Senin, 7 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Tagih PKB ke Rumah Warga Dianggap Tidak Manusiawi

Oleh Mardiana Tirtalaksana
Selasa, 21 Apr 2026 14:53 WIB
Rubrik Banten Region, Pemprov Banten
ANTRE - Sejumlah masyarakat antre di Samsat Balaraja untuk mengurus pajak kendaraan.(DOKUMEN/SATELITNEWS.COM)

ANTRE - Sejumlah masyarakat antre di Samsat Balaraja untuk mengurus pajak kendaraan.(DOKUMEN/SATELITNEWS.COM)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, SERANG – Rencana penagihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) ke rumah warga, mendapat penolakan pengamat kebijakan publik, Ahmad Sururi. Dia menilai, rencana tersebut tidak masuk akal dan tidak manusiawi.

Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa itu, secara tegas menolak kebijakan tersebut karena bisa membuat gaduh lingkungan masyarakat. Seharusnya, kata dia, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) melakukan evaluasi dan perbaikan agar masyarakat rajin bayar pajak.

“Saya tidak setuju dengan kebijakan itu. Tidak sehat dan menunjukkan ada masalah, dalam sistem pelayanan publik di Banten,” katanya.

Kebijakan itu, kata dia, secara tidak langsung menghadapkan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pelayan masyarakat dengan tuannya sendiri. Hal itu, kata dia, bisa berdampak panjang terhadap kepercayaan masyarakat.

“Kepatuhan pajak yang sehat, harus dibangun lewat sistem yang memudahkan dan dipercaya, bukan dengan menagih atau mengejar warga. Ini juga membenturkan warga dengan ASN, potensi resistensi dan turunnya trust juga tinggi,” ujarnya.

Sururi menilai, kebijakan yang dilakukan Pemprov Banten tidak penting meskipun tidak aruran yang melarang. Seharusnya, Pemprov Banten bisa lebih selektif dan melakukan banyak pertimbangan.

Baca Juga: Waspada Sebaran Abu Vulkanik GAK, Masyarakat Diminta Gunakan Masker

“Tidak urgen, bahkan cenderung situasional saja. Oke secara aturan tidak ada larangan, tapi bukan urgen. Kalau bicara tingkat urgensitas, maka fokuskan ke wajib pajak yang sudah cukup lama, tidak bisa dijangkau atau nilai pajaknya besar,” tandasnya.

Sururi mengatakan, Pemprov Banten seharusnya malu apabila kebijakan itu tetap dijalankan. Oleh karena, hasil dari membayar PKB tersebut tidak sebanding dengan apa yang didapatkan masyarakat dari pembayaran pajak mereka kepada pemerintah.

BeritaTerbaru

BAGIKAN MASKER -- Personel TNI dan petugas Puskesmas Pagadungan, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, bagikan masker, Minggu (6/9/2026). (ISTIMEWA)

Bagikan 1.000 Masker, Personel Koramil 0102/Cadasari Pandeglang Minta Masyarakat Tak Panik

Minggu, 6 Sep 2026 21:36 WIB
Gubernur Banten Andra Soni, meninjau aktivitas GAK di PVMBG, Minggu (6/9/2026). (ISTIMEWA)

Pemprov Banten Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Minggu, 6 Sep 2026 21:14 WIB
SELFI : Gubernur Banten Andra Soni bersama dengan generasi muda pencari kerja, selfi di BBPVP, beberapa waktu lalu. Program pemagangan kerja yang digagas Pemerintah Pusat, untuk mengatasi TPT minim peminat. (ISTIMEWA)

Program Magang ke Jepang Minim Peminat, Di Banten Baru 73 Pendaftar

Minggu, 6 Sep 2026 20:21 WIB
Galang Donasi dari Lebak untuk Korban Gempa NTT

Galang Donasi dari Lebak untuk Korban Gempa NTT

Minggu, 6 Sep 2026 20:17 WIB

“Belum sebanding, sekarang pertanyaannya apakah akses dan kondisi infrastruktur sudah berbanding lurus dengan penerimaan pajak? Bagaimana dengan pemerataan? Ini problemnya, jangan sampai karena agresifitas penagihan oke, tapi hak-hak masyarakat jalan ditempat,” tuturnya.

Sururi tergelitik, dengan rencana tersebut karena tidak masuk akal dan pasti mendapatkan banyak respons negatif. Oleh karena itu, sebelum terlalu jauh melangkah, sebaiknya Pemprov Banten mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut.

“Iya ini absurd, logika kebijakannya gak masuk, mestinya praktik-praktik pungli dibereskan, ketika terjadi pembiaran akhirnya wajar kalau masyarakat malas bayar pajak,” pungkasnya.

“Ini mengkhawatirkan, penagihan pajak agresif tetapi pungli dibiarkan, ini namanya normalisasi penyimpangan,” sambungnya.

Baca Juga: 80 Persen Rekomendasi BPK Perwakilan Banten Ditindaklanjuti

Sururi mengatakan, jangan sampai penagihan pajak tersebut mendapat cibiran dari masyarakat dan disamakan dengan Debt Collector (DC). Meskipun, pada prinsipnya terdapat perbedaan secara mendasar.

“Prinsipnya beda, debt collector basisnya hubungan bisnis atau profit karena ada hutang piutang. Jadi mirip dengan debt collector kalau penagihannya seperti orang nagih hutang, dan ini menjauhkan dengan esensi pelayanan publik,” ujarnya.

Sebetulnya, kata Sururi, Pemprov Banten tidak harus gamang atas potensi pendapatan daerah, karena masih banyak potensi yang ada. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan potensi lainnya.

“Ada kok (yang bisa dioptimalkan-red), yang dibutuhkan itu kemauan mengelola, misalnya saja apabila BUMD dikelola secara profesional maka ada penerimaan besar disitu. Yang terjadi BUMD tidak dikelola profesional dan jadi beban daerah,” ujarnya.

Sururi menegaskan, masih banyak pekerjaan yang harus dibenahi oleh Pemprov Banten dalam pengelolaan pajak. Lebih baik, kata dia, semua persoalan diinternal diselesaikan sebelum menjamah hal yang lebih luas.

“Nah probelmnya sekarang, sistem pelayanan penagihan sudah oke belum? Data-data wajib pajak sudah valid belum? Praktek pungli masih ada gak? Trus manfaat pajak sudah dirasakan masyarakat belum?,” ucapnya.

“Kalau hal-hal di atas masih terjadi, pemerintah sedang mempertontonkan kerusakan sistem di hadapan masyarakat,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemprov Banten melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bakal melakukan upaya agresif dalam menagih tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Instansi itu bakal menerjunkan sebanyak 960 pegawai untuk menagih tunggakan PKB kepada pemilik kendaraan secara langsung atau mendatangi rumah pemilik kendaraan untuk melakukan penagihan dan mengingatkan wajib pajak.

Kepala Bapenda Provinsi Banten Berly Rizki Natakusumah mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembahasan mengenai rencana penagihan PKB hingga ke rumah pemilik kendaraan.

Seluruh pegawai, termasuk staf administrasi, akan terlibat dalam program jemput bola dengan metode dari rumah ke rumah wajib pajak. “Metode door to door akan kami mulai di awal triwulan ke-II ini,” katanya.

Dia menerangkan, satu orang pegawai diberikan target bisa melakukan 10 kegiatan penagihan atau sosialisasi mengenai kewajiban membayar pajak kendaraan setiap bulannya. Apabila dikalikan dengan 960 pegawai yang diterjunkan, maka Bapenda bisa melakukan penagihan terhadap 9.600 orang penunggal PKB.

“Target ini realistis dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak,” katanya. (adib)

Tags: Langsung Datangi Ke Rumahpemprov bantentagih pajak
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Kepala Dindikpora Kabupaten Pandeglang, Sutoto. (ISTIMEWA)
Banten Region

Erupsi GAK Terus Meningkat, Sekolah di Pandeglang Berlakukan BDR

Minggu, 6 Sep 2026 20:14 WIB
BERSIHKAN ABU -- Seorang warga di Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, sedang membersihkan sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026). (MARDIANA/SATELITNEWS.COM)
Banten Region

Abu Vulkanik Erupsi GAK Hujani Pandeglang, Bupati Dewi: Gunakan Masker dan Kacamata

Minggu, 6 Sep 2026 20:10 WIB
TPS Liar Cirabit Lebak Dibersihkan
Banten Region

TPS Liar Cirabit Lebak Dibersihkan

Minggu, 6 Sep 2026 20:05 WIB
BAGIKAN MASKER - Tim Nakes dan pegawai Puskesmas Labuan bersama relawan, membagikan masker kepada pengendara yang melintas, Minggu (6/9/2026). (ISTIMEWA)
Banten Region

Petugas Puskesmas Labuan Pandeglang Bagikan Masker

Minggu, 6 Sep 2026 20:04 WIB
Truk Fuso Hantam Pengangkut Sapi di Lebak, 2 Ekor Luka Berat, 6 Kabur
Banten Region

Fuso Hantam Truk Pengangkut Sapi di Lebak, 2 Ekor Luka Berat, 6 Kabur

Minggu, 6 Sep 2026 19:20 WIB
MENYAMPAIKAN KETERANGAN : Gubernur Banten Andra Soni, menyampaikan keterangan kepada wartawan, usai melalukan rakor dengan PVMBG dan stakeholders terkait lainnya. (ISTIMEWA)
Banten Region

Pantau PGA GAK di Pasauran, Gubernur Andra Tegaskan Hal Ini

Minggu, 6 Sep 2026 17:21 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

TKA SMK di Kabupaten Tangerang Disosialisasikan, Sekolah Diminta Bersiap

TKA SMK di Kabupaten Tangerang Disosialisasikan, Sekolah Diminta Bersiap

Rabu, 2 Sep 2026 18:04 WIB
MELIHAT PELATIHAN VOKASI : Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan), bersama Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli (dua dari kanan), menyaksikan pelatihan Vokasi di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Selasa (1/9/2026). (ISTIMEWA)

Persaingan Kerja Makin Ketat, Belasan Ribu Peserta Ikuti Pelatihan Vokasi

Selasa, 1 Sep 2026 17:02 WIB
Polres Lebak Siagakan Satgas Karhutla

Polres Lebak Siagakan Satgas Karhutla

Senin, 31 Agu 2026 20:39 WIB
RAPBD Perubahan 2026, Belanja Daerah Diproyeksikan Naik Rp214,387 Miliar

RAPBD Perubahan 2026, Belanja Daerah Kota Tangerang Diproyeksikan Naik Rp214,387 Miliar

Selasa, 1 Sep 2026 19:20 WIB
Kepala Bidang (Kabid) Tata Ruang DPUPR Kabupaten Serang, Fardianto. (ISTIMEWA)

Dongkrak Investasi, DPUPR Serang Dorong Perubahan Tata Ruang

Kamis, 3 Sep 2026 15:36 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.