SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Pengelolaan air bersih Serpong Lagoon rencananya akan diambil alih oleh pemerintah daerah Kota Tangerang Selatan melalui PT PITS. Rencana perubahan pengelola itu membuat warga khawatir akan berpengaruh terhadap tarif air bersih.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie memastikan penentuan tarif air bersih akan melalui kajian mendalam. Ia menegaskan, PT PITS tidak akan menaikkan harga secara semena-mena karena memiliki fungsi sosial di samping orientasi bisnis.
“Penetapan harganya ditetapkan oleh keputusan wali kota. Memang Perseroda PITS harus mencari untung, tetapi mereka juga punya fungsi sosial. Makanya tidak semena-mena menaikkan harga, itu melalui kajian-kajian yang cukup mendalam,” ujarnya, Rabu (28/10).
Banyamin menegaskan, secara regulasi, seharusnya penyediaan air bersih bagi warga dilakukan oleh pemerintah daerah. Bahkan, ia mengklaim, ketentuan itu sudah coba diterapkan.
“Memang harus begitu ya, ketika sebetulnya penyediaan air bersih itu di aturannya memang dilakukan oleh pemerintah daerah melalui Perseroda. Nah ini sebetulnya sudah kita mintakan sejak lama, ya yuk paling tidak kerjasama deh,” sebutnya.
“Nah sekarang dengan kejadian ini, kita minta mereka menyerahkan proses manajemen pengelolaannya ke kita, walaupun impact-nya segala macam nggak kita akuisi sih, enggak,” sambung Benyamin.
Baca Juga: Persiapan Porprov VII Banten 2026 Capai 80 Persen, Kini Masuk Tahap Penyempurnaan
Dirinya mengaku secara personal sudah mewanti-wanti PT PITS agar tidak bermain-main dan terus meningkatkan kualitas. Kata dia, sudah menjadi tanggungjawab pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
“Jadi saya sudah sampaikan, saya sudah bicarakan dengan Perseroda PITS kita supaya mereka siap, dan mereka siap untuk melayani lebih dari seribu satuan sambungan rumah air bersih ke warga Serpong Lagun seperti itu,” ungkapnya.
“Tugas pemerintah kota itu langsung maupun tidak langsung memberikan pelayanan publik dalam berbagai bidang. Salah satu yang sangat potensial itu, itu pelayanan air bersih. Air bersih ini orang per orang, dinikmatinya berpengaruhnya kepada orang per orang,” lanjutnya.
Untuk tahap awal, Benyamin menargetkan penyerahan pengelolaan air bersih ditargetkan rampung bulan ini.
“Sekarang proses penyerahannya dulu dari pengelola itu ke PITS, itu dulu yang akan ditemukan. Saya minta dalam minggu ini atau bulan-bulan ini selesai dulu penyerahannya, baru setelah itu perbaikan pelayanan air bersihnya. Kalau koordinasi PITS nya dengan TKR segala macam itu sudah dilaksanakan,” pungkasnya.
Sebelumnya, warga Perumahan Serpong Lagoon, Yudi mengkhawatirkan adakanya kenaikan harga dari pengelolaan instalasi pengolahan air atau Water Treatment Plant (WTP) yang sebelumnya dilakukan PT PT Arfa Putra Soegama.
Baca Juga: Warga Serpong Lagoon Ajukan Kompensasi, PT Arfa Soegama Verifikasi
“Mereka kan mau jual semua aset dan jaringan distribusi pipa di sini ke PT PITS. Tadi disampaikan bahwa jangan cuma menjual aset dan distribusi pipanya saja, tapi mereka kan juga akan jual data konsumen nih. Karena tadi mereka menyatakan, nanti setelah dikelola PITS, harga air jelas akan lebih naik, kata mereka gitu,” paparnya. (eko)

















