SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Asosiasi Badan Pemusyawaratan Desa Nasional (Apednas) meluncurkan program percontohan 1.000 ayam petelur di Puskagro, Desa Sarakan, Kecamatan Sepatan, Sabtu (15/8).
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, bahwa pembangunan kandang ayam petelur ini merupakan sebuah kolaborasi yang baik antara Pemerintah Kabupaten Tangerang, bersama Asosiasi Badan Pemusyawaratan Desa Nasional (Apednas) pusat dan tingkat daerah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Kata pria yang akrab disapa Rudi Maesyal, pengembangan ayam petelur juga memiliki posisi strategis dalam memperkuat ekosistem ketahanan pangan di tingkat desa. Hasil produksi telur nantinya dapat menjadi bagian dari rantai pasok Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), khususnya KDMP Sarakan dan juga MBG melalui SPPG dengan harga yang kompetitif.
“Dengan demikian, program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi desa serta membuka peluang usaha yang berkelanjutan,” kata Rudi Maesyal, Sabtu (15/8).
Lanjut Rudi, pembangunan kandang ayam tersebut memanfaatkan lahan milik Pemerintah Kabupaten Tangerang yang telah disiapkan secara administratif untuk dikelola dan dikembangkan sebagai bagian dari program ketahanan pangan.
Selain kandang ayam petelur, kawasan tersebut juga dipersiapkan untuk pengembangan sektor pangan lainnya, termasuk budidaya ikan dengan sistem bioflok. Infrastruktur pendukung seperti akses jalan, pagar pengamanan, pos jaga, gudang, hingga penyediaan air bersih juga terus disiapkan.
Baca Juga: Pemkab Tangerang Bujuk Puluhan SPPG Urus SLHS
“Program Jaga Pangan ini tidak berhenti pada ternak ayam bertelur. Nanti juga akan mulai dikembangkan ternak ikan. Jadi ini kita bangun sebagai sebuah ekosistem ketahanan pangan yang dapat memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat,” katanya.
Dirinya juga mengatakan, kedepan direncanakan program jaga pangan ini akan dikembangkan disetiap desa/kelurahan di Kabupaten Tangerang. Rudi menegaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, serta berbagai pihak lainnya untuk memperkuat program pemberdayaan masyarakat.
“Nanti kita rencanakan agar program tersebut juga dapat direalisasikan disetiap desa dan kelurahan di Kabupaten Tangerang, ” katanya.
Jamintel Kejaksaan Agung RI Reda Mantovani mengatakan Kabupaten Tangerang dipilih sebagai salah satu lokasi percontohan pengembangan program Jaga Pangan karena memiliki konsep yang dinilai dapat dikembangkan secara lebih luas. Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk implementasi nyata gagasan penguatan ekonomi masyarakat dari tingkat desa.
“Konsepnya sebenarnya dari Pak Gubernur. Saya hanya mempraktikkannya,” ujar Reda.
Ia menjelaskan, pengembangan ayam petelur tersebut merupakan bagian dari upaya melengkapi program Jaga Pangan. Ke depan, program akan dikembangkan dengan budidaya ikan menggunakan sistem bioflok yang melibatkan kelompok masyarakat, termasuk unsur perlindungan masyarakat (Linmas).
Baca Juga: Dua Ruas Jalan di Tangerang Utara Direkonstruksi, Pemkab Tangerang Gelontorkan Rp50 Miliar
“Bagaimana mereka bisa eksis dan diberi tugas menjaga lingkungan, sekaligus kita berikan kegiatan produktif. Nanti ada peternakan ikan bioflok,” jelasnya.
Hasil produksi ayam maupun ikan, kata dia, nantinya dapat diserap untuk memenuhi kebutuhan berbagai dapur penyedia makanan sehingga menciptakan pasar yang berkelanjutan bagi kelompok pengelola. Ia berharap program tersebut dapat berjalan secara konsisten dan dikembangkan ke wilayah lainnya setelah melalui tahap percontohan di Kabupaten Tangerang.
“Kalau hasil peternakan ayam ataupun ikan bisa dijual ke dapur, maka sudah ada perputaran ekonomi di desa-desa. Apa yang dibayangkan dalam Asta Cita Presiden tentang membangun dari desa dan membangun daerah bisa langsung kita praktikkan,” ungkapnya. (alfian)


















