SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Komitmen penataan kawasan nelayan di Desa Tanjung Anom, Kabupaten Tangerang, tak hanya terlihat dari perubahan fisik, tetapi juga dari besarnya dukungan anggaran yang digelontorkan lintas pihak.
Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid mengungkapkan, total anggaran yang dibutuhkan untuk menata dan membangun rumah-rumah nelayan di kawasan tersebut mencapai sekitar Rp13 miliar.
“Jadi anggaran yang dibutuhkan saat kita menata dan mendirikan rumah-rumah di Tanjung Anom ini totalnya sekitar Rp13 miliar. Sebanyak Rp5,5 miliar merupakan dukungan dari Habitat, lebih dari Rp6 miliar dari Kabupaten Tangerang, dan Rp2,2 miliar dari koperasi. Jadi totalnya Rp13 miliar,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh proses pembangunan sejauh ini berjalan lancar. Pemerintah Kabupaten Tangerang sendiri mengambil peran dalam penyediaan infrastruktur dasar yang kini sudah mulai dirasakan masyarakat.
“Tugas Kabupaten Tangerang adalah membangun infrastruktur jalan yang saat ini bisa kita lihat langsung, kemudian penerangan jalan umum (PJU), penyediaan air bersih, serta penataan saluran air,” jelasnya.
Ke depan, sesuai arahan pemerintah pusat, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung lainnya.
Baca Juga: Pura-Pura Tes Motor dan Dibawa Kabur, Seorang Pria di Solear Ditangkap Warga
“Ke depan, sesuai arahan Pak Menko, Pak Wamen, dan Pak Wagub, kami juga menyiapkan fasilitas kesehatan dan fasilitas pendidikan,” katanya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa penataan kawasan ini membawa perubahan signifikan terhadap kualitas hunian masyarakat.
“Luas tanah setiap rumah kurang lebih 60 meter persegi, dengan bangunan sekitar 30 meter persegi. Terdapat dua hingga tiga kamar, kamar mandi, dan dapur. Kondisi sebelum dan sesudah penataan kawasan ini jauh berbeda,” ungkapnya.
Menurut AHY, perubahan tersebut menjadi bukti nyata bahwa program penataan kawasan nelayan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus berpotensi menjadi model bagi daerah lain.
“Apa yang kita lihat di sini bisa menjadi percontohan untuk tempat-tempat lainnya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti penggunaan material bangunan seperti genteng yang dinilai lebih nyaman untuk kondisi wilayah pesisir yang panas.
Baca Juga: 48 Jam Pabrik Plastik di Balaraja Tangerang Terbakar, 33 KK Diungsikan
“Dengan menggunakan genteng, diharapkan rumah menjadi lebih adem dibandingkan jika menggunakan seng atau bahan lainnya,” jelasnya.
Terkait pengembangan lanjutan, AHY menegaskan bahwa seluruh aspek teknis akan dihitung secara matang dengan pendekatan rekayasa (engineering) oleh kementerian terkait.
“Untuk detail teknis, tentu harus dihitung secara lebih mendalam menggunakan perhitungan engineering oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Pekerjaan Umum. Ini harus dikoordinasikan bersama,” pungkasnya. (aditya)
























