SATELITNEWS.COM, SERANG— Pasca terbakarnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi, seluruh penumpang kapal atau sebanyak 460 orang, terdiri dari 420 penumpang dan 40 kru selamat. Musibah itu, menjadi bahan evaluasi keselamatan kapal dan para penumpang ke depannya.
Direktur Utama PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry, Heru Widodo mengatakan, seluruh penumpang selamat meskipun ada beberapa orang yang harus mendapatkan penanganan medis diawal kejadian.
“Semuanya selamat,” katanya, Rabu (21/10/2026).
Saat ini, kata dia, pihaknya bersama PT Jasa Raharja tengah melakukan pendataan lebih lanjut guna menghitung kerugian materil. Hal itu merupakan penanganan utama pasca insiden kebakaran KMP Batumandi di perairan Merak.
“Kita masih melakukan penghitungan,” tandasnya.
Terkait penyebab kebakaran KMP Batumandi, pihaknya belum bisa menyampaikan karena masih dalam proses pemeriksaan oleh pihak terkait. Oleh karena itu, pihaknya mendukung penuh dilalukannya proses investigasi.
Baca Juga: KMP Batu Mandi Terbakar, ASDP Indonesia Ferry Beri Penjelasan
“Untuk penyebab insiden, kami mendukung penuh proses investigasi yang tengah dilakukan oleh KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) dan kepolisian,” ujarnya.
Heru memastikan, kerugian materil para penumpang dalam insiden tersebut, sepenuhnya akan ditanggung oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Namun, saat ini pihaknya masih melakukan penghitungan bersama pihak Jasa Raharja.
“Untuk kerugian yang akan ditanggung oleh kami, sementara ini masih kami data. Dan nanti kami akan memberikan pergantian bersama nanti Jasa Raharja, dan ini masih dalam proses pendataan,” pungkasnya.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Banten, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut (Hubla), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Yogie Nugraha mengatakan, kebakaran hebat di KMP Batumandi bisa ditangani pukul sembilan malam.
Proses pemadaman itu melibatkan banyak kapal, yakni TB Gunung Cipala, TB Avatar Harbour, TB Teluk Jakarta, TB Tirtayasa V, TB Gunung Batur, TB Gunung Santri, KNP 333, KMP Royce 1, KMP Munic 3, KMP SMS Mulawarman, serta unsur Bea Cukai BC 9006.
Terkait penanganan dan investigasi, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait guna memastikan penanganan berjalan sesuai dengan prosedur keselamatan dan aturan perundang-undangan yang berlaku.
Baca Juga: KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak, Tim SAR Gabungan Lakukan Evakuasi
“Kami juga akan mendukung proses pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab kejadian serta memastikan tindak lanjut yang diperlukan berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan,” tuturnya.
Dia mengaku, hingga saat ini belum ada informasi resmi terkait penyebab kebakaran KMP Batumandi, karena masih dalam proses investigasi dan harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai kondisi kapal. “Masih harus dilakukan pemeriksaan menyeluruh,” katanya.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat terbatas dengan melibatkan KNKT, Basarnas, TNI, Polri, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), serta Jasa Raharja untuk menyinergikan langkah penanganan pascainsiden.
“Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa ini. Sekaligus, kami sangat mengapresiasi seluruh pihak yang telah bahu-membahu dan bergerak cepat melakukan evakuasi serta pengamanan di lokasi,” ungkapnya.
Andra mengatakan, berdasarkan data dari PT ASDP, seluruh penumpang yang berjumlah 420 orang beserta 40 kru kapal berhasil dievakuasi dengan selamat. Selain itu, terdapat 89 unit kendaraan di dalam kapal.
Dari total penumpang, 16 orang telah mendapatkan penanganan medis secara sigap, yakni 11 orang di Puskesmas Pulomerak dan lima orang di Rumah Sakit Krakatau Medika.
Saat ini, pihak ASDP juga memfasilitasi kepulangan para penumpang. Pihaknya juga akan terus memantau pelayanan kesehatan bagi para pengguna jasa yang terdampak.
“Kami pastikan koordinasi berjalan intensif. Penumpang yang memerlukan tindakan medis akan terus dikawal agar mendapat pelayanan terbaik sesuai ketentuan,” tegasnya.
Ke depan, Gubernur Andra Soni berharap seluruh operator kapal penyeberangan semakin disiplin dalam menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan. Terkait penyebab pasti insiden, dia meminta publik untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi.
“Kita serahkan sepenuhnya proses investigasi kepada KNKT dan pihak berwenang,” tukasnya.
Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi (Irjenpol) Hendra Kurniawan mengatakan, pihaknya juga memberikan pelayanan kepada para penumpang yang kehilangan dokumen atau surat-surat penting, akibat peristiwa kebakaran tersebut.
“Pelayanan yang disediakan berupa penerbitan surat keterangan kehilangan guna membantu penumpang dalam mengurus kembali dokumen yang hilang,” imbuhnya. (adib)

















