Rabu, 17 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Membangun Prestasi Olahraga melalui Budaya Evaluasi di Lingkungan KONI

Udin Saprudin, S.E., M.M. Dosen Universitas Pamulang

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Rabu, 17 Jun 2026 18:56 WIB
Rubrik Kolom
Membangun Prestasi Olahraga melalui Budaya Evaluasi di Lingkungan KONI

Udin Saprudin, S.E., M.M. Dosen Universitas Pamulang. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

DUNIA olahraga merupakan salah satu sektor yang penuh dengan dinamika, persaingan, dan tuntutan prestasi. Setiap atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, hingga organisasi olahraga seperti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) selalu berhadapan dengan target pencapaian yang tinggi. Dalam perjalanan menuju prestasi tersebut, kemenangan memang menjadi tujuan utama, tetapi kekalahan dan kegagalan juga merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari proses pembinaan olahraga.

Sayangnya, dalam praktiknya, evaluasi sering kali dipahami sebagai proses mencari kesalahan atau pihak yang harus bertanggung jawab atas kegagalan. Ketika target tidak tercapai, fokus perhatian lebih banyak diarahkan pada siapa yang salah daripada apa yang perlu diperbaiki. Akibatnya, evaluasi menjadi sesuatu yang menakutkan dan cenderung dihindari.

Padahal, esensi evaluasi yang sesungguhnya bukan untuk menyesali apa yang telah terjadi, melainkan untuk menemukan pelajaran berharga demi pertumbuhan dan perbaikan di masa depan. Oleh karena itu, tema “Evaluasi Bukan untuk Menyesal, tetapi untuk Tumbuh” menjadi sangat relevan untuk diterapkan dalam sistem pembinaan olahraga, khususnya di lingkungan KONI.

Budaya evaluasi yang sehat merupakan fondasi penting dalam membangun prestasi olahraga yang berkelanjutan. Tanpa evaluasi yang objektif dan konstruktif, organisasi olahraga akan kesulitan mengidentifikasi kelemahan, memperbaiki sistem pembinaan, dan meningkatkan kualitas atlet maupun pelatih.

Makna Evaluasi dalam Dunia Olahraga

Evaluasi adalah proses pengukuran dan penilaian terhadap suatu program, kegiatan, atau hasil yang telah dicapai. Dalam olahraga, evaluasi dapat dilakukan terhadap berbagai aspek, seperti:

Prestasi atlet

Baca Juga: DPRD Kota Tangerang Dorong MMA Jadi Wadah Positif Pelajar

Kinerja pelatih

Program latihan

BeritaTerbaru

Perbedaan Prioritas Budgeting Gen Z: Traveling atau Wedding Dream?

Perbedaan Prioritas Budgeting Gen Z: Traveling atau Wedding Dream?

Senin, 8 Des 2025 21:02 WIB
Di Balik Senyum Guru, Ada Luka yang Kita Biarkan

Di Balik Senyum Guru, Ada Luka yang Kita Biarkan

Jumat, 21 Nov 2025 14:02 WIB
Tanpa Pesantren, Tak Akan Ada Hari Pahlawan

Tanpa Pesantren, Tak Akan Ada Hari Pahlawan

Senin, 10 Nov 2025 15:47 WIB
Lahirnya Dirjen Pesantren: Akhir Penantian Panjang Dunia Pesantren

Lahirnya Dirjen Pesantren: Akhir Penantian Panjang Dunia Pesantren

Kamis, 23 Okt 2025 14:14 WIB

Pengelolaan organisasi

Penggunaan anggaran

Pembinaan usia dini

Sarana dan prasarana olahraga

Baca Juga: SK Diserahkan, Ini Daftar Cabor yang Dipertandingkan di Porprov VII Banten 2026

Evaluasi bertujuan untuk mengetahui sejauh mana target telah tercapai dan apa saja faktor yang memengaruhi keberhasilan maupun kegagalan.

Namun, evaluasi yang efektif tidak berhenti pada penyusunan laporan atau pencatatan angka statistik semata. Evaluasi harus menghasilkan rekomendasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembinaan olahraga secara berkelanjutan.

Permasalahan Evaluasi dalam Pembinaan Olahraga

Meskipun penting, pelaksanaan evaluasi di berbagai organisasi olahraga masih menghadapi sejumlah kendala.

1. Evaluasi Berorientasi pada Kesalahan

Salah satu masalah yang sering muncul adalah evaluasi yang lebih fokus pada pencarian kesalahan dibandingkan solusi.

Ketika prestasi menurun, muncul berbagai tudingan terhadap pelatih, atlet, atau pengurus. Akibatnya, evaluasi menjadi ajang saling menyalahkan dan bukan sarana perbaikan.
Pendekatan seperti ini justru dapat merusak semangat tim dan menghambat proses pembelajaran organisasi.

Baca Juga: Tak Masuk Olahraga Unggulan, Jalan Sepak Takraw Makin Terjal

2. Kurangnya Data yang Akurat

Banyak evaluasi dilakukan berdasarkan persepsi atau opini, bukan berdasarkan data yang valid.

Padahal, evaluasi yang baik harus didukung oleh:

Statistik pertandingan

Catatan perkembangan atlet

Hasil tes fisik

Baca Juga: Hampir Lima Bulan Halaman SMAN 4 Tangsel Tergenang Air

Data kesehatan atlet

Evaluasi program latihan

Tanpa data yang akurat, keputusan yang diambil berisiko tidak tepat sasaran.

3. Tidak Ada Tindak Lanjut

Permasalahan lain adalah hasil evaluasi sering kali berhenti pada dokumen laporan.

Berbagai rekomendasi yang telah disusun tidak diimplementasikan secara serius sehingga permasalahan yang sama terus berulang dari tahun ke tahun.

Baca Juga: Panduan Olahraga Aman saat Puasa agar Tidak “Lemes”

4. Budaya Takut Dievaluasi

Sebagian individu masih menganggap evaluasi sebagai ancaman.

Padahal, dalam organisasi yang sehat, evaluasi merupakan bagian dari proses belajar dan pengembangan kapasitas.

Budaya takut dievaluasi dapat menghambat inovasi dan keterbukaan dalam organisasi olahraga.

Evaluasi sebagai Sarana Pertumbuhan

Dalam olahraga modern, evaluasi dipandang sebagai alat pembelajaran yang sangat penting.

Setiap kekalahan dapat menjadi sumber informasi untuk memperbaiki strategi, meningkatkan kualitas latihan, dan memperkuat mental atlet.

Baca Juga: Bikin Bangga! Santri Kota Tangerang Borong 6 Penghargaan Internasional

Banyak negara dengan prestasi olahraga tinggi menjadikan evaluasi sebagai bagian dari budaya kerja mereka.

Mereka tidak hanya mengevaluasi hasil akhir, tetapi juga mengevaluasi seluruh proses yang mengarah pada hasil tersebut.

Dengan demikian, kegagalan tidak dianggap sebagai akhir perjalanan, melainkan sebagai peluang untuk tumbuh menjadi lebih baik.

Peran KONI dalam Membangun Budaya Evaluasi

Sebagai organisasi yang bertanggung jawab terhadap pembinaan olahraga prestasi, KONI memiliki peran strategis dalam membangun budaya evaluasi yang konstruktif.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

1. Menyusun Sistem Evaluasi Terukur

Baca Juga: Perluas Perlindungan Pelaku Olahraga, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng KONI

KONI perlu memiliki indikator kinerja yang jelas untuk setiap cabang olahraga.

Indikator tersebut dapat mencakup:

Peningkatan prestasi

Jumlah atlet binaan

Keikutsertaan kompetisi

Kualitas pelatih

Baca Juga: KORMI Kota Tangerang Masuki Babak Baru, Sulfi Afriadi Terpilih Jadi Ketua

Efektivitas penggunaan anggaran

2. Mendorong Transparansi

Hasil evaluasi harus disampaikan secara terbuka kepada seluruh pemangku kepentingan.

Transparansi akan meningkatkan akuntabilitas dan kepercayaan publik terhadap organisasi olahraga.

3. Menjadikan Evaluasi sebagai Budaya Organisasi

Evaluasi tidak boleh dilakukan hanya ketika terjadi kegagalan.

Baca Juga: Mahasiswa Universitas Raharja Raih Penghargaan Pemuda Berprestasi Internasional

Sebaliknya, evaluasi harus menjadi kegiatan rutin yang dilakukan secara berkala untuk memastikan program berjalan sesuai rencana.

Evaluasi Atlet untuk Prestasi Berkelanjutan

Atlet merupakan pusat dari seluruh proses pembinaan olahraga.

Karena itu, evaluasi terhadap atlet harus dilakukan secara komprehensif.

Aspek yang perlu dievaluasi meliputi:

1. Kemampuan Teknik

Baca Juga: PORSEDA 2025, Ajang Santri Tarmub Tigaraksa Unjuk Gigi Lewat Seni, Olahraga, dan Dakwah

Keterampilan dasar dan teknik pertandingan harus diukur secara berkala.

2. Kondisi Fisik

Kebugaran, kekuatan, kecepatan, dan daya tahan merupakan faktor penting yang memengaruhi prestasi.

3. Mental Bertanding

Mental juara tidak muncul secara instan.

Evaluasi psikologis dapat membantu atlet meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan menghadapi tekanan kompetisi.

Baca Juga: KONI Kabupaten Tangerang Terima Kunjungan KONI Kota Semarang, Sepakat Tolak Permenpora 14 Tahun 2024

4. Disiplin dan Komitmen

Sikap profesional atlet juga menjadi bagian penting dari proses evaluasi.

Evaluasi Pelatih sebagai Agen Perubahan

Pelatih memiliki peran sentral dalam pembinaan atlet. Karena itu, pelatih juga perlu dievaluasi secara objektif.

Evaluasi pelatih dapat dilakukan melalui:

Kualitas program latihan

Pencapaian target

Baca Juga: 1.156 Atlet dari 8 Provinsi Bertanding di Liga Taekwondo Pelajar Indonesia

Kemampuan komunikasi

Kepemimpinan tim

Pengembangan atlet

Pelatih yang bersedia menerima evaluasi dengan terbuka biasanya memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan menghasilkan prestasi.

Evaluasi Organisasi dan Tata Kelola

Prestasi olahraga tidak hanya ditentukan oleh atlet dan pelatih.

Baca Juga: Bupati Tangerang Gagas Sekolah Khusus Olahraga

Kualitas tata kelola organisasi juga sangat berpengaruh.

Evaluasi organisasi perlu mencakup:

Perencanaan program

Pengelolaan keuangan

Sistem administrasi

Koordinasi antarbidang

Baca Juga: Usulkan 45 Cabor Dipertandingkan di Porprov, Pemkot Tangsel Siapkan Venue

Pelayanan terhadap atlet

Organisasi yang profesional akan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung pencapaian prestasi.

Membangun Mental Tumbuh (Growth Mindset)

Konsep growth mindset yang diperkenalkan oleh Carol Dweck sangat relevan dalam dunia olahraga.

Growth mindset adalah keyakinan bahwa kemampuan dapat berkembang melalui latihan, pengalaman, dan pembelajaran.

Dalam konteks olahraga, growth mindset mendorong atlet dan organisasi untuk:

Baca Juga: Pesta Ultah Lamine Yamal jadi Sorotan

Tidak takut gagal

Berani mencoba hal baru

Terus belajar dari pengalaman

Menjadikan kritik sebagai masukan

Budaya ini perlu ditanamkan sejak dini agar evaluasi dipandang sebagai sarana pertumbuhan, bukan ancaman.

Belajar dari Kegagalan untuk Mencapai Kesuksesan

Baca Juga: Muhammad Aditya Al Hazis Raih Emas di Walikota Cup Atletik Paralympic 2025

Sejarah olahraga dunia menunjukkan bahwa banyak atlet hebat lahir dari proses kegagalan yang panjang.

Mereka menggunakan setiap kekalahan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki diri.

Hal yang sama berlaku bagi organisasi olahraga.

Prestasi besar tidak dibangun dalam satu malam, tetapi melalui proses evaluasi dan perbaikan yang terus-menerus.

Karena itu, kegagalan tidak boleh dipandang sebagai alasan untuk menyerah, melainkan sebagai kesempatan untuk memperkuat fondasi menuju keberhasilan.

Evaluasi merupakan bagian penting dari sistem pembinaan olahraga yang modern dan profesional. Evaluasi bukan untuk mencari kesalahan atau menyesali kegagalan, tetapi untuk menemukan peluang perbaikan dan pertumbuhan.

Baca Juga: Ratusan ASN Pemda Ajukan Pindah ke Pemprov Banten

Dalam lingkungan KONI, budaya evaluasi yang sehat dapat membantu meningkatkan kualitas atlet, pelatih, organisasi, dan program pembinaan olahraga secara keseluruhan.

Keberhasilan olahraga tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memenangkan pertandingan, tetapi juga oleh kemampuan belajar dari setiap pengalaman, baik kemenangan maupun kekalahan.

Oleh karena itu, sudah saatnya seluruh insan olahraga menjadikan evaluasi sebagai budaya organisasi. Dengan evaluasi yang objektif, transparan, dan berkelanjutan, olahraga Indonesia akan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk mencapai prestasi yang membanggakan di tingkat nasional maupun internasional.

Karena pada akhirnya, evaluasi bukan untuk menyesal, melainkan untuk tumbuh, berkembang, dan menjadi lebih baik dari hari kemarin. (*)

*) Penulis adalah Udin Saprudin, S.E., M.M. Dosen Universitas Pamulang.

Tags: koniOlahragaprestasi
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Menyulam Kolaborasi untuk Kesejahteraan: Refleksi 393 Tahun Kabupaten Tangerang
Kolom

Menyulam Kolaborasi untuk Kesejahteraan: Refleksi 393 Tahun Kabupaten Tangerang

Selasa, 14 Okt 2025 20:02 WIB
IMG_20250912_144908
Kolom

Inklusi Layanan Disabilitas Bukan Ilusi

Jumat, 12 Sep 2025 14:51 WIB
IMG_8130
Kolom

Pengaruh Media Audio Visual untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Berhitung Permulaan (1–10) Anak Usia 4–5 Tahun di PAUD HI Tunas Mandiri

Kamis, 11 Sep 2025 19:12 WIB
IMG-20250818-WA0030
Kolom

80 Tahun Indonesia Merdeka Ala Kampung Santri; Napak Tilas Kemerdekaan Belajar Mengajar, Menjadikan Pesantren sebagai Kluster Ketahanan Pangan Nasional dan Dunia

Selasa, 19 Agu 2025 11:28 WIB
80 Tahun Merdeka: Saatnya Madrasah, Guru, dan Pendidikan Agama Nonformal Menjadi Prioritas Negara
Kolom

80 Tahun Merdeka: Saatnya Madrasah, Guru, dan Pendidikan Agama Nonformal Menjadi Prioritas Negara

Kamis, 14 Agu 2025 15:07 WIB
Perempuan Banten di Persimpangan Jalan
Headline

Perempuan Banten di Persimpangan Jalan

Jumat, 1 Agu 2025 13:27 WIB
UMN HUT Satelit News 2026
SARI ASIH Tangerang HUT Satelit News 2026
PARTAI DEMOKRAT DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
FRAKSI PDI P DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPORABUDPAR Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPERINDAG Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISHUB TANGSEL HUT Satelit News 2026
DINSOS Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
Dinas PERKIM Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
BPBD Kota Tangerang HUT Satelit News 2026
PORDA XII PEPARPEDA IX Kota Cilegon
PT LKM WTP KAB TANGERANG
WTP Kab Tangerang

Berita Pilihan

TIM EVALUASI DAN PEMBINAAN – Kedatangan Tim Evaluasi dan Pembinaan Pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Provinsi Banten, di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Jumat (12/6/2026). (ISTIMEWA)

Perkuat Sinergitas Pemerintahan Melalui HKG PKK Ke-54 Provinsi Banten

Jumat, 12 Jun 2026 18:27 WIB
Menuju World-Class University, UMN Jalin Kolaborasi dengan 11 Perguruan Tinggi Kazakhstan

Menuju World-Class University, UMN Jalin Kolaborasi dengan 11 Perguruan Tinggi Kazakhstan

Rabu, 17 Jun 2026 18:26 WIB
Anggota DPR RI Wahidin Halim Janji Kawal Kasus SIP Pamulang

Anggota DPR RI Wahidin Halim Janji Kawal Kasus SIP Pamulang

Rabu, 17 Jun 2026 15:44 WIB
Anggota Fraksi PDIP DPRD Banten, Yeremia Mendrofa. (ISTIMEWA)

Anggota DPRD Minta Pemprov Banten Matangkan Regulasi Program Sekolah Swasta Gratis

Jumat, 12 Jun 2026 12:48 WIB
Brasil Ditahan Imbang, Tak Boleh Terulang Lawan Haiti

Brasil Ditahan Imbang, Tak Boleh Terulang Lawan Haiti

Minggu, 14 Jun 2026 18:55 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.