SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Real Madrid mendapat ganjalan dalam upayanya mengejar Barcelona. Menjamu Getafe, Los Merengues tumbang 0-1.
Pada pertandingan di Santiago Bernabeu, Selasa (3/2/2026) dini hari WIB, Madrid tampil dominan dengan menciptakan 18 attempts, tujuh di antaranya on goal.
Sementara Getafe yang diberikan tiga attempts on target dari total sembilan percobaan, berhasil mencetak gol kemenangan lewat Martin Satriano pada menit ke-39.
Kedua tim sama-sama kehilangan satu pemain di pengujung laga karena kartu merah. Kekalahan ini bikin Madrid tertahan di posisi kedua klasemen Liga Spanyol dengan 60 poin, tertinggal empat angka dari Barcelona di puncak. Getafe di posisi ke-11 dengan 32 poin.
Meski kalah, pelatih Madrid Alvaro Arbeloa percaya peluang juara Madrid belum hilang. Ia menyebut Madrid tidak akan menyerah mengejar gelar juara LaLiga sampai akhir. “Tidak, tentu saja tidak,” ujar Arbeloa saat ditanya apakah kekalahan ini mengakhiri peluang juara Madrid, seperti dilansir ESPN.
“Masih ada 36 poin tersisa dan kami harus memperjuangkannya. Tidak ada yang akan menyerah di sini, ini adalah Real Madrid. Empat poin adalah jarak yang kami kira bisa kami kejar,” katanya.
Arbeloa sebut dirinya pantas disalahkan, bukan pemain. “Jangan salahkan para pemain, ini semua adalah kesalahan saya,” tegas Arbeloa seperti dilansir dari Marca. “Getafe main bagus, kami selanjutnya fokus untuk menang,” tambahnya.
Kini, El Real mencanangkan misi besar untuk menyapu bersih seluruh laga sisa La Liga musim ini. Hal ini dikarenakan Liga Spanyol masih menyisakan 12 pertandingan lagi hingga akhir musim.
Arbeloa, menegaskan bahwa misi utama Vinicius Junior dan kawan-kawan adalah memenangi seluruh laga sisa tersebut tanpa celah. “Kami masih memiliki 36 poin tersisa, dan target kami adalah meraih seluruh poin tersebut,” tegas Arbeloa sebagaimana dikutip dari situs resmi klub.
“Saya tahu bahwa setelah kekalahan seperti hari ini segalanya tampak sangat suram, dan tidak banyak harapan tersisa saat Anda kalah dengan cara seperti ini. Namun, itu harus tetap menjadi tujuan kami. Kami akan menghadapi pertandingan yang sangat sulit di Vigo, dan kami harus pergi ke sana untuk menang,” tambahnya.
Ujian berat sudah menanti Madrid dalam waktu dekat. Dua rival langsung masih harus dihadapi di sisa musim ini. Derby melawan Atletico Madrid dijadwalkan pada 23 Maret mendatang, sementara duel krusial El Clasico kontra Barcelona akan tersaji pada 11 Mei 2026.
Sementara Getafe bisa tersenyum lebar karena untuk pertama kalinya dalam 18 tahun, mereka bisa menang di markas Madrid! Terakhir kali mereka memenangi Derby Madrid di kandang El Real pada 25 Februari 2008 dengan skor 1-0.
Sejak tanggal itu, Getafe cuma bisa meraih empat hasil imbang dan 37 kekalahan dari 41 lawatan terakhir ke Bernabeu. Getafe bahkan selalu kalah dalam delapan pertemuan dengan Madrid sebelum ini.
“Sangat sulit untuk main di sini. Kami harus mengapresiasi tim, kami tampil luar biasa di belakang, dan mencetak gol ketika ada kesempatan. Kami harusnya bisa mencetak gol lebih banyak dari serangan balik,” ujar bek Getafe Kiko Femenia kepada DAZN. (dm)