Kamis, 28 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Pendidikan Di Banten Dinilai Gagal, Angka Putus Sekolah Tinggi

Oleh Mardiana
Kamis, 28 Mei 2026 17:47 WIB
Rubrik Banten Region, Headline, Pemprov Banten
Pendidikan Di Banten Dinilai Gagal, Angka Putus Sekolah Tinggi

MENYAPA SISWA SMA : Gubernur Banten Andra Soni menyapa siswa SMA beberapa waktu lalu. Hingga saat ini, sistem pendidikan di Banten dinilai gagal. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, SERANG – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banten Bersatu, menilai sektor pendidikan di Provinsi Banten gagal. Salah satu buktinya, angka putus sekolah di Banten masih tinggi, yaitu sekira 13.684 siswa, serta persoalan sistemik.

Koordinator Umum BEM Banten Bersatu, Suci Indah Lestari mengatakan, pendidikan di Banten banyak dimanfaatkan untuk kepentingan politik, tanpa substansi yang jelas.

Bukan lagi menjadi tempat transformasi, atau perpindahan dari satu struktur sosial ke lapisan yang lebih tinggi atau social elevator.

“Berbagai persoalan mendasar terus berulang secara kronis, tanpa adanya comprehensive solution dari pemangku kebijakan. Dari hulu ke hilir, kita disuguhkan oleh tingginya angka putus sekolah dan ketimpangan akses yang sengaja dipelihara,” katanya, Kamis (28/5/2026).

Penilaiannya bukan tanpa landasan atau alasan yang jelas, hingga saat ini ada sebanyak 13.684 anak di Provinsi Banten putus sekolah ditingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat.

Angka tersebut, menjadi representasi dari anak manusia yang hak konstitusionalnya telah dirampas oleh sistem yang tidak inklusif.

BeritaTerbaru

Pendidikan Di Banten Dinilai Gagal, Angka Putus Sekolah Tinggi

Dua Pemuda Maling Kambing di Sindangjaya Tangerang Babak Belur dan Motornya Dibakar Massa

Kamis, 28 Mei 2026 14:52 WIB
Kerbau Kurban Ngamuk di Kota Rangkasbitung, Acak-acak Rumah Warga

Kerbau Kurban Ngamuk di Kota Rangkasbitung, Acak-acak Rumah Warga

Kamis, 28 Mei 2026 13:41 WIB
Pendidikan Di Banten Dinilai Gagal, Angka Putus Sekolah Tinggi

Antisipasi Banjir, Aliran Sungai Di Banten Dinormalisasi

Kamis, 28 Mei 2026 13:30 WIB
Pendidikan Di Banten Dinilai Gagal, Angka Putus Sekolah Tinggi

Perkuat Industri Baja Di Banten, Investor Cina Dapat Karpet Merah

Kamis, 28 Mei 2026 13:16 WIB

“Angka 13.684 anak putus sekolah ini, adalah bukti empiris, sebuah manifesto kegagalan bahwa negara belum mampu hadir untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara adil dan merata. Bagaimana kita bisa bicara tentang pembangunan berkelanjutan, jika struktur dasarnya keropos,” tambahnya.

Selain itu, penilaian juga didasarkan atas indikator Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) masyarakat Banten yang stagnan, di angka 9,16 hingga 9,23 tahun. Secara sosiologis, angka tersebut menunjukan mayoritas masyarakat Banten tidak mampu menuntaskan wajib belajar hingga tingkat menengah atas.

“Jika RLS kita sekadar menyentuh lulusan SMP atau tahun pertama SMA, maka Banten sedang secara sadar memproduksi kelas pekerja rendahan untuk masa depan,” ujarnya.

Dia menilai, sistem pendidikan gratis yang digaungkan Gubernur Banten Andra Soni bisa menjadi salah satu upaya mengatasi persoalan tersebut.

Namun disayangkan, dalam praktik dilapangan menyisakan persoalan besar, yaitu kebijakan tersebut dinilai gagap dalam memetakan sosiologi masyarakat Banten, sehingga memicu persoalan baru.

“Tanpa adanya evaluasi yang radikal dan menyeluruh, program sekolah gratis ini berisiko terjebak menjadi sekadar kebijakan populis-demagogis. Ini hanya kosmetik politik menjelang pemilu demi meraup simpati, tanpa memberikan dampak signifikan pada esensi peningkatan mutu pendidikan,” kritiknya.

Seharusnya, kata dia, Pemprov Banten segera menyelesaikan persoalan ketimpangan akses pendidikan dan lainnya karena telah menjadi penyakit akut.

Jarak kualitas dan fasilitas antara wilayah urban atau perkotaan dan rural atau pedesaan, kemudian jarak antara kelompok borjuis dan kelompok rentan, menjadi cermin pendidikan di Banten bersifat eksklusif.

Mengacu pada laporan resmi Ombudsman RI Perwakilan Banten, di menilai institusi pendidikan telah bertransformasi menjadi pasar gelap bagi para pemburu rente.

“Praktik percaloan terstruktur dengan tarif selangit, mencapai puluhan juta rupiah, demi meloloskan calon siswa ke sekolah-sekolah tertentu, telah merusak integritas di lingkungan pendidikan,” tuturnya.

“Praktik percaloan ini, bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan kejahatan sistemik yang mencederai prinsip keadilan sosial dan meritokrasi,” sambungnya.

Selain itu, buruknya kesejahteraan guru honorer juga menjadi kolerasi lurus dengan menguatnya arus komersialisasi pendidikan.

Hal itu mencerminkan, rendahnya perhatian pemerintah terhadap kemajuan pendidikan, karena selama ini kebijakan yang diambil selalu bersifat politis.

“Ada kecenderungan dehumanisasi, di mana pendidikan perlahan-lahan diposisikan sebagai komoditas industri ekonomi sekunder, bukan lagi sebagai hak asasi warga negara yang dijamin konstitusi,” pungkasnya.

“Ketika pendidikan dikapitalisasi, jurang ketimpangan sosial akan semakin menganga, dan esensi pendidikan sebagai instrumen pembebasan akan lenyap berganti menjadi penindasan baru,” timpalnya.

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Jamaluddin mengatakan, seluruh kepala sekolah SMA dan SMK di Banten sudah ditekankan agar mencegah praktik titip-menitip siswa, seperti insiden yang sempat terjadi pada pelaksanaan SPMB tahun 2025 lalu.

“Insyaallah ya, kemarin Pak Gubernur sudah mengeluarkan statement. Artinya, dari tahun kemarin dan tahun ini, tidak ada titip-menitip dan kecurangan,” klaimnya.

Di menegaskan, aturan kapasitas rombongan belajar (rombel) akan dikunci maksimal 36 siswa per kelas. Kebijakan ini, menurut dia, menjadi salah satu upaya menutup celah praktik kecurangan.

“Seluruh pihak telah bersepakat, menjaga integritas pelaksanaan SPMB tahun ini. Semua saya rasa sudah sepakat, bahwa kita sama-sama clean,” imbuhnya. (adib)

Tags: andra soniAngka Putus Sekolah Tinggigubernur bantenPendidikan GagalProvinsi Banten
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

Pendidikan Di Banten Dinilai Gagal, Angka Putus Sekolah Tinggi
Banten Region

Bupati Pandeglang Sebut Iduladha Mengajarkan Tentang Kepedulian, Keikhlasan dan Pengorbanan

Rabu, 27 Mei 2026 17:07 WIB
Pendidikan Di Banten Dinilai Gagal, Angka Putus Sekolah Tinggi
Headline

Sachrudin Saksikan Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden di Cipondoh

Rabu, 27 Mei 2026 16:13 WIB
Pendidikan Di Banten Dinilai Gagal, Angka Putus Sekolah Tinggi
Banten Region

Bupati Serang Ajak Semua Elemen Masyarakat Tingkatkan Solidaritas Sosial

Rabu, 27 Mei 2026 16:00 WIB
Pendidikan Di Banten Dinilai Gagal, Angka Putus Sekolah Tinggi
Banten Region

Baron dari Lebak Jadi Sapi Kurban Presiden, Harganya Rp110 Juta

Rabu, 27 Mei 2026 12:53 WIB
Pendidikan Di Banten Dinilai Gagal, Angka Putus Sekolah Tinggi
Banten Region

Tingkatkan Silaturahmi, Gubernur Andra Solat Iduladha Bareng Warga Kreo

Rabu, 27 Mei 2026 10:18 WIB
Pendidikan Di Banten Dinilai Gagal, Angka Putus Sekolah Tinggi
Banten Region

Wabup Iing Mengucapkan Selamat Iduladha Dari Tanah Suci Makkah

Rabu, 27 Mei 2026 09:45 WIB
WTP Kab Tangerang
Dinkes Tangsel Selamat Idul Adha
DAMKAR Tangsel Selamat Idul Adha
BKPSDM Tangsel Selamat Idul Adha
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Pendidikan Di Banten Dinilai Gagal, Angka Putus Sekolah Tinggi

Pemprov Banten Raih Opini WTP Sepuluh Kali Berturut-turut

Senin, 25 Mei 2026 14:12 WIB
Terravia Castilo BSD Dipasarkan Mulai Rp1,9 Miliar

Terravia Castilo BSD Dipasarkan Mulai Rp1,9 Miliar

Senin, 25 Mei 2026 21:57 WIB
Pendidikan Di Banten Dinilai Gagal, Angka Putus Sekolah Tinggi

Polres Tangsel Ungkap 14 Kasus Begal hingga Curanmor, 16 Tersangka Diamankan

Jumat, 22 Mei 2026 13:35 WIB
Guru Besar UIN Jakarta: Sapi Kurban Presiden Perlu Dipahami sebagai Program Sosial Negara

Guru Besar UIN Jakarta: Sapi Kurban Presiden Perlu Dipahami sebagai Program Sosial Negara

Kamis, 28 Mei 2026 16:57 WIB
Pendidikan Di Banten Dinilai Gagal, Angka Putus Sekolah Tinggi

O2SN Tingkat Kabupaten Pandeglang Gali Bakat Siswa di Bidang Olahraga

Senin, 25 Mei 2026 19:20 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.