SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG — Membangun kemandirian masyarakat, bukan perkara mudah. Namun, hal itu terus diupayakan dan dikembangkan oleh Kepala Desa (Kades) Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Wahyu Kusnadihardja.
Baginya, membangun desa bukan perkara pembangunan fisik, namun lebih kepada bagaimana masyarakat dapat lebih berdaya dan mandiri dengan potensi yang ada.
Katanya, potensi desa tidak hanya ditunggu dan dikembangkan secara sederhana. Namun, harus digali dan terus ditingkatkan agar tumbuh dan demi kemaslahatan masyarakat.
“Kuncinya adalah, gali potensi dan berdayakan masyarakat. Karena, masyarakat adalah objek pembangunan yang juga harus menikmati dari hasil pembangunan itu sendiri,” kata Wahyu, Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, pengembangan potensi desa yang selama ini dilakukannya, merupakan potensi dengan kearifan lokal. Karena, masyarakat akan lebih mengena dan lebih mudah untuk menjalankannya.
Adapun nanti hasilnya dirasakan oleh masyarakat diluar desanya, bagi Wahyu, itu merupakan sebuah pengembangan demi kemajuan desa dan agar terhubung menjadi destinasi wisata yang terus berkembang.
Baca Juga: Diterkam Buaya, Bocah Asal Sumur Pandeglang Jalani Perawatan Intensif
“Selain pengembangan potensi ikan mas Sinyonya, kini Desa Bandung mengembangkan potensi kopi lokal yang disebut kopi puhu, anyaman pandan, destinasi wisata bukit Sinyonya dan potensi lainnya,” ujarnya.
Bahkan, menurutnya, wisata mina agro bukit Sinyonya, kini menjadi destinasi wisata budaya dan risert beberapa lembaga pendidikan, baik tingkat SLTA, Perguruan Tinggi maupun lembaga lainnya yang terkait.
“Ada juga seorang siswa yang melakukan risert, dan menjadi Desa Bandung sebagai bahan tulisan untuk ajang Lomba Karya Ilmiah (LKI),” tukasnya.
Ditambahkannya, kini pihaknya terus berkoordinasi dengan para pihak terkait, guna mendorong pertumbuhan serta peningkatan perekonomian masyarakat, dengan tetap menjaga kualitas potensi desa yang ada. (mardiana)

















