SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Pondasi jembatan penghubung Desa Padahayu Kecamatan Cikedal dengan Desa Banyu Mekar Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, ambrol, akibat tergerus aliran sungai. Jembatan penghubung dua kecamatan itu mengalami ambrol, karena memang merupakan bangunan lama sudah lebih dari 20 tahun.
Jembatan itu, merupakan bangunan peninggalan almarhum KH Ahmad Sukanta. Diketahui, Tembok Penahan Tanah (TPT) pada salah satu pondasi jembatan, longsor setelah tergerus derasnya arus sungai saat musim banjir pada awal tahun 2026. Hingga awal Agustus 2026, belum ada perbaikan dari pemerintah daerah.
Jembatan penghubung dua kecamatan ini, juga merupakan akses utama warga dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya.
Ketua RT Kampung Sulangkeng, Desa Banyumekar, Tala mengatakan, pondasi jembatan ambrol pas banjir kemarin.
“Saat ini, kondisi ambrol semakin melebar. Apabila tidak segera ditangani maka bisa ambruk,” katanya, Kamis (6/8/2026).
Tala berharap, penanganan dapat secepatnya dilakukan. Mumpung tingkat kerusakan masih belum terlalu parah, karena jika dibiarkan berlarut-larut, dipastikan kerusakan semakin meluas.
Baca Juga: Longsor, Jalan Utama Menuju Kantor Kecamatan Bojong Pandeglang Putus Total
“Kalau sudah parah, malahan bukan hanya butuh biaya besar, tapi juga membuat akses jalan putus. Sementara, jembatan ini merupakan akses utama warga,” tukasnya.
Tala mengungkapkan, beberapa tahun lalu kerusakan serupa sebenarnya sudah pernah terjadi. Namun dapat segera ditangani.
“Saat itu, langsung diperbaiki secara swadaya oleh istri almarhum Abah Sukanta. Kalau sekarang, harapannya dari pemerintah bergerak cepat,” harapnya.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pandeglang, Andrian Wisudawan mengatakan, pihaknya akan segera menerjunkan tim teknis.
“Tim teknis segera kami koordinasikan, untuk melihat langsung kondisinya,” imbuhnya. (mardiana)



















