SATELITNEWS, TANGSEL—Penangkapan komplotan ganjal ATM di Rumah Sakit Buah Hati Pamulang pada Kamis (30/7) ternyata telah direncanakan. Anggota Polsek Pamulang menunggu di lokasi untuk menangkap tiga orang yang sebelumnya dilaporkan korban.
Kapolsek Pamulang AKP Galuh Febri Saputra menjelaskan penyergapan komplotan itu dilakukan setelah pihaknya menerima banyak laporan kasus ganjal ATM di RS Buah Hati. Dia mengatakan gerai ATM tersebut telah lama menjadi lokasi yang rawan aksi kejahatan ganjal ATM.
“Di situ sering terjadi, jadi masyarakat itu sering kehilangan uang dan laporan yang masuk di Polsek Pamulang juga sudah banyak,” ujarnya saat dimintai keterangan oleh awak media, Kamis (30/7) siang.
Galuh melanjutkan, berdasarkan hasil analisis terhadap sejumlah laporan yang diterima, aksi para pelaku hampir selalu dilakukan pada rentang waktu yang sama yakni antara pukul 06.00 hingga 10.00 WIB. Berbekal laporan tersebut, polisi kemudian mempelajari pola dan modus operandi komplotan pelaku. Hasilnya, diketahui setiap anggota memiliki peran yang berbeda saat menjalankan aksinya.
“Ada yang memiliki peran sebagai pengganjal di ATM, ada yang menawarkan kepada warga yang akan ambil uang, satunya memantau di depan. Dari kejadian tersebut, kami memantau cukup lama,” ucapnya.
Setelah melakukan penyelidikan dan pemantauan dalam waktu cukup lama, polisi akhirnya berhasil mengungkap aksi komplotan tersebut saat kembali beraksi pada Kamis pagi. Saat itu, seorang warga Pamulang hendak melakukan transaksi tarik tunai di ATM yang menjadi target pelaku. Petugas yang telah bersiaga langsung bergerak melakukan penyergapan. Namun, proses penangkapan tidak berjalan mulus. Para pelaku berusaha melawan petugas dan mencoba melarikan diri sehingga polisi mengambil tindakan tegas dan terukur.
Baca Juga: Komplotan Ganjal ATM Disergap Polisi di Pamulang, Dua Pelaku Ditembak
“Dari penangkapan tersebut pelaku sempat melawan hingga melarikan diri, sehingga kami mengambil tindakan tegas secara terukur,” jelasnya.
Tiga orang pelaku yang berhasil diamankan mereka masing-masing berinisial AN, RA, dan MH. Dua di antaranya sempat dibawa ke RSUD setelah terkena tindakan tegas dari petugas. Dalam penangkapan itu, polisi juga mengungkap bahwa para pelaku membawa senjata tajam saat beraksi. Saat ini, ketiga terduga pelaku telah diamankan di Mapolsek Pamulang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Selain itu, seorang petugas keamanan (satpam) RS Buah Hati turut mengalami luka saat membantu proses penangkapan. Galuh menjelaskan, satpam tersebut terluka bukan akibat serangan pelaku, melainkan terkena pantulan (rekoset) saat personel berupaya melumpuhkan pelaku yang melakukan perlawanan.
“Satpam membantu kami melakukan penangkapan. Saat personel hendak menangkap pelaku yang melawan, terjadi rekoset dan mengenai satpam. Korban sudah kami bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis,” jelasnya.
Seorang saksi mata, Darno (36) mengatakan dirinya mendengar beberapa kali suara tembakan saat sedang memasang bendera di sekitar lokasi.
“Sekitar jam 7 kurang saya baru pasang bendera, ada suara tembakan di situ di dekat ATM rumah sakit,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Baca Juga: Polisi Tangkap Pemuda Karena Kasus Pencurian, Ternyata Bawa Pil Koplo
Menurutnya, sesaat setelah suara tembakan terdengar, salah seorang pelaku sempat berusaha melarikan diri ke arah tempatnya berada. Namun, pelaku berhasil dihentikan oleh petugas keamanan rumah sakit
“Terus ada yang lari ke sini, malingnya lari kesini, ditendang sama sekuriti,” katanya.
Darno mengaku mendengar informasi dari warga dan petugas bahwa pelaku merupakan komplotan spesialis ganjal ATM. Ia juga menyebut polisi sempat melepaskan dua hingga tiga kali tembakan saat proses penangkapan.
“Ada tiga yang ngejar-ngejar anggota polisi pakai pakaian gojek. Katanya sih pelaku ganjal ATM. Ada dua yang ditembak,” sebutnya. (eko)


















