SATELITNEWS.COM, SERANG — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang, mendorong semangat gotong royong dan pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Desa Tematik Bahagia 2026.
Kepala DPMD Kabupaten Serang, Rudy Suhartanto, mengatakan program BBGRM merupakan upaya untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong masyarakat, sekaligus mengapresiasi berbagai inovasi dan keberhasilan desa, dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat.
“Sebetulnya semangat programnya memang dari pemerintah pusat. Namanya dari dulu BBGR atau Bulan Bakti Gotong Royong. Sekarang kita kembalikan namanya menjadi BBGRM lagi, tetapi dengan bersinergi dengan program-program pemerintah pusat,” ujar Rudy, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, BBGRM Desa Tematik Bahagia 2026, dikolaborasikan dengan sejumlah program pemberdayaan dan pengembangan desa yang digagas pemerintah pusat, termasuk konsep desa tematik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Desa, serta program terkait lainnya.
“Ini kita padukan dengan lomba BBGRM, yang sebelumnya sudah ada. Kita kolaborasikan sedemikian rupa,” tandasnya.
Rudy menjelaskan, saat ini DPMD Kabupaten Serang tengah melakukan sosialisasi, sekaligus mempersiapkan tahapan penilaian lomba. Penilaian nantinya tidak semata-mata melihat persiapan desa menjelang perlombaan, tetapi lebih menitikberatkan pada keberhasilan program pemberdayaan yang selama ini telah dilaksanakan.
Baca Juga: DPMD Kabupaten Serang Dorong Desa Siapkan Proposal Hibah untuk Bank Dunia
“Sebetulnya lomba BBGRM ini, kita ingin mengangkat sampai sejauh mana keberhasilan teman-teman di desa dalam mendorong dan melaksanakan program pemberdayaan yang ada di desa-desa,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, lomba tersebut bukan dimaksudkan sebagai kegiatan yang membuat desa menciptakan program baru, hanya untuk mengejar penilaian. Sebaliknya, DPMD ingin menggali dan mengangkat berbagai keberhasilan yang sudah dilakukan masyarakat dan pemerintah desa.
“Jadi bukan lomba yang seolah-olah baru. Kita mau mengangkat keberhasilan-keberhasilan apa saja yang sudah dilaksanakan desa dalam program pemberdayaan masyarakatnya,” ujarnya lagi.
Salah satu aspek, yang dapat menjadi perhatian dalam penilaian adalah keberhasilan desa dalam menata lingkungan. Penataan tersebut, tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga bagaimana lingkungan desa dapat dikembangkan menjadi kawasan yang memiliki nilai ekonomi maupun potensi wisata.
“Contohnya, desa sedang melakukan penataan. Bukan hanya bicara jalan desa ditata dan dirapikan, tetapi mungkin nantinya menjadi spot-spot untuk wisata atau segala macam. Itu yang kita angkat,” pungkasnya. (sidik)




















