SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang, banyak menerima pengaduan masyarakat terkait aktivitas pertambangan yang diduga berdampak terhadap lingkungan. Laporan yang masuk, berasal dari wilayah Kecamatan Mancak, Pabuaran, dan Gunung Pinang.
Kepala DLH Kabupaten Serang, Sarudin membenarkan, adanya laporan dari masyarakat terkait dengan tambang tersebut. Kata Sarudin, data dan informasi dari masyarakat menjadi dasar bagi DLH Kabupaten Serang, untuk menyampaikan laporan resmi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangannya.
“Kami berharap, ada pelibatan pemerintah kabupaten dalam penanganan persoalan tambang. Kami akan melihat langsung aktivitas tambang, terutama yang tidak memiliki izin. Setelah data kami lengkap, akan kami sampaikan kepada pemerintah provinsi,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).
Sarudin menuturkan, apabila di lapangan sudah dilakukan teguran maupun imbauan namun pelaku usaha tetap mengabaikan kelestarian lingkungan, maka diharapkan pemerintah provinsi dapat mengambil langkah penegakan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami berharap, tindak lanjut dari provinsi dapat memberikan efek jera. Sehingga aktivitas pertambangan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan, dan kewajiban pemulihan lahan,” tuturnya.
Sarudin mengungkapkan, berdasarkan data yang dimilikinya saat ini di Kabupaten Serang sudah ada 16 hektar lahan kritis, yang tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Pabuaran, Padarincang, dan Jawilan.
Baca Juga: Komnas PA Kabupaten Serang Ajak Semua Pihak Perkuat Perlindungan Anak
“Upaya pemulihan yang kami lakukan diantaranya, melalui kegiatan penanaman pohon di lahan-lahan kritis, agar fungsi lingkungan dapat kembali pulih,” ujarnya.
Sementara, Wakil Bupati Serang, M. Najib Hamas, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Serang untuk memulai kepedulian terhadap lingkungan dari hal-hal sederhana.
Diantaranya rajin menanam pohon, mengelola sampah secara bijak, mulai dari lingkungan rumah, kantor hingga kawasan sekitar, serta memperkuat kolaborasi dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Mari kita bersama-sama, mewujudkan lingkungan yang lebih baik. Mulailah dengan menanam pohon, mengelola sampah dari hulu hingga hilir, serta memperkuat kerja sama agar lingkungan kita tetap bersih, asri, dan sehat,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan, kondisi kualitas lingkungan saat ini terus mengalami penurunan, baik kualitas udara maupun kualitas air. Karena itu, dibutuhkan kesadaran dan tindakan nyata dari seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kelestarian alam.
“Kita tidak cukup hanya menjaga, tetapi juga harus melakukan upaya-upaya nyata seperti penanaman pohon dan tidak membuang sampah sembarangan. Dengan begitu, kita dapat mewariskan udara yang bersih, bumi yang asri, dan lingkungan yang sehat kepada anak cucu kita,” imbuhnya. (sidik)
Baca Juga: Dukung Semangat Marni Untuk Tetap Bersekolah, Muhibbin Beri Bantuan Sepeda Listrik

















