SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Sikap tidak terpuji dilakukan beberapa orang oknum wartawan di Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang. Mereka secara terang-terangan melakukan pemerasan terhadap pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cibingbin, Kecamatan Cibaliung.
Informasi yang berhasil didapat, aksi pemerasan itu dilakukan ketika oknum LSM beralibi melakukan klarifikasi atas dugaan teknis penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG). Berangkat dari hal itu, kedua oknum wartawan kemudian melakukan komunikasi gencar dengan pihak penanggung jawab SPPG.
Hingga akhirnya, keduanya secara terang-terangan meminta sejumlah dana atau uang kepada pihak penanggung jawab SPPG dan berjanji tidak akan ikut campur atau mengganggu program yang ada.
Person In Charge SPPG Cibingbin, Kecamatan Cibaliung Aep Saepudin mengakui dirinya kerap menerima intimidasi terkait pengelolaan SPPG dan MBG diwilayahnya. Meski demikian, program MBG tetap dilaksanakan karena sudah menjadi program Pemerintah Pusat.
“Jadi eta jajawaraan bae sikapna, ngan kamari ku abdi dilawanan bae henteu direspons (Jadi, itu sok jago sikapnya, ku saya dilawan terus, nggak direspons),” aku Aep, Jumat (6/3/2026).
“Kamari nelpon hayang baikan jeung mundur dina perkara ieu. Ngan pasihan bae cena saldo, pas setelah dipasihan manehna mamarahan, piraku cena ngan 100 rebu. (Kemarin nelpon mau baik dan mundur dari perkara ini. Cuman kasih aja saldo, pas dikasih, dia marah, masa cuman ngasih 100 ribu),” sambungnya.
Baca Juga: DPMPTSP Kabupaten Serang Butuh 30 Menit Untuk Pelayanan SLHS
Aep pun mengirimkan sejumlah percakapan antara dirinya dengan oknum wartawan tersebut. Berdasarkan Undang-Undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, wartawan tidak dibenarkan meminta sejumlah uang kepada narasumber atau pihak terkait, dan sistematika penulisan harus sesuai dengan kode etik jurnalistik, bukan atas dasar asumsi.
Dikonfirmasi terpisah, oknum wartawan berinisial R mengatakan, dirinya hanya bertugas menulis dan ada lagi pimpinan diatasnya. Terkait hal yang terjadi dilapangan, sepenuhnya sesuai dengan yang ditemukan.
“Kalau saya kan ada pimpinan lagi ya pak, tapi itulah yang ada dilapangan,” singkatnya. (adib)
























