SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Halaman SMAN 4 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sudah tergenang air selama kurang lebih lima bulan tanpa surut. Kondisi ini mengganggu berbagai aktivitas sekolah, mulai dari upacara hingga kegiatan olahraga.
Humas SMAN 4 Tangsel, Siti Rukiyah, menjelaskan bahwa genangan mulai terjadi sejak pertengahan Desember 2025 dan belum pernah surut hingga saat ini.
“Ini menggenang begini sudah dari pertengahan Desember 2025. Sebelumnya enggak pernah begini, tapi dari pertengahan Desember sampai sekarang genangan itu ngga surut-surut,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (5/4/2026).
Diduga, genangan tersebut berasal dari luapan air danau di sekitar sekolah yang posisinya lebih tinggi. Air disebut merembes dan meluap ke area sekolah, menyebabkan lapangan terendam dalam waktu lama.
Dampak dari kondisi ini cukup signifikan. Selama beberapa bulan terakhir, sekolah tidak dapat melaksanakan upacara dan kegiatan olahraga di lapangan.
“Karena memang selama Januari sampai bulan ini kita enggak pernah melaksanakan upacara. Olahraga juga tidak bisa digunakan. Karena ya emang lapangannya begini kan. Itu kan tergenang karena udah kurang lebih 4 bulan,” sebutnya.
Baca Juga: Kemarau Diprediksi Lebih Panjang, BPBD Tangsel Minta Warga Hemat Air
“Emang kita banjir sering. Tadi gak pernah selama ini. Baru ini yang paling lama dan gak pernah surut,” sambungnya.
Selain menghambat aktivitas, genangan air juga menimbulkan masalah kesehatan dan keselamatan. Air yang mengendap menimbulkan bau, lumut, serta menjadi sarang nyamuk.
“Bau, kemudian berlumut. Anak-anak jatuh, bahaya di anak-anak. termasuknya nyamuk. Jadi nyamuk lama-lama kan jadi penyakir,” katanya.
Pihak sekolah sempat melakukan penyedotan air hingga kondisi lapangan sempat kering. Namun, air kembali muncul akibat rembesan. Bahkan, kondisi ini sempat memaksa sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebanyak dua kali pada Januari lalu karena beberapa ruang kelas ikut terdampak.
“Disedot itu kurang lebih dari jam 7.00 sampai jam 3.00 WIB tuh kering. Nah tapi ada memang rembesan-rembesan. Januari PJJ itu karena kelas kena masuk air. Tidak surut sampai sekarang,” ungkapnya.
Pihak sekolah mengaku telah melaporkan kondisi tersebut ke instansi terkait di tingkat provinsi. Sejumlah survei pun telah dilakukan, terakhir pada Maret 2026, dengan total lebih dari tiga kali kunjungan. Namun hingga kini, belum ada langkah penanganan konkret.
Baca Juga: Metropolis Town Square Buka Lapangan Padel Indoor Premium di Tangerang
“Kalau untuk menyampaikan genangan air ini, kita sudah ke pihak-pihak terkait, sudah kita tempuh. Hanya action-nya aja yang belum kita lihat karena baru sebatas survei-survei saja,” sebutnya.
“Survei terakhir itu Sekitar bulan Maret. Itu oleh pihak terkait. Baru survei-survei aja belum ada penanganan,” lanjut Siti.
Siti mengaku, siswa juga mengeluhkan kondisi sekolah yang tidak lagi nyaman. Mereka berharap lingkungan sekolah bisa kembali normal agar kegiatan belajar mengajar berjalan optimal.
Pihak sekolah berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar genangan kurang lebih seluas 300 meter persegi itu dapat ditangani dan aktivitas sekolah kembali berjalan seperti biasa.
“Pengennya kembali normal seperti biasa tanpa adanya genangan air lagi agar anak-anak bisa berjalan kegiatan belajar mengajarnya, pelaksanaan upacara, olahraganya tidak terhambat lagi,” pungkasnya. (eko)

















