SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangerang pada tahun anggaran 2025 disebut melampaui target. Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi kesehatan fiskal daerah, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi pemerintah kota dalam menjalankan berbagai program pembangunan. Namun, bagi Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam, keberhasilan fiskal itu tidak boleh berhenti pada angka semata.
“Harapannya, ketika PAD kita meningkat, maka kemampuan pemerintah daerah dalam mendorong program dan kegiatan juga harus ikut bertambah,” ujar Rusdi Alam saat diwawancarai pada Minggu, (8/2/2026) . Menurutnya, peningkatan pendapatan daerah harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Rusdi menekankan bahwa tanpa dukungan anggaran yang memadai, program pembangunan tidak akan berjalan optimal. Karena itu, pendapatan daerah memegang peran sentral dalam menyelesaikan berbagai persoalan perkotaan, mulai dari infrastruktur hingga layanan dasar.
“Tanpa uang, kita mungkin tidak bisa menjalankan program. Pada akhirnya, pendapatan menjadi kunci dalam merealisasikan kegiatan dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di kota,” kata politisi yang dikenal vokal dalam isu tata kelola pemerintahan itu.
Menurut Rusdi, ruang fiskal yang lebih longgar seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat pelayanan publik di berbagai sektor strategis. Pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar menjadi prioritas utama yang harus merasakan dampak langsung dari peningkatan PAD. “Kita ingin dengan ketersediaan anggaran yang lebih, pemerintah daerah punya kemampuan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat,” ujarnya. Ia menyebut, peningkatan kualitas layanan publik adalah tolok ukur paling nyata dari keberhasilan pengelolaan keuangan daerah.
Di sisi lain, Rusdi juga menyoroti pentingnya pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menyebut bahwa pemerintah pusat telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 5 persen. Kota Tangerang, kata dia, diharapkan mampu memenuhi bahkan melampaui target tersebut pada 2026. “Mudah-mudahan di 2026 kita bisa memenuhi target pertumbuhan ekonomi itu. Karena bagaimanapun, pertumbuhan ekonomi sangat penting bagi pergerakan roda ekonomi di Kota Tangerang,” ujarnya.
Baca Juga: DPRD Kota Tangerang Dorong Strategi Diskon Pajak dan Retribusi Baru demi Capai Target PAD
Rusdi menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi memiliki efek berantai yang signifikan. Peningkatan investasi, pembukaan lapangan kerja, hingga kenaikan daya beli masyarakat merupakan indikator yang saling berkaitan. “Ketika ekonomi tumbuh, investasi meningkat, lapangan pekerjaan terbuka, daya beli naik. Semua itu berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Menjawab pertanyaan mengenai kondisi fiskal daerah, Rusdi menegaskan bahwa kemampuan fiskal Kota Tangerang harus terus ditingkatkan. Ia menyebut peningkatan fiskal sebagai prasyarat utama agar pemerintah daerah tidak bergantung sepenuhnya pada transfer pusat. “Ya, kemampuan fiskal kita harus nambah, harus naik,” ujarnya singkat namun tegas.
Menurut Rusdi, kemandirian fiskal merupakan fondasi penting bagi daerah untuk lebih leluasa menentukan arah pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal. Terkait sumber PAD, Rusdi mengungkapkan bahwa kontribusi terbesar selama ini berasal dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Dua pos tersebut, menurutnya, melampaui target yang telah ditetapkan. “Kontribusi terbesar itu dari PBB dan BPHTB. Dua itu yang melampaui target,” katanya. Ia menjelaskan bahwa BPHTB, khususnya, dapat mencerminkan kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat. (ari/made)
























