SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 diwarnai langkah tegas Rutan Kelas I Tangerang, Desa Taban, Kecamatan Jambe. Seluruh petugas bersama 548 narapidana menjalani tes urine massal pada Selasa (7/4/2026), sebagai upaya deteksi dini penyalahgunaan narkotika demi mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih.
Kepala Rutan Kelas I Tangerang, Irhamuddin, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen nyata dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di dalam rutan.
“Ini salah satu langkah nyata yang dilakukan untuk mendeteksi dini penyalahgunaan narkotika, di Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62,” ujar Irhamuddin kepada Satelit News, Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan, tes urine tersebut merupakan implementasi dari 15 Program Akselerasi Menteri yang bertujuan memastikan seluruh jajaran pemasyarakatan bebas dari narkoba. Dalam pelaksanaannya, pihak rutan juga menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Tangerang serta Kepolisian Resor Kota Tangerang untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas hasil pemeriksaan.
“Dalam kegiatan tes urine ini, kami juga melibatkan BNN dan kepolisian,” katanya.
Hasilnya, seluruh petugas dan warga binaan dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika. Capaian ini menjadi bukti komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan rutan yang bersih dan bebas narkoba.
Baca Juga: Kapolresta Tangerang Dorong Generasi Muda Jadi Pelopor Kamtibmas
“Hasilnya dinyatakan negatif. Ini juga menjadi bagian dari upaya deteksi dini sekaligus pencegahan agar tidak ada celah bagi peredaran maupun penyalahgunaan narkotika di dalam rutan,” tegasnya.
Irhamuddin menambahkan, pihaknya akan terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait guna menjaga lingkungan rutan tetap aman dan berintegritas. Ia berharap momentum HBP ke-62 semakin memperkokoh komitmen seluruh jajaran dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan bebas dari narkoba.
“Kami akan terus melakukan pemantauan guna menjaga lingkungan rutan tetap bersih dari penyalahgunaan narkotika,” tandasnya.
Di tempat yang sama, salah satu warga binaan Rutan Kelas I Tangerang, Ruslan (samaran), mengakui bahwa pengawasan di dalam rutan tergolong ketat. Tes urine, kata dia, dilakukan secara rutin.
“Sangat ketat, selama satu atau dua bulan sekali selalu dilakukan tes urine,” ungkapnya. (alfian/aditya)

















