Selasa, 29 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Pemkot Tangsel Mulai Intervensi Balita Bermasalah Gizi di Serpong

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Selasa, 11 Agu 2026 08:04 WIB
Rubrik Kota Tangsel, Metro Tangerang
Pemkot Tangsel Mulai Intervensi Balita Bermasalah Gizi di Serpong

LAUNCHING PROGRAM SIGAP: Wali Kota Benyamin Davnie menghadiri peluncuran Program Sigap Anak Sehat 2026. (EKO SETIAWAN/SATELIT NEWS)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai memperkuat intervensi gizi bagi balita yang mengalami masalah pertumbuhan. Kecamatan Serpong dipilih menjadi yang pertama untuk penanganan karena memiliki prevalensi stunting tertinggi di Tangsel.

Program tersebut diluncurkan melalui Program Sigap Anak Sehat 2026 dan diresmikan langsung oleh Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie di Aula Blandongan, Senin (30/8/2026). Sebanyak 60 balita menjadi sasaran awal intervensi yang berasal dari enam wilayah puskesmas di Kecamatan Serpong.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Lilis Suryani mengatakan setiap puskesmas memilih sekitar 10 balita untuk mengikuti program tersebut. Sasaran utama merupakan anak berusia di bawah dua tahun yang memiliki persoalan gizi.

“Kategorinya yang bermasalah gizinya, ada berat badan kurang, ada yang gizi kurang, ada yang tidak naik berat badannya. Dimaksimalkan dibawah usia dua tahun,” ujarnya.

Menurut dia, penanganan pada usia dini penting dilakukan karena masa tersebut merupakan periode krusial bagi pertumbuhan anak. Karena itu, intervensi tidak hanya diberikan dalam bentuk makanan tambahan, tetapi juga disertai edukasi kepada orang tua.

Selama 56 hari, balita sasaran akan mendapatkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa makanan padat dengan komposisi yang disesuaikan kebutuhan gizi anak. Menu tersebut terdiri dari karbohidrat, protein, sayuran, dan buah. Selain pemberian makanan, orang tua juga mendapatkan pendampingan dari nutrisionis di masing-masing puskesmas. Dengan begitu, intervensi diharapkan tidak berhenti pada pemberian makanan tambahan, tetapi juga mendorong perubahan pemahaman keluarga mengenai pemenuhan gizi anak.

Baca Juga: Pilar Resmikan Pos Gizi di Setu, Berikan Layanan Menu Bergizi Lima Kali Sebulan

“Jadi makanan dengan komposisi ada karbohidrat, ada protein, ada sayur dan ada buah, dan juga ada edukasi tentunya dari nutrisionis di masing-masing puskesmas,” katanya.

Lilis menyebut Kecamatan Serpong saat ini menjadi wilayah yang mendapat perhatian lebih dalam penanganan stunting. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Tangsel, prevalensi stunting di Kecamatan Serpong mencapai 1,45 persen. Kelurahan Lengkong Wetan tercatat sebagai wilayah dengan angka paling tinggi di kecamatan tersebut.

BeritaTerbaru

Fraksi Demokrat Setujui Perubahan APBD Kabupaten Tangerang 2026, Soroti SiLPA hingga Banjir

Fraksi Demokrat Setujui Perubahan APBD Kabupaten Tangerang 2026, Soroti SiLPA hingga Banjir

Senin, 28 Sep 2026 20:40 WIB
Sampah di Kali Sipon Cipondoh Bak Tak Pernah Berkesudahan

Sampah di Kali Sipon Cipondoh Bak Tak Pernah Berkesudahan

Senin, 28 Sep 2026 19:25 WIB
Bunuh Perempuan Muda di Ruko Cipondoh, Seorang Pria Dibekuk Polisi

Bunuh Perempuan Muda di Ruko Cipondoh, Seorang Pria Dibekuk Polisi

Senin, 28 Sep 2026 18:34 WIB
Maulidur Rasul Fest 1448 H di Citra Raya, Perkuat Masjid sebagai Pusat Peradaban

Maulidur Rasul Fest 1448 H di Citra Raya, Perkuat Masjid sebagai Pusat Peradaban

Senin, 28 Sep 2026 17:26 WIB

Secara agregat, terdapat sekitar 185 balita di Kecamatan Serpong yang membutuhkan penanganan terkait persoalan gizi. Untuk memastikan intervensi berjalan sesuai target, Dinkes Tangsel juga menggunakan aplikasi Stunting Hub. Sistem tersebut digunakan untuk memantau perkembangan anak secara berkala.

Sebelum mengikuti program, balita akan menjalani pengukuran awal, mulai dari berat badan hingga tinggi badan. Perkembangannya kemudian dipantau setiap bulan hingga program berakhir. Kader juga mendapat pelatihan untuk melakukan pemantauan dan mendokumentasikan perkembangan balita melalui aplikasi tersebut. Dengan sistem itu, kondisi anak dapat dipantau lebih terukur dan perubahan berat maupun pertumbuhannya dapat dibandingkan dengan kondisi awal.

“Nanti dimonitoring setiap bulan dan nanti diakhirnya juga kita lihat ada gak penambahan berat badannya,” ungkapnya.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan penanganan persoalan gizi tidak bisa ditunda karena dampaknya dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang. Menurutnya, anak-anak yang saat ini masih balita akan menjadi generasi produktif ketika Indonesia memasuki usia 100 tahun kemerdekaan pada 2045. Karena itu, kondisi kesehatan dan pertumbuhan mereka harus dipersiapkan sejak sekarang.

Baca Juga: Gudang Telur Terbakar di Serpong Utara, Diduga Akibat Pembakaran Sampah

“Yang pertama saya membayangkan mereka usia 20 tahun 2045. Kalau dari sekarang tidak kita intervensi, makanannya paling tidak untuk supaya seimbang antara tinggi badan, umur, dan berat badannya, ya itu harus kita intervensi dari sekarang,” katanya.

Benyamin menilai persoalan pemenuhan gizi juga tidak semata-mata berkaitan dengan ketersediaan makanan. Pola makan anak dan kemampuan orang tua dalam memberikan asupan yang sesuai menjadi tantangan yang harus ditangani bersama.

“Rata-rata memang ini sebuah fenomena ya, anak-anak balita itu susah dikasih makan, tapi kan ini mempengaruhi pertumbuhan, bukan saja fisik tapi juga mental, pikiran, dan lain sebagainya. Makanya ini kita intervensi melalui program pengentasan stunting,” lanjutnya.

Dalam pelaksanaan program ini, Pemkot Tangsel mendapat dukungan dari pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), salah satunya PT Telkom Indonesia wilayah Banten. Kolaborasi tersebut turut didukung Srikandi Telkom Group dan Danantara Indonesia. Benyamin menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut karena turut memperkuat upaya pemerintah dalam menangani persoalan stunting di Kota Tangerang Selatan.

“Atas nama pemerintah kota dan masyarakat, saya ucapkan terima kasih kepada PT Telkom, khususnya wilayah Banten, yang telah mengeluarkan CSR-nya, TJSL-nya dalam kaitan dengan program penanganan stunting yang diselenggarakan oleh pemerintah kota melalui bidang kesehatan,” ungkapnya.

Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada penanganan stunting, tetapi dapat diperluas untuk mendukung berbagai program kesehatan dan pendidikan di Kota Tangerang Selatan.

“Saya berharap ke depan TJSL-nya akan terus diperluas, diperbesar, diperlebar lagi. Bukan saja untuk penanganan stunting, tetapi juga untuk program-program kesehatan yang lainnya dalam kaitannya dengan pengembangan pendidikan juga,” kata Benyamin.
Salah seorang warga Kelurahan Buaran, Serpong, Sardi (53) mengaku selama ini kegiatan posyandu lebih sering diikuti istrinya. Namun, kali ini dirinya meluangkan waktu demi tumbuh kembang sang anak.

Ia mengatakan anak ketiganya yang kini berusia sembilan bulan menjadi salah satu alasan dirinya mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pendampingan seperti ini tetap dibutuhkan masyarakat, terutama untuk membantu orang tua memahami kebutuhan anak pada masa pertumbuhan.
“Masalah makanan soal gizi, vitamin untuk tumbuh kembang anak. Menurut saya perlu, bagus juga buat masyarakat apalagi untuk tumbuh kembang anak ini,” pungkasnya. (eko)

Tags: anakgiziintervensiserpongstunting
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Antisipasi Banjir, Pemkot Tangerang Terus Normalisasi Sungai
Headline

Antisipasi Banjir, Pemkot Tangerang Terus Normalisasi Sungai

Senin, 28 Sep 2026 17:21 WIB
Hujan Tak Kunjung Turun, 300 KK di Sodong Tigaraksa Krisis Air Bersih
Kabupaten Tangerang

Hujan Tak Kunjung Turun, 300 KK di Sodong Tigaraksa Krisis Air Bersih

Senin, 28 Sep 2026 17:07 WIB
Buka Porsadin VII Kabupaten Tangerang, Bupati Dorong Santri Berprestasi
Kabupaten Tangerang

Buka Porsadin VII Kabupaten Tangerang, Bupati Dorong Santri Berprestasi

Senin, 28 Sep 2026 16:59 WIB
Tahun Depan, Pemkot Tangsel Tetap Anggarkan Gaji 6.000 Lebih PPPK
Kota Tangsel

Minimnya Retribusi Sampah Disorot DPRD Tangsel, Ini Kata Benyamin Davnie

Senin, 28 Sep 2026 16:19 WIB
Tahun Depan, Pemkot Tangsel Tetap Anggarkan Gaji 6.000 Lebih PPPK
Kota Tangsel

Tahun Depan, Pemkot Tangsel Tetap Anggarkan Gaji 6.000 Lebih PPPK

Senin, 28 Sep 2026 16:08 WIB
Bantuan Modal Usaha Rp20 Juta, 102 Calon Penerima Diverifikasi Dinsos Kota Tangerang
Kota Tangerang

Bantuan Modal Usaha Rp20 Juta, 102 Calon Penerima Diverifikasi Dinsos Kota Tangerang

Senin, 28 Sep 2026 15:40 WIB
Selamat dan Sukses Wisudawan wisudawati Universitas Muhammadiyah Tangerang
Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni
Pajak Daerah BAPENDA Tangerang Selatan
Selamat Memperingati HARHUBNAS 2026 DinHub Kab Tangerang

Berita Pilihan

SIM Keliling Jakarta Senin 7 September Hadir di 5 Lokasi

Layanan SIM Keliling Jakarta Selasa 22 September, Cek Lokasinya

Selasa, 22 Sep 2026 08:10 WIB
SIM Keliling Jakarta Senin 7 September Hadir di 5 Lokasi

SIM Keliling Tangerang Kota Rabu 23 September, Cek Lokasinya

Rabu, 23 Sep 2026 08:01 WIB
Sinkronisasikan Data Pajak dan Pertanahan, Sisgita Pemkot Tangsel Direplikasi 58 Daerah

Sinkronisasikan Data Pajak dan Pertanahan, Sisgita Pemkot Tangsel Direplikasi 58 Daerah

Selasa, 22 Sep 2026 08:03 WIB
BANTUAN AIR BERSIH -- Ratusan KK di Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, menerima bantuan air bersih, untuk kebutuhan sehari-hari. (ISTIMEWA)

Kekeringan Masih Melanda, Ratusan KK di Patia Pandeglang Kerap Butuh Bantuan Air Bersih

Selasa, 22 Sep 2026 17:28 WIB

Pulihkan Pariwisata, Pemkab Serang Akan Lakukan Beach Cleaning di Anyer-Cinangka

Kamis, 24 Sep 2026 13:44 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.