SATELITNEWS.COM, LEBAK – Maraknya penyebaran hoaks dan disinformasi di media sosial (medsos) menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak. Untuk memperkuat pertahanan di ruang digital, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DiskominfoSP) Kabupaten Lebak menyiapkan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) sebagai benteng penangkal informasi palsu melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Media Sosial.
Bimtek tersebut diikuti anggota KIM dari berbagai kecamatan di Kabupaten Lebak. Selain meningkatkan kemampuan mengelola media sosial, peserta juga dibekali pemahaman mengenai literasi digital, teknik memverifikasi informasi, hingga cara memproduksi konten yang edukatif dan mudah dipahami masyarakat.
Kepala DiskominfoSP Kabupaten Lebak, Anik Sakinah, mengatakan KIM memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat. Di era digital seperti sekarang, menurutnya, kecepatan penyebaran informasi harus diimbangi dengan akurasi agar masyarakat tidak mudah terjebak hoaks.
“KIM merupakan mitra pemerintah daerah dalam menyampaikan informasi mengenai program dan kinerja pembangunan kepada masyarakat,” kata Anik, Jumat (31/7/2026)
Ia berharap keberadaan KIM tidak hanya menjadi penyebar informasi resmi pemerintah, tetapi juga mampu membantu meluruskan informasi yang keliru serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) DiskominfoSP Kabupaten Lebak, Sehabudin, menambahkan penguatan kapasitas KIM merupakan langkah nyata untuk meningkatkan literasi digital masyarakat. Menurutnya, anggota KIM harus mampu menjadi rujukan informasi yang terpercaya di lingkungan masing-masing.
Baca Juga: Cerdas Memilah Informasi Lewat Literasi Digital
“Kami berharap anggota KIM mampu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi sebelum disebarluaskan, sehingga masyarakat tidak mudah terpengaruh berita bohong maupun disinformasi,” ujarnya.
Untuk menambah kemampuan peserta, DiskominfoSP juga menghadirkan Ketua Indonesia Content Creator Network (ICCN) Banten, Novianus Selva atau yang akrab disapa Rambo Banten. Dalam pemaparannya, ia mengajak anggota KIM memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi melalui konten yang kreatif, informatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Konten yang baik adalah konten yang bermanfaat, menjawab kebutuhan masyarakat, serta dikemas secara sederhana agar mudah dipahami,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, DiskominfoSP berharap KIM semakin aktif menjadi penyambung informasi resmi pemerintah, meningkatkan literasi digital masyarakat, sekaligus menjadi garda terdepan dalam menangkal hoaks dan disinformasi di ruang digital.(mulyana)




















