SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Tonggak sejarah baru tercipta bagi Provinsi Banten dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Untuk kali pertama, embarkasi Banten di Asrama Haji Cipondoh, Grand El Hajj Kota Tangerang resmi digunakan.
Penggunaan embarkasi baru itu ditandai dengan keberangkatan jemaah haji kloter pertama asal Provinsi Banten di Taman Elektrik, depan Masjid Raya Al-Azhom, Kota Tangerang, Selasa (21/4) malam. Kloter 1 JKB Kota Tangerang itu dilepas Gubernur Banten Andra Soni dan Wali Kota Tangerang Sachrudin.
Gubernur Banten, Andra Soni, mengatakan pelepasan ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya jemaah haji Banten diberangkatkan melalui embarkasi yang berada di wilayah sendiri.
“Alhamdulillah malam ini kami bersama Wali Kota Tangerang dan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten melepas kloter pertama jemaah haji. Ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya pemberangkatan dilakukan melalui Embarkasi Asrama Haji Cipondoh,” ujar Andra Soni, Selasa (21/4).
Andra Soni juga menegaskan keberadaan embarkasi di Cipondoh merupakan hasil kolaborasi lintas pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah.
“Ini hasil kolaborasi panjang, dari hibah lahan oleh Pemkot Tangerang, pembangunan oleh kementerian, hingga dukungan kabupaten/kota dan provinsi,” kata dia.
Baca Juga: Pengamat Dukung Gaji PPPK Paruh Waktu Dianggarkan Pemprov Banten pada 2027
Ia berharap seluruh jemaah diberikan kesehatan dan kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, serta kembali ke Indonesia dengan predikat haji mabrur. Pada musim haji tahun ini, total kuota jemaah haji Provinsi Banten mencapai 9.192 orang.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin menyampaikan bahwa keberadaan embarkasi di Cipondoh membuat proses keberangkatan jemaah menjadi lebih efisien dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Biasanya jemaah berangkat dari Masjid Al-Azhom ke Pondok Gede, lalu kembali lagi ke Bandara Soekarno-Hatta. Tahun ini tidak lagi, karena sudah ada embarkasi di Cipondoh,” ujar Sachrudin.
Ia menambahkan Pemerintah Kota Tangerang tetap memberikan dukungan berupa hibah untuk menunjang kebutuhan jemaah haji, khususnya dalam aspek akomodasi.
“Setiap tahun kami mendukung, tahun ini sekitar Rp1 miliar untuk akomodasi,” ucapnya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Amrullah memastikan kesiapan kesehatan jemaah telah menjadi perhatian utama sebelum keberangkatan. Seluruh jemaah, kata perwakilan Kanwil Kemenag, wajib mengantongi rekomendasi kesehatan dari dinas terkait sebagai syarat pelunasan dan keberangkatan.
Baca Juga: Anggaran Porprov Banten Belum Juga Cair
“Kami sudah melakukan mitigasi risiko. Jemaah yang berangkat dipastikan dalam kondisi yang direkomendasikan sehat,” ujar Amrullah
Untuk kloter pertama, tercatat sekitar 80 jemaah masuk kategori risiko tinggi, dengan persentase sekitar 25 hingga 30 persen. Mayoritas berasal dari kelompok lanjut usia atau memiliki riwayat penyakit yang masih terkendali. Adapun rentang usia jemaah dalam kloter ini cukup lebar, mulai dari yang termuda berusia 13 tahun hingga tertua mencapai 82 tahun, yang seluruhnya berasal dari Kota Tangerang. (ari)

















