SATELITNEWS.COM, LEBAK–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak resmi melayangkan surat permohonan peninjauan dan analisis pergerakan tanah ke Badan Geologi Kementerian ESDM. Langkah ini dilakukan menyusul bencana pergeseran tanah yang mengancam 32 rumah warga di Kampung Cinangga Lebak, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah.
Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta mengatakan, permohonan kajian tersebut diajukan sebagai dasar teknis untuk menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk kemungkinan relokasi warga terdampak. “Kami sudah bersurat ke Badan Geologi Kementerian ESDM untuk dilakukan peninjauan dan analisis pergerakan tanah di lokasi terdampak. Hasil kajian itu nantinya akan menjadi rekomendasi bagi pemerintah daerah dalam mengambil keputusan,” ujar Sukanta, Rabu (4/3/2026).
Dalam surat bernomor 360/209-BPBD/III/2026 tertanggal 4 Maret 2026 itu, BPBD Lebak menyampaikan bahwa pergerakan tanah dan longsor terjadi di Kampung Cinangga Lebak RT 03/RW 06, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah. Akibat kejadian tersebut, sebanyak 32 rumah terdampak dengan tingkat kerusakan bervariasi.
BPBD juga mencantumkan titik koordinat lokasi terdampak untuk memudahkan tim Badan Geologi melakukan verifikasi lapangan. Sukanta menjelaskan, hasil pemeriksaan dari Badan Geologi nantinya akan menjadi dasar rekomendasi teknis dalam menentukan langkah mitigasi, baik penanganan darurat maupun kebijakan jangka panjang.
Sebelumnya, Kepala Desa Bayah Timur, Rafik Rahmat Taufik mengungkapkan, dari 32 kepala keluarga (KK) terdampak, tujuh KK di antaranya telah mengungsi karena kondisi rumah mengalami retakan parah dan tidak lagi layak huni. “Tanah labil di Kampung Cinangga memang sudah terjadi sejak tahun 80-an. Namun kondisi terparahnya terjadi sejak tiga tahun lalu. Ada 32 rumah yang terdampak dan mengalami keretakan sedang hingga parah. Bahkan tujuh kepala keluarga sudah mengungsi,” ujarnya.
Menurut Rafik, total warga terdampak mencapai hampir 150 jiwa. Retakan terlihat di hampir seluruh bagian rumah, mulai dari dinding hingga lantai bangunan, sehingga memicu kekhawatiran akan potensi roboh jika pergerakan tanah terus terjadi.
Baca Juga: 7 Rumah Serta Jalan Rusak Akibat Fenomena Tanah Bergerak di Lebak
Pemerintah desa, lanjut dia, telah menyiapkan lahan untuk relokasi warga. Namun realisasi pembangunan hunian baru masih terkendala anggaran. “Kami sudah punya lahan untuk relokasi, cuma terbentur anggaran. Kami berharap ada upaya serius dari pemerintah daerah maupun provinsi agar relokasi bisa segera direalisasikan,” tegasnya. (mulyana)
