SATELIT NEWS.COM, KAB SERANG — Creative Democracy Center (CDC) bersama forum mahasiswa dan pemuda menggelar dialog publik sekaligus deklarasi bertajuk “Wujudkan Serang Religius, Tanpa Adanya LGBT di Kabupaten Serang” di Cafe Ladeugh, Palima, Kota Serang, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog yang mempertemukan mahasiswa, pemuda, pemerintah daerah, legislatif, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat untuk membahas persoalan sosial, nilai keagamaan, kesehatan, serta ketertiban sosial di Kabupaten Serang.
Sejumlah unsur pemerintah dan masyarakat hadir dalam kegiatan itu, di antaranya Sekretariat Komisi II DPRD Kabupaten Serang, Sekretariat Daerah Kabupaten Serang, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Polres Serang, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kesbangpol, serta perwakilan pemuda dan mahasiswa.
Ketua pelaksana kegiatan, Hajar Wisnu, mengatakan dialog tersebut tidak dimaksudkan semata-mata sebagai forum penolakan, tetapi sebagai wadah untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mencari langkah konkret dalam menyikapi persoalan sosial di Kabupaten Serang.
“Kami ingin persoalan ini dibicarakan secara terbuka dan objektif. Deklarasi ini merupakan bentuk sikap dan aspirasi kami sebagai mahasiswa dan pemuda agar pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat memiliki langkah yang jelas dalam menjaga nilai keagamaan, ketertiban sosial, dan masa depan generasi muda di Kabupaten Serang,” ujar Hajar.
Menurut Hajar, pemerintah daerah perlu mengedepankan pendekatan yang tidak hanya bersifat represif. Ia mendorong penguatan edukasi, pembinaan keluarga, pendidikan agama, serta pendekatan sosial yang berkelanjutan.
Baca Juga: Menyerupai Simbol LGBT, Warna Pelangi Jembatan di Lebak Dipersoalkan Ormas FPI
Direktur Sosial CDC, Gerry Wijaya, menegaskan bahwa persoalan tersebut perlu dibahas melalui ruang demokratis dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
“CDC berpandangan bahwa setiap persoalan sosial harus ditempatkan dalam ruang dialog. Kita ingin pemerintah dan masyarakat tidak hanya berhenti pada pernyataan sikap, tetapi mampu merumuskan langkah konkret melalui edukasi, pembinaan, dan penguatan nilai-nilai sosial serta keagamaan,” kata Gerry.
Ia menambahkan, deklarasi tersebut merupakan bentuk partisipasi pemuda dalam menyampaikan pandangan mengenai arah pembangunan sosial di Kabupaten Serang.
“Yang kami dorong adalah bagaimana Kabupaten Serang dapat membangun lingkungan sosial yang religius, tertib, dan memberikan ruang bagi generasi muda untuk tumbuh dengan nilai-nilai yang kuat,” ujarnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan deklarasi bersama. Peserta menyatakan komitmen untuk mendorong terwujudnya Kabupaten Serang yang religius dan beradab dengan tetap menjunjung nilai agama, kemanusiaan, dan ketertiban sosial.
Dalam deklarasi tersebut, peserta juga menekankan pentingnya edukasi dan pendekatan yang bermartabat dalam menangani berbagai persoalan sosial.
Baca Juga: Penolakan LGBT Semakin Menguat, Ulama Pandeglang Desak Pemkab Terbitkan Perda
Founder CDC, Idan Wildan, berharap dialog tersebut menjadi langkah awal untuk memperluas komunikasi antara mahasiswa, pemuda, pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.
Menurutnya, komunikasi lintas kelompok diperlukan untuk merumuskan kebijakan sosial yang dapat menjawab persoalan di Kabupaten Serang sekaligus mempertimbangkan nilai-nilai yang berkembang di tengah masyarakat.
(sidik)




















