SATELITNEWS.COM, SERANG – Sebanyak 990 warga Banten, menikmati program mudik gratis 2026 yang difasilitasi Pemprov Banten. Sebanyak 22 bus diterjunkan, untuk melayani para pemudik yang akan pergi ke Sumatera maupun daerah Jawa.
Selain itu, Pemprov Banten juga menyediakan empat bus khusus, untuk menjemput mahasiswa asal Banten yang berkuliah di Bandung dan Yogyakarta dan ikut serta dalam keberangkatan program mudik gratis tersebut.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, mudik gratis merupakan program rutin Pemprov Banten setiap tahun menjelang Lebaran. Tujuannya, sebagai upaya memudahkan dan memberikan kenyamanan, bagi warga yang akan pulang ke kampung halaman.
”Ini adalah kegiatan rutin yang kami laksanakan setiap tahun, untuk menyediakan mudik gratis bagi masyarakat yang akan pulang ke kampung halamannya,” katanya, Kamis (19/3/2026).
Andra mendoakan, agar para peserta mudik dapat tiba di tujuan dengan selamat sehingga bisa berkumpul bersama keluarga pada momen Idulfitri 1447 Hijriah.
”Yang terpenting, (peserta) juga bisa kembali lagi ke Banten tanpa ada kekurangan satu pun,” tandasnya.
Baca Juga: Di Acara Raker Bapera, Gubernur Andra Ajak Pemuda Bangun Banten
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten Tri Nurtopo mengatakan, secara keseluruhan ada sebanyak 22 bus yang dioperasikan tahun ini, dua di antaranya merupakan hasil kerja sama dengan Jasa Raharja.
”Untuk jurusan Padang, kami bekerja sama (dengan Jasa Raharja),” ujarnya.
Peserta mudik asal Cikande, Tatang Permana (53), mengaku bersyukur mendapat kesempatan tersebut. Biasanya, dia dan putranya mudik menggunakan kendaraan umum. Namun, karena harga tiket melonjak, dia mencoba mengikuti program Pemprov Banten ini.
”Ini baru pertama kali saya ikut, Pak. Itu juga anak yang mendaftar. Biasanya kami memang selalu naik angkutan umum, tetapi karena tahun ini tiketnya lumayan tinggi, kami memilih ikut mudik gratis,” pungkasnya.
Khoirunnisa (44), warga Tangerang yang mudik bersama suami dan kedua anaknya ke Padang, Sumatera Barat. Program ini, menurutnya, sangat membantu meringankan beban keuangan keluarga, yang hanya mengandalkan upah suaminya sebagai buruh pabrik.
”Kalau ongkos (angkutan-red) umum, sekarang sekitar Rp900 ribu per orang untuk sekali jalan. Itu belum termasuk makan di perjalanan. Dengan mudik gratis ini, semuanya difasilitasi,” ungkap Nisa.
Baca Juga: Kasus ISPA Capai 4.500, Pemprov Banten Perpanjang PJJ
DIa mengapresiasi Pemprov Banten, dan berharap program serupa terus berlanjut setiap tahun, agar dapat membantu masyarakat berekonomi menengah ke bawah.
”Ini sangat membantu sekali. Terima kasih, Pak Gubernur Andra Soni dan Pak Wagub Dimyati Natakusumah,” pungkasnya. (adib)
























