahanan Pangan Banten Unggul Berdaulat

Jumat, 17 Jul 2026 13:10 WIB
Nasib Malang Rupiah
Kolom

Nasib Malang Rupiah

Senin, 13 Jul 2026 20:32 WIB
Membangun Prestasi Olahraga melalui Budaya Evaluasi di Lingkungan KONI
Kolom

Membangun Prestasi Olahraga melalui Budaya Evaluasi di Lingkungan KONI

Rabu, 17 Jun 2026 18:56 WIB
“Revitalisasi Puskesmas dan Posyandu:  Dari Tempat Berobat Menjadi Pusat Pencegahan Penyakit”
Kolom

“Revitalisasi Puskesmas dan Posyandu: Dari Tempat Berobat Menjadi Pusat Pencegahan Penyakit”

Minggu, 14 Jun 2026 08:52 WIB
Krisis Keamanan Obat dan Self-Medication Remaja:  Pembelajaran dari Kasus GGAPA terhadap Risiko Penyakit Pernapasan Urban
Kolom

Krisis Keamanan Obat dan Self-Medication Remaja: Pembelajaran dari Kasus GGAPA terhadap Risiko Penyakit Pernapasan Urban

Jumat, 5 Jun 2026 16:35 WIB
Retaknya Ruang Aman Bagi Perempuan dan Anak
Kolom

Retaknya Ruang Aman Bagi Perempuan dan Anak

Senin, 25 Mei 2026 15:24 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Turidi Imbau Warga Tangerang Waspada Abu Vulkanik

Turidi Imbau Warga Tangerang Waspada Abu Vulkanik

Minggu, 6 Sep 2026 20:54 WIB
BERI KETERANGAN -- Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya di dampingi para pejabat saat akan menghadiri rapat paripurna pembahasan Raperda Perubahan APBD 2026 di DPRD Lebak, Kamis (10/9/2026). (MULYANA/SATELITNEWS.COM)

Anggaran Belanja Snack Pemkab Lebak Rp3,1 Miliar Dipangkas

Kamis, 10 Sep 2026 17:34 WIB

HUT ke-24, Polsek Serpong Santuni Anak Yatim dan Doakan Lima Jurnalis Hilang

Sabtu, 12 Sep 2026 12:02 WIB

Perbaikan Jalan di Kota Tangerang Rampung Bertahap, PJU Diperbaiki

Sabtu, 12 Sep 2026 08:21 WIB
Kegiatan CKG di wilayah Provinsi Banten. (ISTIMEWA)

CKG di Banten Diklaim Tembus 53,69 Persen, Hipertensi dan Diabet Mendominasi

Kamis, 10 Sep 2026 16:44 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.