SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Bayern Muenchen memenangi duel sengit melawan Real Madrid di leg kedua perempatfinal Liga Champions dengan skor 4-3. Bayern lolos ke semifinal dan akan melawan Paris Saint-Germain.
Laga Bayern vs Madrid di leg kedua perempatfinal Liga Champions digelar di Allianz Arena, Muenchen, Kamis (16/4/2026) dini hari WIB. Bayern berbekal kemenangan 2-1 dari leg pertama.
Lima gol sudah tercipta pada babak pertama. Saling berbalas gol, Madrid menutup paruh pertama dengan keunggulan 3-2.
Madrid lantas harus bermain denga 10 orang mulai menit ke-86 menyusul kartu merah untuk Eduardo Camavinga. Bayern lantas memanfaatkan keunggulan pemain untuk mencetak dua gol tambahan.
Luis Diaz mencetak gol tiga menit usai kartu merah Camavinga dan ditutup oleh Michael Olise yang membobol gawang Madrid lewat tendangan terakhir di laga ini. Bayern menang 4-3 dan lolos dengan agregat 6-4.
Lolos ke semifinal Liga Champions, Bayern akan menghadapi PSG. Sang juara bertahan masuk ke semifinal setelah menyingkirkan Liverpool sehari sebelumnya.
Baca Juga: Messi Cetak Rekor Lagi
Pelatih Madrid Alvaro Arbeloa mengakui kartu merah Eduardo Camavinga menjadi penentu. Ppada menit ke-86, Camavinga yang masuk sebagai pemain pengganti mendapat kartu merah. Kalah jumlah pemain, Madrid kemudian kebobolan dua gol lagi oleh Luis Diaz dan Michael Olise.
Keputusan wasit mengusir Camavinga mendapat protes dari kubu Madrid. Arbeloa bahkan menilai kartu merah Camavinga merusak pertandingan.
Insiden tersebut berawal dari pelanggaran yang dilakuan Camavinga terhadap Harry Kane. Ia kemudian terlihat masih mencoba menahan bola sebelum wasit kemudian mengacungkan kartu kuning. “Semua selesai setelah kartu merah,” ujar Arbeloa seperti dilansir Reuters.
“Anda tidak bisa mengeluarkan pemain untuk hal seperti itu di panggung sebesar ini. Sayang sekali pertandingan seindah ini dirusak.”
“Saya bersimpati kepada para pemain saya. Atas usaha yang mereka kerahkan. Ini menyakitkan karena Real Madrid tidak akan memenangi gelar mereka yang ke-16. Saya sangat bangga. Kami kembali ke Madrid setelah habis-habisan di sini,” kata Arbeloa menambahkan.
Arbeloa juga mengkritik wasit soal kartu merah untuk Eduardo Camavinga. Arbeloa menilai wasit tidak sadar saat mengambil keputusan itu. “Saya kira dia mendapat kartu justru karena itu, karena pemain-pemain Bayern harus mengingatkannya kalau itu adalah kartu (kuning) kedua,” ujar Arbeloa seperti dilansir Football Espana.
Baca Juga: Rekor Cristiano Ronaldo Usai Portugal Kalahkan Uzbekistan
“Tapi itu bukan kartu kuning. Saya tidak tahu, atau dia belum pernah main sepakbola … atau saya tidak tahu.”
“Saya kira ini semakin parah karena dia tidak tahu dia (Camavinga) sudah dapat kartu kuning, karena ini kesalahan ganda. Dia menghancurkan pertandingan yang indah,” kata Arbeloa.
Penyerang Bayern, Harry Kane menilai kemenangan di Allianz Arena tak datang dengan mudah untuk Bayern. Hal tersebut karena Bayern tak memulai laga dengan baik. “Babak pertama agak kacau, jelas kami memulai dengan awal yang terburuk, tetapi kami berhasil kembali ke permainan dan terlihat sebagai tim yang lebih berbahaya, tetapi pemain mereka dalam transisi benar-benar dapat
membahayakan kami, dan itulah yang menghukum kami,” ujar Kane dikutip dari situs UEFA.
“Di babak kedua, kami memutuskan untuk sedikit lebih sabar. Kami tahu seiring berjalannya pertandingan, kami akan menjadi lebih kuat, dan kami mampu memanfaatkan peluang kami menjelang akhir pertandingan,” jelasnya.
Kemenangan yang disambut suka cita oleh pelatih Bayern Vincent Kompany, mengingat laga berjalan sengit sedari awal dan menguras fisik serta psikis. Apalagi Bayern harus istirahat dengan kondisi tertinggal, dari Madrid yang merupakan rajanya UCL dengan 15 trofi.
“Laga yang sangat emosional. Kami lebih banyak menguasai bola dan selalu yakin bisa bkin gol. Tapi Real Madrid adalah Real Madrid, mereka selalu jadi ancaman. Para pemain bermental baja untuk bangkit dari ketertinggalan. Fans membantu kami sekali. Kami tetap tenang dan merasa bahwa momen kami akan datang,” ujar Kompany di situs resmi UEFA.
“Apakah ini laga terbesar saya? Laga berikutnya yang pasti.” (dm)
