SATELITNEWS.COM, LEBAK—Virus influenza A H3N2 subclade K atau yang dikenal sebagai Superflu yang sempat dilaporkan merebak di sejumlah negara dan menjadi perhatian otoritas kesehatan global, dipastikan belum ditemukan di Kabupaten Lebak.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak menegaskan hingga kini wilayah Lebak masih dalam kondisi aman, meski cuaca ekstrem terus terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Lebak, Nining Tilawah, mengatakan hasil pemantauan yang dilakukan pihaknya belum menunjukkan adanya laporan kasus super flu maupun lonjakan kasus influenza berat di wilayah Kabupaten Lebak.
“Sampai saat ini belum ada laporan kasus super flu di Kabupaten Lebak. Dari hasil pemantauan juga belum terlihat adanya peningkatan kasus flu berat dalam beberapa minggu terakhir,” ujar Nining, Kamis (29/1/2026).
Meski disebut sebagai Superflu, Nining menjelaskan virus tersebut sejatinya masih merupakan bagian dari influenza musiman. Namun demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Secara klinis, gejala super flu hampir serupa dengan influenza pada umumnya, seperti demam, batuk kering, nyeri otot, nyeri sendi, serta sakit tenggorokan. Pada kondisi tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi lebih serius hingga menyebabkan sesak napas.
“Kelompok yang paling rentan adalah anak-anak, lanjut usia, serta individu dengan penyakit penyerta atau komorbid. Mereka ini biasanya lebih mudah terserang dan berisiko mengalami gejala berat,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kabupaten Lebak terus menggencarkan upaya promotif dan preventif, salah satunya melalui sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada masyarakat. “Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan masker apabila sedang flu atau batuk, agar tidak menularkan ke orang lain,” tambah Nining.
“Dari sisi kesiapan layanan kesehatan, Dinkes memastikan seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Lebak, termasuk rumah sakit, telah menyiapkan ruang isolasi untuk mengantisipasi apabila ditemukan kasus super flu di kemudian hari,” pungkasnya.
Meski Kabupaten Lebak masih dinyatakan zona aman dari ancaman super flu, Dinkes mengingatkan masyarakat agar tidak terlena. Pengalaman pandemi sebelumnya menjadi pelajaran bahwa kewaspadaan sejak dini jauh lebih penting dibanding penanganan saat kasus sudah merebak. Di tengah cuaca ekstrem dan mobilitas warga yang terus meningkat, disiplin menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker saat sakit, serta kepedulian untuk melindungi kelompok rentan menjadi kunci agar Lebak tetap aman dari ancaman penyakit menular.(mulyana)