Rabu, 22 Juli 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Darurat TBC di Serang: Ketika Anak-Anak Menjadi Korban Pembangunan yang Timpang

Oleh: Theresia Healthy Octafri Saragih Sidabalok*

Oleh Deddy Maqsudi
Jumat, 29 Mei 2026 13:19 WIB
Rubrik Kolom
Darurat TBC di Serang: Ketika Anak-Anak Menjadi Korban Pembangunan yang Timpang

DARURAT TBC: Theresia Healthy Octafri Saragih Sidabalok, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, FISIP UNTIRTA. (DOK PRIBADI)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

KABUPATEN Serang, Banten tengah bergulat dengan darurat tuberkolosis (TBC) yang mengkhawatirkan bagi kesehatan publik. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Serang mencatat sekitar 2.000 warga positif TBC hingga November 2025, menjadikan penyakit ini salah satu beban utama kesehatan masyarakat.

Dari jumlah itu, tercatat 452 anak terinfeksi TBC pada periode Januari hingga September 2025 dan kasus TBC anak menyebar di berbagai kecamatan. Angka tersebut sudah mencapai sekitar 60 persen dari target penemuan kasus tahunan, sehingga menggambarkan penularan yang masif di komunitas. Wilayah padat aktivitas seperti pondok pesantren, sekolah, dan kawasan permukiman padat menjadi titik rawan penularan yang sulit dikendalikan. Situasi ini tidak berhenti pada deretan angka, melainkan memperlihatkan rapuhnya perlindungan negara terhadap kelompok paling rentan, yaitu anak-anak.

Penularan TBC di Serang tidak terjadi di ruang kosong, tetapi sangat dipengaruhi kondisi sosial, ekonomi, dan tata ruang wilayah. Kepadatan penduduk di kecamatan seperti Kramatwatu dan kawasan permukiman kumuh membuat bakteri TBC lebih mudah berpindah dari orang dewasa ke anak-anak melalui kontak sehari-hari.

Di sisi lain, banyak keluarga berpenghasilan rendah tinggal di rumah sempit dengan ventilasi buruk, sehingga udara tidak bersirkulasi dengan baik dan meningkatkan risiko infeksi. Dinkes Kabupaten Serang mencatat capaian terapi pencegahan TBC (TPT) anak baru sekitar 27 persen dari target 9.000 penerima, yang berarti sebagai besar anak berisiko belum terlindung optimal. Padahal, TPT berperan penting memutus rantai penularan di rumah tangga dan lingkungan sekitar. Kondisi ini diperburuk dengan munculnya sekitar 32 kasus TBC resistensi obat yang memerlukan pengobatan lebih lama, rumit, dan mahal. Ketika akses layanan kesehatan berkualitas di desa dan wilayah pinggiran dibanding kawasan kota, anak-anak dari keluarga miskin kembali menjadi pihak yang paling dirugikan.

Pembangunan di Kabupaten Serang selama ini kerap menonjolkan proyek fisik dan kawasan industri, sementara investasi pada kesehatan dasar berjalan lebih lambat. Di banyak desa dan kampung pinggiran, fasilitas kesehatan seperti puskesmas pembantu, posyandu aktif, serta layanan skrining TBC belum tersebar merata dan belum sepenuhnya responsif terhadap kebutuhan warga. Akibatnya, penemuan kasus TBC sering terlambat karena masyarakat lebih dulu mencari pengobatan ke warung obat atau dukun, bukan ke fasilitas kesehatan formal.

Ketimpangan ini memperlihatkan bahwa indikator keberhasilan pembangunan masih terlalu fokus pada infrastruktur, bukan pada kualitas hidup dan kesehatan warga desa-kota. Anak-anak yang tumbuh di lingkungan padat, dekat kawasan industri, dengan akses kesehatan terbatas, menanggung beban ganda: polusi, gizi yang tidak selalu baik, dan paparan TBC dalam jangka panjang. Jika pola pembangunan seperti ini dibiarkan, maka TBC akan terus menjadi penyakit kemiskinan yang diwariskan lintas generasi. Dalam perspektif keadilan sosial, situasi ini jelas bertentangan dengan cita-cita pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga: Sekda dan Mantan Cabup Ditetapkan Sebagai Komisaris PT SBM

Pemerintah daerah sebenarnya telah menunjukkan komitmen formal melalui berbagai program penanggulangan TBC. Kabupaten Serang menjadi bagian dari upaya Provinsi Banten dalam gerakan eliminasi TBC melalui program seperti Kick Off TOSS TBC yang menekankan temukan, obati, sampai sembuh. Dinkes juga melakukan skrining aktif di lokasi berisiko seperti pesantren, sekolah, dan lingkungan padat penduduk untuk meningkatkan deteksi kasus sedini mungkin. Di tingkat kota, Dinkes Kota Serang bahkan meraih penghargaan nasional untuk program deteksi dini TBC, yang dapat menjadi contoh praktik baik bagi kabupaten sekitar.

Namun, komitmen dan penghargaan tidak boleh berhenti di tataran seremonial atau slogan. Tantangan terbesar justru ada pada konsistensi anggaran, ketersediaan tenaga kesehatan di lapangan, dan pengawasan jangka panjang terhadap pengobatan pasien. Tanpa penguatan ketiga aspek tersebut, target eliminasi TBC pada 2030 hanya akan menjadi janji di atas kertas, bukan perubahan nyata di kampung-kampung Serang.

BeritaTerbaru

Krisis Keamanan Obat dan Self-Medication Remaja: Pembelajaran dari Kasus GGAPA terhadap Risiko Penyakit Pernapasan Urban

Jumat, 5 Jun 2026 16:35 WIB
Retaknya Ruang Aman Bagi Perempuan dan Anak

Retaknya Ruang Aman Bagi Perempuan dan Anak

Senin, 25 Mei 2026 15:24 WIB
Membatasi untuk Melindungi: Pentingnya Aturan Media Sosial bagi Remaja

Membatasi untuk Melindungi: Pentingnya Aturan Media Sosial bagi Remaja

Senin, 25 Mei 2026 15:11 WIB

Hardiknas 2026: Partisipasi Semesta dan Tantangan Mewujudkan SDM Unggul

Jumat, 1 Mei 2026 19:53 WIB

Menyikapi darurat TBC di Serang, ada beberapa langkah mendesak yang perlu segera ditempuh secara terpadu. Pertama, pemerintah daerah perlu menaikkan prioritas anggaran kesehatan, khususnya untuk program TBC anak dan perluasan TPT, agar cakupan perlindungan tidak lagi berhenti di angka 27 persen dari target.

Kedua, integrasi dana desa untuk memperkuat posyandu dan kegiatan skrining mandiri sangat penting, sehingga penemuan kasus bisa dilakukan lebih dekat dengan warga dan tidak bergantung pada inisiatif datang ke puskesmas.

Ketiga, sekolah, pesantren, dan tempat ibadah harus dilibatkan sebagai simpul edukasi publik tentang gejala TBC, pentingnya minum obat sampai tuntas, serta pencegahan stigma terhadap pasien.

Keempat, pemanfaatan teknologi sederhana seperti aplikasi pelaporan kasus oleh kader kesehatan bisa membantu mempercepat respons dan pemantauan pasien yang berisiko putus obat.

Baca Juga: Kapal Perang Karam di Pulo Panjang Kabupaten Serang Jadi Objek Penelitian

Kelima, kolaborasi dengan organisasi masyarakat sipil dan perguruan tinggi dapat memperkuat riset dan advokasi berbasis data agar kebijakan tidak diambil secara spekulatif.

Akhirnya, darurat TBC di Kabupaten Serang harus dilihat sebagai peringatan keras tentang arah pembangunan yang selama ini ditempuh. Ketika anak-anak tetap terinfeksi TBC dalam jumlah ratusan, itu artinya ada yang keliru dalam cara merencanakan dan membagi manfaat pembangunan antara pusat kota dan wilayah pinggiran. Perlindungan kesehatan anak semestinya tidak boleh kalah penting dibanding perluasan kawasan industri, pelebaran jalan, atau proyek fisik lainnya.

Masyarakat, akademisi, dan media mempunyai peran penting untuk terus mengawal isu ini agar tidak tenggelam oleh hiruk-pikuk isu politik jangka pendek. Opini publik yang kuat dan berbasis data dapat mendorong pemerintah mempercepat langkah, memperbaiki tata kelola program, dan memastikan tidak ada lagi anak Serang yang harus kehilangan masa depan karena TBC. Darurat TBC bukan sekadar masalah medis, melainkan ujian moral dan politik bagi semua pemangku kepentingan di Kabupaten Serang. (*)

 

*(Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, FISIP UNTIRTA)

Tags: darurat tbcKabupaten Serangkota serang
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Gaya Sachrudin Memimpin Tangerang: Kuping di Bawah, Anggaran di Prioritas
Kolom

Gaya Sachrudin Memimpin Tangerang: Kuping di Bawah, Anggaran di Prioritas

Rabu, 22 Apr 2026 16:50 WIB
Pola Pikir Ini Diduga Menjadi Penyebab Tingginya Pasutri di Lebak Tak Punya Buku Nikah
Banten Region

Pola Pikir Ini Diduga Menjadi Penyebab Tingginya Pasutri di Lebak Tak Punya Buku Nikah

Minggu, 14 Des 2025 14:16 WIB
Perbedaan Prioritas Budgeting Gen Z: Traveling atau Wedding Dream?
Kolom

Perbedaan Prioritas Budgeting Gen Z: Traveling atau Wedding Dream?

Senin, 8 Des 2025 21:02 WIB
Di Balik Senyum Guru, Ada Luka yang Kita Biarkan
Headline

Di Balik Senyum Guru, Ada Luka yang Kita Biarkan

Jumat, 21 Nov 2025 14:02 WIB
Tanpa Pesantren, Tak Akan Ada Hari Pahlawan
Kolom

Tanpa Pesantren, Tak Akan Ada Hari Pahlawan

Senin, 10 Nov 2025 15:47 WIB
Lahirnya Dirjen Pesantren: Akhir Penantian Panjang Dunia Pesantren
Headline

Lahirnya Dirjen Pesantren: Akhir Penantian Panjang Dunia Pesantren

Kamis, 23 Okt 2025 14:14 WIB
Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke 66 Dinkes Tangsel
Rustandi Fraksi Golkar DPRD Kota Tangerang

Berita Pilihan

Ancol Gratiskan Tiket Rekreasi Anak pada Peringatan Hari Anak Nasional 2026

Sabtu, 18 Jul 2026 15:26 WIB
Kepala PPATK Tinjau Program MBG CSR di Tangerang, Pastikan Tak Gunakan APBN

Kepala PPATK Tinjau Program MBG CSR di Tangerang, Pastikan Tak Gunakan APBN

Jumat, 17 Jul 2026 07:19 WIB
WAWANCARA - Sejumlah wartawan, sedang wawancara Komisaris PT. SBM Nasrul Ulum (paling kanan), Rabu (22/7/2026). (ISTIMEWA)

Sekda dan Mantan Cabup Ditetapkan Sebagai Komisaris PT SBM

Rabu, 22 Jul 2026 12:53 WIB

Polri Serahkan Tersangka Korupsi Don Ritto ke Kejagung

Jumat, 17 Jul 2026 19:19 WIB
Menyamar Sebagai Pemulung Pemuda di Lebak Curi 5 Ponsel Milik Santri

Menyamar Sebagai Pemulung Pemuda di Lebak Curi 5 Ponsel Milik Santri

Kamis, 16 Jul 2026 16:16 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.