SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Polres Tangerang Selatan menangkap empat orang yang diduga terlibat aksi tawuran dalam operasi gabungan yang digelar di wilayah Ciputat, Selasa (4/8/2026). Selain mengamankan para pelaku, polisi juga menyita sejumlah senjata tajam yang diduga akan digunakan dalam aksi kekerasan.
Penangkapan tersebut dilakukan usai Apel Antisipasi Tawuran yang berlangsung di GOR Ciputat sekitar pukul 14.15 WIB. Apel dipimpin langsung Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo dan diikuti personel gabungan dari Polri, TNI, Brimob, Pemerintah Kota Tangerang Selatan, DPRD, tokoh masyarakat, hingga jajaran Polsek Ciputat Timur.
AKBP Boy Jumalolo mengatakan operasi tersebut merupakan langkah cepat kepolisian menyusul insiden tawuran yang sempat terjadi di wilayah Kelurahan Ciputat. Fokus utama operasi adalah mencegah aksi serupa terulang dengan menyasar lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat penyimpanan senjata tajam maupun benda berbahaya lainnya.
“Kami melakukan upaya-upaya razia terhadap tempat-tempat yang duga menyimpan barang-barang berbahaya, baik itu senjata tajam, bom molotov maupun air keras yang digunakan dalam kegiatan tawuran,” ucapnya.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan sejumlah senjata tajam serta empat orang yang diduga terlibat tawuran.
“Saat ini kami telah mengamankan senjata tajam seperti di depan ini, beberapa senjata tajam dan juga mengamankan empat pelaku yang juga melakukan tawuran,” katanya.
Baca Juga: Polres Tangsel Lakukan Penyelidikan Kasus Oknum Guru Diduga Lecehkan Siswa
Usai apel tersebut, ratusan personel gabungan langsung bergerak melakukan patroli skala besar, penyisiran, dan sweeping di sejumlah titik yang selama ini dianggap rawan tawuran. Petugas juga memeriksa lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat penyimpanan senjata tajam, bom molotov, maupun bahan berbahaya lainnya.
“Kami melakukan upaya-upaya di sweping terhadap tempat-tempat yang duga menyimpan barang-barang berbahaya, baik itu senjata tajam, bom molotov maupun air keras yang digunakan dalam kegiatan tawuran,” ungkapnya.
Ia menegaskan, seluruh kegiatan dilakukan secara profesional dan tetap mengedepankan pendekatan humanis. Selain penegakan hukum, aparat juga berupaya memberikan rasa aman kepada masyarakat melalui kehadiran personel di lapangan.
Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq menilai sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Ciputat.
“Sinergi seluruh unsur merupakan kunci dalam menjaga keamanan wilayah. Kehadiran aparat di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya mencegah aksi tawuran, tetapi juga memberikan rasa aman serta menenangkan dan memenangkan hati serta pikiran masyarakat terhadap kehadiran Polri,” paparnya.
Menurutnya, kehadiran aparat di tengah masyarakat tidak hanya bertujuan mencegah tawuran, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap upaya kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Baca Juga: Lima Pemuda Ditangkap Warga Pondok Aren, Dua Orang Bawa Celurit
Pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama para orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan kalangan pemuda, untuk aktif mengawasi lingkungan masing-masing agar generasi muda tidak terlibat aksi tawuran. (eko)



















