SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Usai sudah penantian hampir setengah abad Aston Villa. The Villans akhirnya merasakan lagi manisnya trofi di kompetisi Eropa.
Ini berkat kemenangan 3-0 atas Freiburg pada final Liga Europa di Tupras Stadyumu, Kamis (21/5/2026) dini hari WIB. Gol-gol Villa dibuat Youri Tielemans dan Emiliano Buendia di babak pertama, sebelum Morgan Rogers menambah di babak kedua.
Villa berhasil menuntaskan dahaga trofi mereka setelah terakhir kali memenangi Piala Liga Inggris pada 1996. Lebih manisnya lagi adalah trofi Liga Europa ini juga jadi yang pertama untuk Villa di Eropa setelah hampir 50 tahun.
Villa untuk pertama dan terakhir kalinya merajai Eropa pada 1982 saat memenangi Piala Champions. Diperkuat mantan pelatih Timnas Indonesia Peter Withe, Villa kala itu mengalahkan Bayern Munich 1-0.
Setelah itu prestasi Villa cenderung naik-turun dan bahkan sempat terdegradasi dari Premier League. “Kami bekerja keras untuk ini. Kami bisa tampil bagus dan menang. Momen membahagiakan untuk fans, klub. Kami akan tercatat dalam sejarah. Manajer bilang kepada saya untuk mencetak gol yang simpel-simpel saja dan masuk ke kotak penalti. Saya senang bisa mencetak gol. Saya lelah, tapi gak lelah-lelah banget. Hasilnya akhirnya sepadan,” ujar Rogers seperti dikutip situs resmi UEFA.
Jika Villa menjuarai Liga Europa untuk pertama kalinya, tidak demikian dengan Emery. Pelatih asal Spanyol itu kini tercatat sudah lima kali mengangkat trofi Liga Europa.
Emery pernah mencatat hat-trick juara Liga Europa bersama Sevilla pada 2013/14, 2014/15, dan 2015/26. Ia kemudian mengantar Villarreal juara kompetisi ini pada 2020/21.
Dengan lima gelar juara Liga Europa, Emery merupakan pelatih tersukses di kompetisi ini. Ia mengikuti jejak Carlo Ancelotti yang mendominasi Liga Champions dengan lima gelar juara.
Jika ditarik lebih luas, Emery gabung daftar elite yang berisi Ancelotti, Jose Mourinho, dan Giovanni Trapattoni yang memenangi final kompetisi Eropa sebanyak lima kali. Tidak ada pelatih yang lebih sukses di kompetisi Eropa selain keempat nama tersebut.
Dalam laga tersebut, kiper Aston Villa Emiliano Martinez menjuarai Liga Europa dalam kondisi cedera. Jarinya patah saat pemanasan sebelum pertandingan.
Martinez mengungkap bahwa jarinya patah saat mengikuti pemanasan sebelum pertandingan dan sempat menepi untuk mendapat perawatan dari tim medis. Jarinya kemudian diperban sebelum kiper Argentina itu kembali ke lapangan untuk kick-off.
Sepanjang pertandingan, Villa yang mengungguli Freiburg membuat Martinez tidak banyak mendapat ancaman. Ia tercatat hanya melakukan dua penyelamatan. “Hari ini jari saya patah saat pemanasan dan bagi saya, setiap hal buruk yang terjadi membawa sesuatu yang bagus. Saya sudah melakukan ini di sepanjang hidup saya dan saya akan terus melakukannya,” ujar Martinez seperti dilansir BBC.
“Apakah saya harusnya khawatir? Well, jari saya belum pernah patah sebelumnya. Setiap kali saya menangkap bola, jarinya geser ke arah lain. Tapi hal-hal seperti ini yang harus Anda lewati, dan saya bangga membela Aston Villa.”
Jari yang patah juga tidak menghentikan Martinez untuk melakukan selebrasi bersama timnya. Usai pertandingan, ia terlihat menggendong manajer Villa Unai Emery. “Saya senang banget. Sekarang saatnya merayakan bersama rekan-rekan. Sesuatu yang sudah lama tidak dilakukan tim ini. Kemudian fokus saya akan beralih ke Piala Dunia,” kata Emiliano Martinez. (dm)