SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengimbau masyarakat mulai menghemat penggunaan air bersih menyusul prediksi musim kemarau tahun ini yang berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan, Essa Nugraha mengatakan kondisi kekeringan mulai dirasakan masyarakat sejak 8 Juli 2026. Hingga Agustus, BPBD mencatat terdapat 10 titik kekeringan yang tersebar di Kota Tangsel.
“Terdapat 10 titik kekeringan, 9 titik di Kelurahan Keranggan Kecamatan Setu dan1 titik di Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong,” ujar Essa, Kamis (6/8).
Menurutnya, kekeringan dipicu oleh tidak adanya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir sehingga cadangan air tanah terus menurun. Kondisi tersebut diperparah dengan karakteristik geografis wilayah Keranggan yang berada di dataran tinggi.
“Saat ini Tangerang Selatan tidak ada curah hujan dan telah memasuki musim kemarau panjang. Dan secara kondisi geografis seperti di wilayah Keranggan yang saat ini mengalami kekeringan, letak wilayahnya dataran tinggi sehingga menyebabkan cadangan air di dalam tanah habis lebih cepat karena penguapan,” jelasnya.
“Selain itu juga, sebagian besar warga setempat masih mengandalkan sumur gali (sumur dangkal) yang langsung berdampak ketika permukaan air tanah turun,” lanjut Essa.
Baca Juga: Delapan Kelurahan di Tangerang Selatan Alami Kekeringan, Butuh Pasokan Air Bersih
Untuk mengatasi krisis air bersih, BPBD bersama sejumlah instansi dan mitra terus melakukan distribusi air bersih ke wilayah terdampak. Hingga 4 Agustus 2026, total air bersih yang telah disalurkan mencapai 206.050 liter.
Selain itu, pemerintah juga telah menempatkan 135 toren berkapasitas 2.000 liter di sejumlah titik kekeringan sebagai tempat penampungan air bagi warga. Upaya jangka panjang juga dilakukan melalui pembangunan dan penambahan sumur bor di wilayah yang rawan mengalami kekeringan.
Penanganan kekeringan di Tangsel dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dialokasikan pada BPBD dan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR). Pemerintah juga mendapat dukungan dari berbagai lembaga, di antaranya BAZNAS, Sinar Mas Land, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), PDAM Tirta Tangsel Cisadane Serpong, serta sejumlah badan usaha milik daerah.
Distribusi air bersih masih terus berlanjut. Pada Rabu (5/8/2026), BPBD kembali menyalurkan 27.000 liter air bersih ke enam titik, yakni lima lokasi di Kelurahan Keranggan dan satu lokasi di Kelurahan Serpong.
Bantuan tersebut menjangkau sekitar 130 kepala keluarga (KK), terdiri dari 20 KK di RT 002 RW 01, 10 KK di RT 005 RW 02, 20 KK di RT 006 RW 02, 30 KK di RT 09 RW 05, 20 KK di RT 13 RW 05 Kelurahan Keranggan, serta 30 KK di RT 006 RW 04 Kelurahan Serpong.
Penyaluran air dilakukan menggunakan armada tangki dari berbagai pihak, antara lain PT Sinar Mas Land BSD, Rumah Zakat, BBWSCC, dan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Tangsel. Kegiatan ini juga melibatkan BPBD, PDAM Tirta Traya Cisadane Serpong, pemerintah kelurahan, serta para ketua RT dan RW setempat.
Baca Juga: Kekeringan Masih Melanda, Ratusan KK di Patia Pandeglang Kerap Butuh Bantuan Air Bersih
Essa mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau berlangsung. Ia juga meminta warga segera melapor apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
“Jika mengalami kekurangan air, segera laporkan melalui RT, RW, lurah, atau layanan darurat 112 agar Pemkot Tangsel dapat segera merespons kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (eko)


















