SATELITNEWS.COM, SERANG–Pemprov Banten berkomitmen untuk terus menjaga dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah Provinsi Banten. Salah satu upaya yang dilakukan melalui pengoptimalan Pusat Kawasan Agropolitan (Puskagro).
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, Pemprov Banten bersama Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Jaga Pangan dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) berkomitmen bersama-sama memperkuat ekosistem ketahanan pangan, terutama untuk kebutuhan di dalam daerah.
Komitmen itu diperkuat dengan pemberdayaan unit usaha ayam petelur, groundbreaking pembangunan budidaya ikan air tawar, dan pengelolaan kandang ayam yang dilaksanakan di Pusat Kawasan Agropolitan (Puskagro), Kampung Pisangan Talang, Desa Sarakan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang,.
Satgasus Jaga Pangan merupakan bagian dari program Jaksa Mandiri Pangan yang digagas oleh Jaksa Agung Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejaksaan RI) Reda Manthovani yang hadir bersama Gubernur Banten Andra Soni, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid.
“Puskagro di Tangerang dapat diperkuat menjadi kawasan agrobisnis terpadu yang profitable dan memberikan nilai tambah kepada petani,” katanya, Sabtu (16/8/2026)
Andra menerangkan, konsep itu juga dapat direplikasi berbasis komoditas untuk dapat diterapkan di Pandeglang, Lebak, Serang, dan wilayah lain dengan desain berbeda sesuai komoditas unggulan masing-masing.
Baca Juga: Akibat Keterbatasan Keuangan Daerah, Tukin ASN Pemprov Banten Terancam Dipotong
“Sehingga dengan begitu ekosistem pangan di kita, terjaga dengan baik, termasuk untuk menyuplai kebutuhan ribuan dapur SPPG kita,” katanya.
Andra mengatakan, sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan rantai produksi harus terhubung dengan pusat pengolahan, logistik, pembiayaan, pasar, teknologi, perguruan tinggi, BUMD, koperasi, dan industri.
“Itu penting diperhatikan agar rantai pasok kita dari hulu sampai hilir terus terjaga keberlangsungannya dalam jangka panjang yang berkesinambungan,” ujarnya.
Berdasarkan data BPS Provinsi Banten, lanjutnya, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi di Banten pada tahun 2025 sebesar 9,60 persen. Momentum ini berlanjut pada triwulan I tahun 2026, ketika sektor tersebut tumbuh 17,88 persen, tertinggi dibanding lapangan usaha lainnya.
“Data itu menunjukkan bahwa sektor pertanian Banten bukan lagi sektor tradisional melainkan menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, kita harus mengubah cara pandang terhadap pertanian dari sekadar kegiatan produksi menjadi sektor strategis yang memiliki nilai ekonomi, nilai investasi, dan nilai tambah yang besar,” jelasnya.
Andra meyakinkan, sinergitas dengan pemangku kepentingan ini harus terus mendorong modernisasi pertanian, penguatan hilirisasi dan rantai pasok.
Baca Juga: Komisi I DPRD Banten Minta Penempatan Pejabat Harus Profesional
“Termasuk untuk peningkatan produktivitas, akses pembiayaan, serta keterlibatan generasi muda agar pertumbuhan sektor pertanian meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian Banten,” katanya. (adib)


















