SATELITNEWS.COM, LEBAK–Menjelang arus mudik Lebaran pengelola Terminal Mandala Kabupaten Lebak melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check terhadap puluhan bus angkutan umum yang beroperasi di sana.
Kepala Terminal Mandala, Muksin, mengatakan, kesiapan menghadapi arus mudik Idulfitri Terminal Mandala sudah dilakukan, diantaranya pemeriksaan kelayakan kendaraan, tarif dan lainnya. “Ramp check kendaraan sudah kami lakukan terhadap 54 kendaraan. Dari jumlah tersebut, 29 kendaraan dinyatakan layak jalan, sementara sisanya kami beri peringatan untuk melengkapi kekurangan yang ada,” kata Muksin, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan, secara keseluruhan jumlah angkutan umum yang beroperasi di Terminal Mandala terdiri dari 73 bus AKAP, 20 bus angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP), serta 30 angkutan desa (angdes). Adapun perusahaan otobus (PO) yang beroperasi di terminal tersebut di antaranya Primajasa, Komara, Rudi, Tunggal Jaya, Karunia Bakti, Batur Salembur, Parung Indah, dan Budiman.
Selain pemeriksaan kendaraan, pihak terminal juga telah berkoordinasi dengan pengusaha dan para sopir untuk memastikan pelayanan kepada penumpang tetap terjaga selama arus mudik. “Kami juga sudah berkoordinasi dengan pengusaha dan sopir, terutama terkait penertiban tarif serta bagaimana memberikan kenyamanan bagi para penumpang,” ujarnya.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan terhadap para sopir juga telah dilakukan dan hasilnya seluruhnya dalam kondisi sehat. Sementara untuk tes urine masih menunggu pelaksanaan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten.
Muksin menambahkan, pada musim mudik tahun ini terdapat penambahan jadwal keberangkatan dari beberapa PO. Di antaranya PO Tunggal Jaya tujuan Kuningan–Cirebon yang berangkat pukul 20.00 WIB, serta PO Budiman dengan tujuan Garut pukul 07.00 WIB dan pukul 06.00 WIB.
Baca Juga: Satlantas Polresta Serang Gelar Ramp Check di Terminal Pakupatan
Meski demikian, kondisi penumpang di Terminal Mandala saat ini masih terbilang landai. Peningkatan jumlah penumpang diperkirakan mulai terjadi mendekati H-4 Lebaran. “Untuk saat ini penumpang masih landai, diprediksi akan mulai menggeliat di H-4,” katanya.
Pihak terminal juga mengimbau kepada penumpang agar segera melapor jika menemukan adanya kenaikan tarif yang tidak sesuai ketentuan di luar terminal. “Kalau ada penumpang yang mengalami kenaikan tarif di luar aturan, silakan segera laporkan. Tahun lalu ada satu kasus dan langsung kami tindaklanjuti sehingga penumpang yang dirugikan merasa puas,” ujarnya.
Sementara, salah seorang sopir bus Primajasa, Agus Setiawan, berharap jumlah penumpang pada musim mudik tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Ia mengaku pada hari-hari biasa jumlah penumpang masih tergolong sepi. “Kalau hari biasa penumpang masih sepi. Dari Jakarta sampai Rangkasbitung paling banyak sekitar tujuh orang,”
Iya pun tak menampik sepinya masyarakat yang menggunakan transportasi bus. Selain harganya yang mahal, rasa nyaman kalah dengan transportasi kereta yang harganya lebih murah serta angkutan daring. “Ada kereta ya, harga ongkosnya lebih murah. Tapi, ada juga yang menggunakan angkutan online, jadi masyarakat yang menggunakan bus setiap tahunnya akan selalu sepi,” pungkasnya.(mulyana)
