SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang, mendorong desa-desa di wilayahnya untuk mulai menyiapkan proposal pengembangan potensi desa, sebagai persiapan mengikuti program bantuan dari Bank Dunia, yang direncanakan bergulir pada 2027.
Karena, peluang terbuka untuk mendapatkan bantuan dana hibah senilai Rp2,5 Miliar per desa dari bank dunia.
Kepala DPMD Kabupaten Serang, Rudy Suhartanto mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari rencana pemerintah pusat dalam mendorong pengembangan desa tematik dan penguatan ekonomi masyarakat desa.
Program itu, saat ini masih dalam tahap penyusunan perencanaan oleh pemerintah pusat melalui Bappenas bersama Kementerian Desa dan BRIN.
“Pemerintah pusat punya program desa tematik. Kemudian ada juga desa yang dikembangkan melalui program Desa Sehati dari BRIN. Rencananya tahun 2027 akan ada program bantuan dari Bank Dunia,” ujarnya, Selasa (11/8/2026).
Rudy menuturkan, nilai bantuan yang disiapkan untuk setiap desa diperkirakan mencapai sekitar Rp2,5 Miliar.
Baca Juga: DPMD Kabupaten Serang Gelar Lomba BBGRM Desa Tematik Bahagia 2026
Program tersebut, secara nasional diproyeksikan menyasar sekitar 30 ribu desa di Indonesia.
“Yang di-launching di Cikande itu program bantuan dari Bank Dunia. Per desa nilainya sekitar Rp2,5 Miliar. Untuk tahun 2027 sekarang sedang disusun perencanaan programnya oleh Bappenas,” pungkasnya.
Menurutnya, pemerintah saat ini tengah menyusun konsep dan mekanisme program secara bersama-sama dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Desa dan BRIN.
DPMD Kabupaten Serang pun, mulai melakukan sosialisasi kepada pemerintah desa agar mempersiapkan potensi yang akan dikembangkan melalui program tersebut.
Desa yang memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), desa wisata, kawasan pengelolaan sampah, maupun berbagai potensi ekonomi lainnya diharapkan dapat memanfaatkan peluang tersebut.
“Kita sekarang harus mensosialisasikan kepada kawan-kawan di desa-desa yang punya BUMDes, desa wisata, kawasan penanganan sampah, dan desa-desa tematik lainnya. Kita minta mereka membuat proposal pengembangan,” ujarnya.
Baca Juga: PKS Payroll Perangkat Desa Oleh BPR Mandek, DPMD Kabupaten Serang Berdalih Belum Terima Draft
Kara Rudy, setiap desa nantinya diminta menginventarisasi potensi serta menentukan sektor yang akan menjadi fokus pengembangan. Proposal tersebut kemudian akan dihimpun dan diajukan melalui pemerintah daerah kepada Kementerian Desa sebagai bagian dari persiapan mengikuti program 2027.
“Desa itu mau mengembangkan apa, itu dibuat dalam bentuk proposal. Sampai akhir tahun kita minta mereka menginventarisasi dan membuat proposalnya, kemudian kita ajukan ke Kementerian Desa untuk menggapai program 2027,” tuturnya.
Rudy menegaskan bahwa bantuan tersebut direncanakan dalam bentuk hibah, sehingga desa penerima tidak dibebani kewajiban pengembalian dana.
“Ini bentuknya hibah. Tidak ada pengembalian. Karena arahnya untuk pengembangan ekonomi dan pengembangan perusahaan,” ujarnya lagi.
Menurutnya, besaran bantuan tersebut sangat signifikan dan diharapkan mampu menjadi momentum bagi desa untuk meningkatkan kapasitas ekonomi serta mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki.
“Bukan lumayan-lumayan lagi. Lebih besar daripada dana desa. Kita harapkan itu mendorong mereka untuk naik kelas,” katanya.
Rudy berharap, program tersebut dapat mempercepat peningkatan status dan kemandirian desa. Dengan dukungan pembiayaan yang besar, desa diharapkan mampu mengembangkan potensi ekonomi secara berkelanjutan sehingga dapat bergerak dari kategori berkembang menjadi maju, dan dari maju menjadi mandiri.
“Dari berkembang naik menjadi maju, maju naik menjadi mandiri. Dengan uang itu mereka bisa dinaikkan statusnya,” pungkasnya. (sidik)




















