SATELITNEWS.COM, SERANG – Pelajar SMPN 15 Kota Serang dan Siswa SKh 02 Kota Serang, berkolaborasi melakukan pertunjukan tari bertajuk ‘BATAS TANPA BATAS’. Pertunjukan ini, menampilkan karya tari kreasi Banten yang mengusung semangat inklusivitas.
Kegiatan seni pertunjukan bertajuk ‘BATAS TANPA BATAS’, sukses diselenggarakan pada Sabtu, 11 April 2026, pukul 20.00 WIB sampai dengan 21.00 WIB, di Lapangan Parkir Gedung Juang 45 Kota Serang.
Kegiatan ini, merupakan karya dari Aghnia Chaerunnisa, seorang pelaku seni tari sekaligus guru, yang berkomitmen menghadirkan ruang seni yang terbuka bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas.
Melalui garapan ini, seni pertunjukan tidak hanya menjadi media ekspresi, tetapi juga sarana membangun kesetaraan dan penghargaan terhadap keberagaman.
Program ini merupakan kegiatan usulan perorangan yang mendapatkan dukungan manfaat Dana Indonesiana melalui LPDP, sebagai bagian dari pemanfaatan hasil kelola Dana Abadi Kebudayaan dalam program layanan produksi kegiatan kebudayaan kategori Pendayagunaan Ruang Publik Tahun 2025 oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Dalam keterangannya, Aghnia Chaerunnisa selaku penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wadah kreatifitas, bagi penyandang disabilitas sebagai ruang seni yang inklusif.
Baca Juga: Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber, Pelajar SMA Negeri 1 Kota Serang Diberikan Pemahaman
“Oleh karenanya, saya membuat garapan yang berkolaborasi antara siswa SMPN 15 dengan siswa SKh 02 Kota Serang, yang sangat luar biasa sekali,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Banten, Swedhi Hananta, yang turut menyaksikan langsung pertunjukan tersebut:
“Kegiatan ini mengharukan sekali, kita bisa melihat anak-anak berkebutuhan khusus tampil sangat luar biasa di atas panggung, sehingga kita sadar bahwa seni itu tak terbatas, ruang inklusif itu betul-betul ada. Saya sangat mendukung kegiatan ini.” tuturnya.
Melalui kegiatan ‘BATAS TANPA BATAS’, diharapkan semakin banyak ruang publik yang dapat dimanfaatkan sebagai wadah ekspresi seni yang inklusif, serta memperkuat pelestarian dan pengembangan seni budaya lokal Banten yang adaptif dan berkelanjutan. (sidik)

















