SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, mencatat sebanyak 519 hektare lahan pertanian padi dinyatakan puso. Hal tersebut terjadi, akibat banjir melanda wilayah Kabupaten Serang belakangan ini.
“Untuk data saat ini yang puso 519 hektare. Upaya tercepatnya, semua yang terdampak kita ajukan bantuan benih, perhektare itu 25 kilo bibit benih itu di kali ada 2.175 hektare akan kita ajukan ke Kementerian Pertanian. Termasuk juga yang puso,” kata Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suhardjo, Kamis (5/2/2026).
Kata Suhardjo, jika tahun-tahun sebelumnya hanya tanaman padi mengalami puso saja yang mendapatkan bantuan bibit benih. Namun, tidak untuk tahun ini semua lahan tanaman padi yang terdampak banjir akan di berikan bantuan benih.
“Semua yang terdampak banjir akan mendapatkan bantuan supaya cepat tanam kembali, mumpung masih hujan untuk mengejar produksi. Targetnya kita di 2026 ini ekspor, tingkat nasional itu ekspor,” tuturnya.
Suhardjo juga menjelaskan, untuk penyaluran bantuan bibit benih untuk para petani tidak harus menunggu tahun depan meski diajukan tahun ini. Katanya, pihaknya sudah mengajukan bantuan pada tahun ini dan dalam waktu dekat akan segera menerima bantuan tersebut.
“Gak harus menunggu tahun depan, kita ajukan tahun ini. Hari ini mau saya teken permohonannya, yang mungkin dalam waktu ga terlalu lama akan segera turun bantuan benihnya,” ujarnya.
Baca Juga: Beredar ‘Iuran Alumni’ di Wisuda Faletehan, IKAFA Klarifikasi
Suhardjo berharap, kedepan cuaca segera membaik tidak ada bencana banjir dan para petani bisa segera mengolah lahan pertaniannya. Karena yang terdampak dan yang puso ini pasti harus olah lahan kembali.
Namun Suahdrjo mengimbau kepada para petani agar lebih hati-hati dengan melihat kondisi cuaca. Pihaknya juga akan memantau dampak bencana banjir banyaknya hama terutama keong dan sebagainya.
“Nanti koordinasi dengan kami, kami sudah menyiapkan racun untuk pembasmi keong dan sebagainya akan kita upayakan per dan kita siapkan. Sehingga antisipasinya supaya kita bisa panen dengan baik, dan hasilnya di 2026 ini akan tercapai targetnya,” ungkapnya.
Terkait penyebab banjir hingga merendam lahan pertanian, Suhardjo juga memastikan akan telusuri penyebab banjir yang terjadi beberapa pekan terakhir apakah pendangkalan salurannya, atau mungkin jaringan irigasi yang rusak.
“Itu akan kita telusuri, nanti kita akan cobakan untuk usulan ke BBWSC3 atau ke DPUPR Banten, DPUPR Kabupaten Serang untuk merehab saluran-saluran itu,” pungkasnya. (sidik)
























