SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang semangat tak mengenal batas. Itulah yang ditunjukkan oleh Muhammad Aditya Al Hazis (15), seorang remaja penyandang tuna grahita dari SMP Negeri 6 Kota Tangerang yang sukses mengharumkan nama sekolah dan kotanya dengan meraih medali emas pertamanya dalam ajang Walikota Cup Atletik Paralympic Disabilitas 2025. Ia tampil sebagai juara dalam nomor lari 100 meter putra tuna grahita yang digelar di Stadion Benteng Reborn, Selasa, (27/5/2025).
Dengan penuh percaya diri, Aditya melesat di lintasan, meninggalkan para pesaingnya dan menyentuh garis finis pertama. Sorak sorai riuh dari para penonton dan pendukung mewarnai momen kemenangan tersebut, menjadi saksi atas perjuangan dan kerja keras yang telah ia curahkan selama ini.
“Senang banget. Ini pertama kali saya dapat medali emas,” ujar Aditya dengan senyum semringah, usai menerima medali. Ia mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari latihan keras yang telah dijalaninya selama berminggu-minggu. “Latihan saya tidak mengkhianati hasil. Dengan produktivitas dan komitmen yang kuat, saya bisa juara satu. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi,” lanjutnya dengan semangat.
Keberhasilan Aditya tentu tak lepas dari bimbingan pelatihnya, Fadly (29), yang telah setia mendampingi dan melatihnya secara rutin. Fadly menilai Aditya sebagai sosok yang ulet dan memiliki semangat juang luar biasa. “Aditya anak yang tekun dan semangatnya luar biasa. Ia pantang menyerah saat latihan, dan hasilnya hari ini terbayar lunas dengan medali emas. Ini adalah pencapaian luar biasa yang patut diapresiasi,” ungkap Fadly dengan bangga.
Menurutnya, prestasi Aditya tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi dan sekolah, tetapi juga menjadi motivasi besar bagi atlet-atlet disabilitas lainnya di Kota Tangerang untuk terus bermimpi dan berjuang meraih prestasi.
Ajang Walikota Cup Atletik Paralympic Disabilitas Kota Tangerang 2025 digelar selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Mei 2025. Kompetisi ini diikuti oleh puluhan atlet disabilitas dari berbagai wilayah di Kota Tangerang dan memperlombakan empat nomor, yakni lari 100 meter putra dan putri tuna grahita, tolak peluru tuna netra, lompat jauh tuna rungu, serta lari 100 meter tuna daksa.
Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Subur yang juga seorang penyandang tuna netra menyampaikan apresiasi tinggi terhadap semangat para peserta. “Melalui ajang ini, kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Para atlet disabilitas yang tampil hari ini adalah teladan semangat, kerja keras, dan sportivitas sejati,” ucap Subur saat ditemui di sela-sela acara, Selasa pagi (27/5/2025).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ajang ini merupakan bagian dari program pembinaan jangka panjang dan pencarian bibit atlet disabilitas unggul yang akan dibina menuju ajang yang lebih besar, seperti Pekan Paralimpik Daerah (Peparda).
“Ada 48 keping medali yang diperebutkan, dan hari ini berlangsung babak penyisihan hingga final. Atlet-atlet terbaik akan kami rekrut untuk pembinaan lebih lanjut. Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi sarana regenerasi atlet dari kalangan disabilitas,” imbuh Subur.
Atmosfer di Stadion Benteng Reborn terasa hidup sepanjang kompetisi. Dukungan dari keluarga, guru, teman-teman sekolah, serta masyarakat umum menambah semangat para peserta. Lintasan dan tribun penuh dengan gelora semangat solidaritas dan kebanggaan atas keberagaman.
Adit, sapaan akrab Muhammad Aditya Al Hazis, menjadi salah satu bintang muda yang mencuri perhatian. Dengan kemenangan ini, ia kini mempersiapkan diri untuk tampil di ajang Peparda 2026 yang akan datang. Peluang untuk mengukir prestasi lebih tinggi terbuka lebar, dan semangatnya menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukanlah hambatan untuk bermimpi besar.
Ajang Walikota Cup Atletik Paralympic Disabilitas ini pun menjadi contoh nyata implementasi inklusi di bidang olahraga. Dukungan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang serta pihak sekolah, komunitas disabilitas, dan keluarga menjadi faktor penting dalam keberhasilan acara ini.
Dengan berbagai pencapaian dan cerita inspiratif yang lahir dari lapangan, Walikota Cup 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi panggung kemanusiaan yang merayakan keberanian, kerja keras, dan semangat tak terbendung dari para atlet difabel. Sebuah pengingat bagi kita semua bahwa semangat juang sejati tidak pernah dibatasi oleh kondisi fisik. (mg01)